Toast Rilis IQ Team, Otomasi Jadwal dan Payroll Restoran Berbasis AI
Baca dalam 60 detik
- Toast memperkenalkan IQ Team, solusi manajemen tenaga kerja yang menggabungkan peramalan penjualan, penjadwalan otomatis, dan pengelolaan tip untuk menekan biaya operasional restoran.
- Ekspansi IQ Grow menghadirkan agen AI untuk SEO, ulasan, dan promosi, memungkinkan operator menjalankan pemasaran digital dengan intervensi manusia yang minimal.
- Langkah ini menegaskan arah Toast menuju platform agentic yang mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja restoran, berpotensi mengubah lanskap industri POS global.

Toast, platform teknologi global untuk bisnis restoran dan ritel, resmi meluncurkan Toast IQ Team, solusi manajemen tenaga kerja yang dirancang membantu operator mengendalikan biaya tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas shift. Peluncuran ini berbarengan dengan perluasan besar-besaran Toast IQ Grow, solusi pemasaran yang diperkenalkan awal 2026. Langkah tersebut menandai babak baru upaya Toast membangun platform agentic yang mampu menyerap pekerjaan paling berat dalam menjalankan bisnis restoran.
Industri restoran dan ritel selama ini bergulat dengan margin tipis, sementara kompleksitas operasional terus meningkat seiring volume pelanggan. Survei Voice of the Restaurant 2026 dari Toast mengungkap hampir sembilan dari sepuluh operator restoran (86%) telah mencoba AI untuk keperluan bisnis. Namun, ketika perangkat AI berdiri sendiri di luar platform yang biasa digunakan, alat-alat itu justru berpotensi menjadi beban tambahan. Toast IQ Team dan IQ Grow dirancang menyatu dengan platform Toast, menggunakan data penjualan, karyawan, dan tamu milik pengguna, sehingga menghasilkan wawasan yang kontekstual dan dapat ditindaklanjuti tanpa mengorbankan pengawasan manusia.
"Setiap operator menginginkan restoran penuh atau antrean di depan pintu, tetapi volume yang lebih tinggi sering membawa kompleksitas operasional yang lebih besar," ujar Mike Miller, Chief Product Officer Toast. "Kami terus membangun visi ekosistem Toast IQ untuk mengambil alih pekerjaan berat restoran dan peritel, terutama saat shift sibuk. Peningkatan di Toast IQ Grow dirancang menarik lebih banyak tamu dan membuat mereka kembali, sementara Toast IQ Team mulai menangani pekerjaan back office yang menyertai pertumbuhan itu."
Toast IQ Team menggabungkan peramalan penjualan, penjadwalan agentic, dan fitur gamifikasi dengan manajemen payroll dan tip. Penjadwalan menjadi titik krusial: terlalu sedikit staf merusak layanan, terlalu banyak menggerus margin, sementara perubahan ketersediaan karyawan, permintaan libur, dan tukar shift menambah rumit. Restoran Toast yang memakai solusi penjadwalan dalam IQ Team rata-rata mencatat 41% lebih sedikit jam lembur per karyawan dibandingkan yang tidak menggunakannya.
Fitur baru dalam IQ Team mencakup Sales Forecasting yang memanfaatkan data POS historis untuk merencanakan staf berdasarkan permintaan, Scheduling Agent (beta) yang menyusun jadwal lengkap dalam hitungan detik, dan Team Performance yang memungkinkan kontes internal dengan papan peringkat langsung di aplikasi MyToast. Aplikasi karyawan MyToast juga diperbarui untuk melihat jadwal, tukar shift, cek penghasilan, dan memantau kontes. Tips Manager mengotomatiskan perhitungan tip pool dan menyediakan tanda terima digital, sementara Payroll Benefits memungkinkan operator menawarkan asuransi kesehatan dan 401(k) terintegrasi payroll. Timekeeping di Toast POS menyinkronkan jadwal dengan POS untuk memantau clock-in awal dan akhir shift. Payroll Success Partners (PSP) menyediakan dukungan manusia yang dikenal namanya, dengan sembilan dari sepuluh pelanggan memberi rating 5 dari 5.
"Toast IQ Team telah menghemat banyak waktu sayaโmulai dari payroll, penjadwalan, kontes, manajemen tip, hingga kebijakan tip pool. Semuanya menghemat sekitar 10 hingga 15 jam per minggu," kata Tricia Rowley, Director of Operations Madi Group.
Sementara itu, Toast IQ Grow yang diperkenalkan awal 2026 menggabungkan AI agentic dengan pemasar manusia khusus. Agen baru mencakup SEO Agent (beta) yang memantau kehadiran online dan data Toast untuk menemukan celah visibilitas di pencarian tradisional dan AI, Photography Services dengan dua sesi foto profesional per tahun, Reviews Agent yang otomatis meminta ulasan di momen interaksi tamu, Offers Agent (beta) yang merekomendasikan penawaran berdasarkan data tamu dan transaksi, serta Marketing Agent yang berperan sebagai strategi dan copywriter selalu aktif untuk kampanye email, SMS, dan media sosial. Tinku Saini, pemilik Tarka Indian Kitchen, melaporkan kenaikan 39% total ulasan Google dan 41% ulasan bintang lima dalam 10 minggu setelah memakai Reviews Agent.
Toast juga memperluas IQ dengan agen tambahan melalui Test Kitchen: Menu Agent (beta) untuk optimasi menu dan rekomendasi harga, Answering Agent (beta) untuk menjawab telepon, dan Configurable Agents (beta) yang memungkinkan operator menyiapkan agen dari templat tanpa keahlian teknis. Pembaruan lain termasuk dukungan bahasa Spanyol, Mandarin Sederhana, dan Prancis Quรฉbec di Toast Web, asisten IQ, serta perangkat Toast Go; Toast Fuel untuk operasi bahan bakar dan pembayaran di platform ritel; serta pengalaman bersantap modern lewat Toast Tables dengan Seamless Checkout dan Ticketing.
Bagi pasar Indonesia, langkah Toast ini bisa menjadi cermin bagi penyedia POS lokal dan pelaku UMKM kuliner yang menghadapi tantangan serupa: mengelola tenaga kerja dan pemasaran di tengah margin tipis. Adopsi AI agentic di sektor restoran Indonesia masih awal, tetapi tekanan efisiensi pasca-pandemi dan persaingan digital membuat solusi semacam ini semakin relevan. Pertanyaannya, akankah pemain domestik mampu menghadirkan integrasi serupa dengan harga terjangkau, atau justru pasar dikuasai platform global?



