Netflix dan Supermassive Games Hadirkan Game Horor Interaktif The Conjuring: Unspoken
Baca dalam 60 detik
- Netflix akan merilis game horor interaktif The Conjuring: Unspoken pada 13 Oktober, dikembangkan oleh Supermassive Games, studio di balik Until Dawn.
- Pemain berperan sebagai demonolog bernama Francesca Noakes yang menyelidiki Red Lion Inn di Inggris, menggunakan ponsel sebagai alat pemburu hantu.
- Game ini eksklusif untuk pelanggan Netflix dan diperkirakan tidak akan hadir di konsol atau PC, memperkuat strategi Netflix dalam industri game.

Netflix kembali memperluas cakupan hiburan interaktifnya dengan mengumumkan game horor terbaru berjudul The Conjuring: Unspoken, yang akan dirilis pada 13 Oktober mendatang. Game ini dikembangkan oleh Supermassive Games, studio yang dikenal lewat Until Dawn, dan mengambil latar alam semesta The Conjuring yang telah melahirkan sembilan film sejak 2013.
Langkah ini menandai babak baru bagi waralaba horor tersebut, yang sebelumnya hanya hadir di layar lebar. Meski kisah Ed dan Lorraine Warren telah tamat lewat The Conjuring: Last Rites (2025), semesta cerita tetap hidup melalui prekuel The Conjuring: First Communion (2027) dan kini ekspansi ke medium game. Netflix tampaknya ingin memanfaatkan basis penggemar setia untuk mendorong keterlibatan di platformnya, terutama di segmen horor yang selalu diminati.
Dalam The Conjuring: Unspoken, pemain akan berperan sebagai Francesca Noakes, seorang demonolog yang dikirim ke Inggris untuk menyelidiki kejadian misterius di Red Lion Inn. Pengalaman bermain akan memanfaatkan ponsel pintar sebagai alat pemburu hantu, berfungsi sebagai pembaca elektromagnetik, kamera inframerah, dan kotak roh. Tujuan akhirnya adalah menemukan dan menangkap hantu yang menghantui keluarga Cooper.
Meski berlatar di dunia The Conjuring, trailer yang beredar tidak menampilkan Ed dan Lorraine Warren. Ada kemungkinan mereka akan muncul sebagai kejutan, mengingat petualangan mereka pernah membawa ke Inggris dalam The Conjuring 2. Namun, bisa jadi ini adalah spin-off terpisah seperti The Nun dan Annabelle yang tetap terhubung dengan cerita utama.
Keputusan Netflix untuk menjadikan game ini eksklusif di platformnya menunjukkan strategi yang semakin agresif dalam industri game. Sejak sukses Black Mirror: Bandersnatch dan Unhinged, Netflix terus mengembangkan format cerita interaktif sebagai pembeda dari layanan streaming lain. Dengan menggandeng Supermassive Games yang memiliki rekam jejak dalam narasi bercabang, Netflix berharap dapat menarik gamer casual yang juga pelanggan setia layanan mereka.
"Kami ingin memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda, di mana penonton tidak hanya menonton tetapi juga menentukan jalan cerita," ujar seorang perwakilan Netflix dalam pengumuman resminya.
Bagi penggemar horor di Indonesia, game ini bisa menjadi alternatif hiburan Halloween yang menarik, meski harus memiliki langganan Netflix untuk memainkannya. Tidak seperti game konsol yang bisa dibeli terpisah, model eksklusif ini membatasi akses hanya pada pelanggan aktif. Namun, dengan penetrasi Netflix yang cukup tinggi di Indonesia, potensi pasarnya tetap besar, terutama di kalangan dewasa muda yang menyukai konten horor dan interaktif.
Ke depannya, apakah model eksklusif seperti ini akan menjadi standar baru bagi Netflix dalam merilis game? Atau justru sebaliknya, mereka akan membuka akses ke platform lain untuk menjangkau lebih banyak pemain? Yang jelas, The Conjuring: Unspoken akan menjadi ujian apakah game interaktif berbasis waralaba film dapat sukses di pasar yang didominasi game konsol dan PC.



