KSAD Janji Tindak Tegas Anggota yang Terlibat Judi Online di Rumah Dinas
Baca dalam 60 detik
- Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan TNI AD bergerak cepat menindak laporan penyalahgunaan rumah dinas untuk judi online.
- Penggerebekan di Cijantung mengungkap dugaan perwira aktif menyewakan rumah negara kepada operator judi online.
- Pemeriksaan menyeluruh terhadap anggota TNI tengah berlangsung, sementara publik menanti transparansi penegakan hukum.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap anggota yang terbukti menyalahgunakan rumah dinas sebagai markas judi online. Pernyataan ini muncul setelah beredar luas video penggerebekan di sebuah rumah dinas TNI di Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga menjadi pusat operasional perjudian daring.
Maruli menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10), menanggapi keresahan publik yang dipicu oleh viralnya rekaman penggerebekan pada Minggu (4/10). "Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respon cepat," ujarnya singkat. Ia menambahkan bahwa TNI AD akan bergerak cepat merespons setiap laporan terkait pelanggaran tersebut.
Insiden ini mencuat setelah sebuah video amatir memperlihatkan sejumlah orang berada di dalam ruangan yang dipenuhi komputer di sebuah rumah dinas di Cijantung. Perekam video menduga tempat itu digunakan untuk aktivitas judi online. "Wah ini ada yang enggak beres nih, pantesan pagar tinggi. Ini kayak judi online nih. Jangan ada yang keluar rumah ya," ucap perekam dalam video yang beredar.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merespons informasi tersebut dan tengah melakukan pendalaman. "Sedang didalami," kata Nas kepada detikcom, Rabu (7/10). Ia juga menyebut sejumlah orang telah diperiksa, termasuk anggota TNI. "Semua diperiksa," tegasnya.
Kasus ini menyoroti celah pengawasan internal di lingkungan TNI AD, terutama terkait pemanfaatan aset negara. Rumah dinas seharusnya digunakan untuk kepentingan tugas, bukan disalahgunakan untuk kegiatan ilegal. Praktik judi online sendiri telah menjadi perhatian serius pemerintah karena dampak sosial dan ekonominya yang merugikan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Pengungkapan ini juga menambah daftar panjang kasus judi online yang melibatkan oknum aparat. Sebelumnya, beberapa anggota kepolisian dan instansi lain telah ditindak karena terlibat dalam jaringan serupa. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan dan sanksi terhadap pelanggar, serta komitmen institusi dalam membersihkan barisan.
Dari sisi hukum, penyewaan rumah dinas untuk aktivitas ilegal dapat dikenai sanksi disiplin militer hingga pidana. Namun, proses hukum yang transparan dan cepat menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik. Masyarakat menanti apakah tindakan tegas yang dijanjikan KSAD akan diikuti dengan penindakan nyata terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Ke depan, kasus ini bisa menjadi ujian bagi TNI AD dalam menegakkan integritas dan akuntabilitas. Jika tidak ditangani dengan serius, preseden buruk ini berpotensi merusak citra institusi dan memperkuat persepsi bahwa hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Publik akan terus mengawal perkembangan penyelidikan, menuntut keterbukaan, dan memastikan tidak ada impunitas bagi pelanggar.



