Elm Bengkok Berusia 150 Tahun Menangi Pohon Terbaik Inggris, Bertahan dari Penyakit Mematikan
Baca dalam 60 detik
- Wych elm di Newcastle, County Down, dinobatkan sebagai Tree of the Year 2026 oleh Woodland Trust setelah bertahan dari Dutch elm disease yang memusnahkan 30 juta pohon elm di Inggris.
- Bentuknya yang tumbuh horizontal akibat angin laut menjadikannya simbol ketahanan dan keunikan alam, memikat publik dalam kompetisi bertema 'against the odds'.
- Kemenangan ini menyoroti peran pohon tua bagi lingkungan dan komunitas, seiring peluncuran kompetisi Igniting Innovation untuk generasi muda.

Sebuah pohon wych elm berusia 150 tahun di Newcastle, County Down, Irlandia Utara, dinobatkan sebagai pemenang kompetisi Tree of the Year 2026 yang diselenggarakan oleh Woodland Trust. Dijuluki "Bendy Tree", pohon ini mencuri perhatian karena batangnya yang tumbuh nyaris horizontal akibat terpaan angin kencang dari Laut Irlandia. Kemenangan ini bukan sekadar soal bentuk yang unik, melainkan bukti ketangguhan alam menghadapi penyakit dan perubahan lanskap.
Bendy Tree pertama kali ditanam pada pertengahan abad ke-19 sebagai bagian dari deretan wych elm di sepanjang promenade kota, berfungsi melindungi jalan utama dari angin laut. Namun, pembangunan kota membuat banyak pohon di barisan itu ditebang. Kini, hanya Bendy Tree yang tersisa, menjadi saksi bisu sejarah dan perubahan lingkungan. Yang lebih mengesankan, pohon ini selamat dari Dutch elm disease, jamur yang telah memusnahkan sekitar 30 juta pohon elm di Inggris. Ketahanannya terhadap penyakit mematikan itu menjadikannya pemenang yang layak dalam tema kompetisi tahun ini, "against the odds".
May Chemais, pemimpin inventaris pohon kuno Woodland Trust, menilai pohon ini sebagai simbol ketahanan yang menginspirasi. "Ketika Anda melihat pohon yang menakjubkan dan aneh ini, tidak ada keraguan tentang apa yang telah dilaluinya," ujarnya. "Kita semua pernah mengalami perubahan dan kesulitan yang membentuk siapa kita: saya pikir itulah mengapa Bendy Tree menyentuh hati banyak orang."
Bagi John Martin, direktur Woodland Trust NI, daya tarik pohon ini terletak pada sifatnya yang whimsical. Tumbuh besar dengan mengunjungi Newcastle, Martin mengaku terkejut saat pertama kali melihat pohon yang tumbuh menyamping. "Anda mengharapkan alam berperilaku dengan cara tertentu dan kita berharap pohon tumbuh ke atas, sedangkan yang ini tumbuh ke samping," katanya. "Saya rasa ini memberi orang senyum di hari mereka." Bentuknya yang tidak biasa juga memberikan keteduhan bagi warga dan pengunjung yang beristirahat di bangku di bawah cabang-cabangnya.
Kompetisi ini juga menyoroti pohon-pohon lain yang tak kalah menarik. Crowhurst Yew di Surrey, misalnya, memiliki ruang pertemuan paroki yang dipahat di dalam batangnya pada 1820, meskipun atap ruangan itu runtuh saat badai pada 1845. Ada pula Culmstock Yew di Devon yang tumbuh di atas menara gereja setinggi 20 meter, jauh sebelum ingatan warga setempat. Tahun lalu, penghargaan serupa diberikan kepada pohon ash setinggi 75 kaki yang menaungi rumah-rumah di salah satu jalan tersibuk di Glasgow.
"Pohon-pohon tua seperti ini memberikan begitu banyak bagi komunitas kita โ dari keteduhan, kesejahteraan dan manfaat kesehatan, hingga cerita, budaya, dan kebanggaan akan tempat," ujar Chemais.
Kemenangan Bendy Tree bukan hanya perayaan estetika, tetapi juga pengingat akan pentingnya konservasi pohon tua di tengah krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Di Indonesia, di mana deforestasi dan alih fungsi lahan masih menjadi tantangan, kisah ini bisa menjadi cermin. Pohon-pohon besar di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya sering kali menjadi korban pembangunan. Padahal, pohon tua berperan sebagai penyerap karbon, penyejuk suhu, dan penjaga identitas lokal. Komunitas di Indonesia dapat belajar dari semangat Woodland Trust dalam melibatkan publik untuk melestarikan pohon-pohon bersejarah.
Woodland Trust pekan ini juga meluncurkan kompetisi Igniting Innovation bagi mereka yang berusia 16 hingga 25 tahun. Peserta diajak menyumbangkan ide proyek yang bermanfaat bagi alam dan kehidupan pohon, hutan, serta manusia. Tiga pemenang akan menerima dana ยฃ5.000 dan pendampingan ahli hingga satu tahun untuk mewujudkan proyek mereka. Inisiatif ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga generasi muda.
Ke depan, akankah lebih banyak pohon unik seperti Bendy Tree mendapatkan perlindungan yang layak? Ataukah kisah ini hanya menjadi nostalgia tanpa aksi nyata? Publik menanti langkah konkret untuk memastikan pohon-pohon tua tetap berdiri, tidak hanya sebagai pemenang kompetisi, tetapi sebagai warisan hidup bagi generasi mendatang.



