Verstappen Akui Red Bull Lebih Tenang Tanpa Horner: 'Tekanan Berkurang'
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menyatakan atmosfer tim Red Bull Racing kini lebih kondusif setelah kepergian Christian Horner.
- Ia menilai konflik internal hanya mengalihkan fokus dari misi utama meraih kemenangan di setiap balapan.
- Verstappen tak menutup peluang Horner kembali ke paddock F1 jika ada tawaran yang tepat.

Max Verstappen mengungkapkan bahwa ia tidak merindukan ketegangan yang pernah mewarnai tim Red Bull Racing di bawah kepemimpinan Christian Horner. Dalam wawancara dengan Press Association, juara dunia empat kali itu menyatakan bahwa lingkungan kerja di Milton Keynes kini terasa lebih tenang setelah Horner meninggalkan jabatannya sebagai principal dan CEO.
Pergantian kepemimpinan terjadi setelah periode kontroversi dan hasil balapan yang fluktuatif. Laurent Mekies, yang sebelumnya menangani tim saudara Racing Bulls, kini dipercaya mengemban peran tersebut. Sejak saat itu, Verstappen menikmati dinamika baru yang lebih harmonis, terlebih setelah tim meraih satu kemenangan di musim ini.
โSejujurnya, saya senang melihat orang-orang akur. Tidak menyenangkan jika terus-menerus ada ketegangan di antara mereka,โ ujar Verstappen. Ia menambahkan bahwa dari luar, konflik memang menarik untuk disaksikan, tetapi di dalam tim, hubungan yang bersahabat jauh lebih baik.
Pembalap asal Belanda itu juga memberikan alasan logis mengapa ia lebih menyukai suasana tanpa konflik: mengurangi stres dan distraksi. โTekanan jadi lebih ringan. Kita semua menjalani hidup yang penuh tekanan, jadi ketika bisa mengurangi sedikit saja, itu bagus,โ katanya.
Meski demikian, Verstappen tidak menutup pintu bagi Horner untuk kembali ke paddock Formula 1. โDia telah menunjukkan bahwa dia melakukan pekerjaan dengan baik. Banyak rumor beredar, dan saya tidak tahu seberapa benar itu. Saya tidak ingin terdengar kasar, tapi itu bukan masalah atau urusan saya. Jika ada kesempatan bagus, saya yakin dia akan mengambilnya, tapi saya tidak tahu di mana,โ ujarnya.
Bagi Verstappen, drama di F1 boleh saja tetap ada, namun ia lebih memilih lingkungan kerja yang minim konflik. Fokus utamanya adalah meraih hasil maksimal di lintasan, dan suasana tim yang kondusif mendukung tujuan tersebut.
Ke depan, pertanyaan yang tersisa adalah apakah ketenangan di Red Bull akan bertahan seiring kompetisi yang semakin ketat, dan apakah Horner benar-benar akan kembali ke kursi kepemimpinan di tim lain. Yang jelas, Verstappen saat ini menikmati peran barunya sebagai pemimpin di tim yang lebih stabil.



