Amazon Peringatkan Moratorium Data Center Ancam Dominasi AI AS, Altman: 'Terima Hal Buruk'
Baca dalam 60 detik
- AWS CEO Matt Garman menentang keras rencana penghentian pembangunan data center di lebih dari 100 komunitas AS, menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap posisi ekonomi dan keamanan nasional.
- Investasi infrastruktur AI AS diproyeksikan mencapai $10,3 triliun hingga 2032, memicu reaksi keras dari warga dan regulator di California dan Texas.
- Amazon meluncurkan program Built Together senilai $1 miliar untuk meredam resistensi, sementara Sam Altman dari OpenAI meminta publik menerima 'beberapa hal buruk' demi kemajuan AI.

Amazon Web Services (AWS) menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap gelombang penolakan pembangunan pusat data di lebih dari seratus komunitas Amerika Serikat. CEO AWS Matt Garman menilai bahwa penghentian proyek infrastruktur kecerdasan buatan (AI) tersebut dapat menempatkan Negeri Paman Sam pada posisi yang merugikan selama beberapa dekade ke depan.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Yahoo Tech, Garman menggarisbawahi bahwa pembangunan pusat data kini memiliki bobot strategis setara dengan pembangunan jaringan jalan raya antarnegara bagian pada abad ke-20. Ia memandang kepemimpinan AI sebagai kontes ekonomi dan keamanan nasional, di mana negara yang paling cepat membangun kapasitas komputasi akan menuai manfaat jangka panjang.
Peringatan ini muncul di tengah laporan Brookings Institution yang memperkirakan total investasi pusat data dan infrastruktur AI di AS bisa mencapai $10,3 triliun antara 2025 dan 2032. Angka tersebut setara dengan 3,63% dari PDB tahunan AS, menjadikannya salah satu gelombang belanja modal terbesar dalam sejarah modernโmelampaui skala relatif dari era kanal, kereta api, elektrifikasi, jalan raya, dan telekomunikasi.
Meski demikian, perbandingan dengan jalan raya menuai kritik karena mengabaikan perbedaan mendasar soal pendanaan. Jalan raya dibiayai oleh uang pajak, sedangkan Garman menegaskan bahwa pusat data AI dibiayai oleh perusahaan swasta. Argumen ini memang memudahkan secara politik, tetapi publik tetap menanggung konsekuensi seperti konsumsi listrik dan air yang masif.
Amazon berupaya meredam kekhawatiran dengan menyatakan bahwa isu kenaikan tagihan listrik, pengurasan air, dan polusi sering kali dibesar-besarkan. Garman menekankan bahwa AWS bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan tarif yang dibayar menutupi biaya energi dan infrastruktur. Perusahaan juga mengklaim fasilitasnya semakin efisien dalam penggunaan air dan beralih ke generator cadangan beremisi rendah.
Yang lebih signifikan, Amazon tampaknya menyadari bahwa sekadar meminta kepercayaan masyarakat tidak lagi cukup. Perusahaan berhenti menggunakan perjanjian kerahasiaan (NDA) dengan instansi pemerintah untuk proyek pusat data dan akan menerbitkan laporan tahunan tentang penggunaan energi dan air. Langkah ini diiringi peluncuran program Built Together dengan komitmen dana lebih dari $1 miliar selama lima tahun untuk investasi komunitas di sekitar pusat data AS.
"Ada area di mana industri teknologi dan energi bisa berbuat lebih baik, tetapi seperti ketika negara ini bersatu untuk mencapai sesuatu yang kritis bagi keamanan nasional dan kemakmuran ekonomi, kita harus mendekati ini sebagai misi jangka panjang yang dijalankan bersama sektor swasta dan publik," tulis Garman.
Namun, janji-janji tersebut datang tepat ketika oposisi tidak lagi bisa diabaikan sebagai sekadar keluhan segelintir tetangga. California menjadi contoh paling jelas: Gubernur Gavin Newsom baru saja menandatangani tujuh undang-undang yang mengatur pusat data, termasuk mencegah pelanggan listrik mensubsidi infrastruktur pusat data dan mewajibkan tinjauan lingkungan. Bahkan Texas, yang terkenal permisif, mulai memperketat pengawasan meski dengan celah besar.
Garman menuding misinformasi dan "kebohongan terang-terangan" sebagai pemicu resistensi. Akan tetapi, komitmen Amazon menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari penolakan publik adalah respons terhadap masalah yang nyata. Industri AI pada dasarnya sedang membuat taruhan infrastruktur terbesar dalam sejarah AS dengan asumsi bahwa permintaan dan pendapatan akan menutupi tagihan.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman dalam wawancara dengan Politico menyatakan, "Kami percaya dunia harus menerima beberapa hal buruk terjadi demi manfaat teknologi ini dan agar orang memiliki agensi." Pernyataan ini terutama merujuk pada keamanan AI dan penyalahgunaan, bukan pusat data. Namun, nada serupa juga berlaku untuk pembangunan fisik: publik diminta menerima gangguan saat ini demi manfaat AI di masa depan.
Baik Garman maupun Altman sama-sama menuntut keyakinan besar bahwa tujuan akhir AI membenarkan proses yang bergejolak. Namun, komunitas lokal tampaknya enggan memberikan cek kosong. Janji terbaru Amazon mengisyaratkan bahwa resistensi tidak bisa begitu saja digusur. Garman mungkin benar bahwa pusat data akan menjadi infrastruktur sekonsekuensial jalan raya antarnegara bagian, tetapi tidak ada yang ingin tinggal di tepi jalan tol. Pertanyaan tentang seberapa besar kendali warga di sekitar infrastruktur AI dan perlindungan apa yang pantas mereka dapatkan masih menjadi persoalan terbuka.



