Glen Johnson Usul Liverpool Bajak Donnarumma dan Semenyo jika Man City Degradasi
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek Liverpool Glen Johnson menyarankan The Reds merekrut Gianluigi Donnarumma dan Antoine Semenyo bila Manchester City terdegradasi.
- Kedua pemain itu menelan biaya total £90 juta saat direkrut City, dengan Donnarumma dianggap penerus jangka panjang Alisson Becker.
- Skenario ini bergantung pada hasil banding City atas pelanggaran aturan finansial yang bisa mengguncang peta kekuatan Liga Primer.

Mantan bek Liverpool Glen Johnson menilai mantan klubnya sebaiknya bersiap mengambil keuntungan dari potensi degradasi Manchester City dengan mengincar dua pemain mahal mereka. Dalam wawancara eksklusif bersama Football FanCast, Johnson menyebut nama kiper Gianluigi Donnarumma dan penyerang Antoine Semenyo sebagai target yang layak dipertimbangkan jika City benar-benar terlempar dari Liga Primer akibat sanksi pelanggaran aturan finansial.
Manchester City saat ini tengah mengajukan banding setelah dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan pelanggaran serius terhadap regulasi keuangan Liga Primer. Jika upaya banding mereka gagal, hukuman yang dijatuhkan berpotensi mengubah lanskap sepak bola Inggris secara drastis, termasuk membuka peluang bagi klub-klub rival untuk merekrut pemain bintang dengan harga yang lebih terjangkau.
Johnson, yang pernah memperkuat Liverpool sebagai bek kanan, menilai skuad asuhan Pep Guardiola dibangun dengan kualitas yang merata sehingga banyak pemain layak diperebutkan. "Mungkin kiper Gianluigi Donnarumma. Tapi Anda bisa berdebat soal banyak pemain. Mereka membangun tim yang luar biasa. Anda bisa berargumen untuk Antoine Semenyo dan sebagian besar bek tengah. Anda akan senang memilihnya," ujarnya.
Donnarumma, yang kini berusia 27 tahun, dipandang sebagai kandidat ideal untuk menjadi penerus jangka panjang Alisson Becker di bawah mistar Liverpool. Performa impresifnya bersama City, dengan torehan 15 clean sheet di Liga Primer pada musim pertamanya, menunjukkan kualitas yang bisa menjaga stabilitas lini belakang The Reds untuk bertahun-tahun ke depan. Sementara itu, Semenyo menawarkan fleksibilitas di lini serang dengan kontribusi dua gol dan tiga assist, meski masih dalam proses adaptasi di level tertinggi.
Wacana ini tidak lepas dari situasi hukum yang membelit Manchester City. Kubu rival menilai pengurangan poin saja tidak cukup jika City hanya absen satu musim sebelum kembali ke kasta teratas. Legenda Liverpool Jamie Carragher menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini harus tuntas musim ini demi menjaga integritas kompetisi. "Saya tahu kata yang muncul saat ini adalah 'palsu'; hampir saja membuat Liga Primer musim ini, gelar yang diperebutkan akan menjadi palsu, jika Manchester City memenangi liga dengan apa yang kita ketahui telah terjadi," kata Carragher.
"Jadi ini harus diselesaikan musim ini, dan saya pikir hukumannya, apa pun itu, tidak bisa hanya satu musim, karena ini telah berlangsung bertahun-tahun, jadi saya pikir hukumannya harus berlangsung bertahun-tahun."
— Jamie Carragher, mantan bek Liverpool
Selain potensi degradasi, ada pula persoalan trofi yang diraih selama periode dugaan pelanggaran. Liverpool berpotensi mendapatkan hingga lima trofi tergantung tingkat keparahan hukuman. Meski trofi yang diberikan secara retroaktif terasa kurang bermakna, The Reds bisa diuntungkan dari terbukanya pasar transfer untuk pemain-pemain City. Arsenal dikabarkan telah membuka diskusi mengejutkan terkait Erling Haaland, yang telah mencetak lima gol dalam lima laga Liga Primer musim ini, namun Johnson menilai Liverpool sebaiknya mengalihkan perhatian ke posisi lain.
Jika skenario terburuk bagi City terwujud, bursa transfer bisa berubah menjadi medan perburuan bagi klub-klub besar Eropa. Liverpool, yang tengah membangun kembali skuadnya, berpeluang besar menambah kedalaman tim dengan pemain berkualitas tanpa harus membayar harga penuh. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil banding City dan seberapa cepat otoritas Liga Primer menyelesaikan kasus ini.
Pertanyaannya kini, akankah Liverpool bergerak cepat jika pintu itu terbuka, atau justru klub lain yang lebih dulu mengambil keuntungan dari gejolak besar di Etihad Stadium?



