Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Naik Dua Peringkat di Ranking FIFA
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menempati posisi ke-116 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
- Tambahan 9,45 poin sepanjang turnamen menjadi modal utama kenaikan dua peringkat, meski hasil imbang melawan Malaysia sempat mengurangi perolehan.
- Posisi Indonesia belum final karena sejumlah negara masih bertanding; FIFA dijadwalkan merilis pembaruan resmi pada Rabu (7/10/2026).

Timnas Indonesia resmi menembus peringkat ke-116 dunia dengan 1.166,50 poin dalam pembaruan sementara ranking FIFA, naik dua posisi dari sebelumnya. Lonjakan ini merupakan buah dari gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang diraih Skuad Garuda setelah menundukkan Thailand 4-2 melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Kemenangan atas Thailand menyumbang 3,35 poin tambahan bagi Indonesia. Sepanjang turnamen yang berlangsung dalam FIFA Matchday September–Oktober 2026, pasukan John Herdman tampil empat kali dengan catatan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Rinciannya, kemenangan 2-0 atas Singapura memberi 4,12 poin, kemenangan 9-2 atas Bangladesh menyumbang 2,66 poin, sementara hasil imbang 0-0 melawan Malaysia justru memotong 0,68 poin. Secara total, Indonesia mengumpulkan tambahan 9,45 poin dari ajang tersebut.
Meski demikian, posisi Indonesia belum sepenuhnya aman. Sejumlah negara masih menjalani pertandingan dalam periode jeda internasional ini, sehingga perolehan poin bisa berubah. FIFA akan merilis pembaruan resmi pada Rabu (7/10/2026) setelah seluruh anggotanya menyelesaikan laga dalam FIFA Matchday September–Oktober 2026.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi sepak bola Indonesia yang tengah membangun fondasi kompetitif di level Asia. Posisi ke-116 masih jauh dari ambisi menembus 100 besar, tetapi konsistensi meraih poin di ajang resmi FIFA menunjukkan progres nyata. Federasi dan tim pelatih perlu menjaga momentum dengan mengatur jadwal uji coba berkualitas agar perolehan poin tidak terbuang percuma.
"Kami bersyukur atas hasil ini, tetapi perjalanan masih panjang. Fokus kami adalah terus meningkatkan performa di setiap pertandingan," ujar John Herdman dalam keterangan usai laga final, seperti dikutip dari sumber resmi.
Dari kacamata strategi, hasil imbang melawan Malaysia menjadi catatan tersendiri. Meski hanya kehilangan 0,68 poin, laga tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Sebaliknya, kemenangan besar atas Bangladesh dan Singapura membuktikan bahwa Indonesia mampu mendominasi lawan-lawan di kawasan ASEAN.
Ke depan, posisi Indonesia di ranking FIFA akan sangat bergantung pada hasil laga-laga berikutnya, termasuk kemungkinan uji coba melawan tim di luar Asia Tenggara. Jika mampu mempertahankan tren positif, bukan tidak mungkin Indonesia menembus posisi yang lebih tinggi sebelum kualifikasi Piala Asia 2027 bergulir. Pertanyaannya, mampukah Skuad Garuda menjaga konsistensi di level yang lebih tinggi?



