Doctor Who Cari Showrunner Baru: Jed Mercurio hingga World Productions Masuk Bursa
Baca dalam 60 detik
- BBC membuka tender kompetitif untuk produksi Doctor Who, memicu minat dari sejumlah rumah produksi besar.
- Jed Mercurio, kreator Line of Duty, mengajukan proposal melalui Hat Trick Mercurio dengan dirinya sebagai executive producer.
- World Productions, di bawah ITV Studios, juga bersaing, menambah ketidakpastian arah masa depan waralaba sci-fi terpanjang itu.

BBC resmi membuka penawaran kompetitif untuk produksi serial Doctor Who, dan sejumlah nama besar mulai mengajukan proposal. Langkah ini menandai babak baru bagi waralaba sci-fi yang telah berjalan lebih dari enam dekade, sekaligus memicu spekulasi tentang siapa yang akan memegang kendali kreatif berikutnya.
Yang mengejutkan, Jed Mercurio—showrunner drama polisi Line of Duty—dikabarkan ikut serta. Menurut laporan Deadline, Mercurio mengajukan proposal melalui Hat Trick Mercurio, perusahaan produksi yang ia jalankan bersama pendirinya, Jimmy Mulville. Dalam proposal tersebut, Mercurio akan bertindak sebagai executive producer. Meski dikenal lewat Line of Duty yang akan memasuki musim ketujuh pada 2027, Mercurio bukan tanpa pengalaman di genre sci-fi; ia pernah menciptakan miniseri Invasion: Earth pada 1998.
Pesaing kuat lainnya datang dari World Productions, yang sejak 2017 berada di bawah naungan ITV Studios. CEO World Productions, Simon Heath, memimpin rencana ini. Rumah produksi tersebut memiliki rekam jejak mumpuni, termasuk menghasilkan thriller politik Bodyguard yang menjadi salah satu program BBC paling ditonton pada 2018.
Meski demikian, mengambil alih Doctor Who bukan perkara mudah. Serial ini memiliki sejarah panjang, mitologi rumit, dan penggemar setia yang dikenal kritis. Seorang eksekutif produksi senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Deadline, "Jika Jane Tranter dan Russell T Davies saja tidak bisa memahami acara itu, lalu siapa yang bisa dan mau? Ini terasa seperti tugas tanpa pamrih."
Konteks Indonesia: Bagi penggemar Doctor Who di Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi penentu apakah serial tersebut akan tetap tayang di platform streaming global atau mengalami perubahan arah yang memengaruhi akses. Indonesia sendiri memiliki komunitas Whovian yang cukup aktif, meski tidak sebesar basis penggemar di Eropa atau Amerika. Jika produksi berpindah tangan ke perusahaan seperti ITV Studios, ada kemungkinan perubahan strategi distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan di pasar Asia Tenggara.
Pertanyaannya, apakah minat besar terhadap waralaba ini cukup untuk mengatasi tantangan kreatif dan ekspektasi penggemar? Dengan dua kandidat kuat yang telah muncul, BBC tampaknya memiliki opsi menjanjikan. Namun, seperti disiratkan oleh sumber Deadline, menjadi showrunner Doctor Who bisa jadi posisi yang tidak diinginkan banyak orang. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah salah satu dari mereka mampu membawa TARDIS ke era baru yang gemilang.



