2B dan A2 Resmi Masuk Dead by Daylight, Kolaborasi Nier: Automata Dimulai Hari Ini
Baca dalam 60 detik
- Behaviour Interactive mengumumkan kolaborasi Dead by Daylight dengan Nier: Automata yang menghadirkan 2B, A2, dan Emil sebagai skin, bukan karakter baru.
- Kolaborasi ini menyoroti keterkaitan tema kekerasan dan penderitaan antara kedua universe, menurut creative director Dave Richard.
- Meski belum ada sekuel resmi Nier: Automata, Square Enix terus mengandalkan crossover untuk menjaga waralaba tetap hidup.

Penggemar Nier: Automata mendapat kejutan pada 6 Oktober lalu. Behaviour Interactive, pengembang game horor asimetris Dead by Daylight, secara resmi merilis kolaborasi dengan Square Enix yang membawa tiga karakter ikonik dari RPG tersebut ke dalam The Fog. Kolaborasi ini tersedia mulai hari pengumuman, menandai langkah strategis lain dari Square Enix dalam memanfaatkan waralaba legendarisnya.
Berbeda dari crossover sebelumnya yang sering menghadirkan karakter baru, kali ini pendekatan yang diambil lebih pada skin. Feng Min akan mendapatkan skin Legendary 2B, sementara Yui Kimura memperoleh skin A2. Keduanya dilengkapi dengan musik unik, voice line, ikon HUD, dan animasi idle menu. Di sisi Killer, The Legion menerima outfit Very Rare yang terinspirasi dari Emil. Koleksi ini juga mencakup kemunculan Pod 042 serta potret Legendary untuk 2B dan A2.
Dave Richard, creative director Dead by Daylight, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertukaran aset visual. Menurutnya, ada benang merah tematik antara kedua game, terutama soal siklus kekerasan dan penderitaan. "Membawa 2B, A2, dan Emil ke dalam The Fog memberi kami kesempatan untuk merayakan apa yang membuat Nier: Automata begitu istimewa bagi kami," ujarnya dalam pengumuman resmi.
"Beyond the amazing characters and incredible visuals, there's a definite connection between the themes of our two universes, both dealing with cycles of violence and suffering." — Dave Richard, Creative Director Dead by Daylight
Langkah ini mempertegas pola Square Enix yang lebih memilih crossover ketimbang mengembangkan sekuel langsung. Hampir sepuluh tahun sejak Nier: Automata mendapat pujian kritis luas, belum ada tanda-tanda Nier 3. Sebaliknya, kreator Yoko Taro pernah berkelakar bahwa ia adalah "budak kapitalisme" yang akan mengerjakan apa pun selama dibayar. Meski demikian, Taro sempat membuat Nier: Reincarnation, game gacha mobile yang dianggap sebagian penggemar sebagai kelanjutan penting, namun ditutup pada 2024. Pada 2025, Taro mengungkapkan bahwa beberapa proyek barunya dibatalkan, tanpa memastikan apakah salah satunya adalah game Nier.
Bagi pasar Indonesia, kolaborasi semacam ini punya daya tarik tersendiri. Komunitas Dead by Daylight dan Nier: Automata di Tanah Air cukup aktif, terutama di platform seperti Steam dan PlayStation. Kehadiran skin 2B dan A2 berpotensi mendorong penjualan musiman, sekaligus memperkuat posisi Behaviour Interactive di pasar Asia Tenggara yang sensitif terhadap konten berlisensi Jepang. Namun, model skin seperti ini juga memicu diskusi soal nilai jual: penggemar berat mungkin mengharapkan karakter baru yang mengubah meta, bukan sekadar kosmetik.
Dari sisi industri, crossover menjadi strategi efisien untuk menjaga relevansi waralaba tanpa investasi pengembangan sekuel penuh. Square Enix tampaknya menyadari bahwa basis penggemar Nier: Automata masih kuat, tetapi mereka memilih monetisasi melalui lisensi. Sementara itu, Dead by Daylight terus memperluas jangkauan dengan merangkul properti intelektual dari berbagai genre, dari horor klasik hingga JRPG. Kolaborasi ini juga menjadi sinyal bahwa game horor asimetris masih menjadi kanal yang menarik bagi publisher Jepang untuk menjangkau audiens global.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Square Enix akan benar-benar menggarap sekuel Nier atau terus mengandalkan crossover sebagai penopang. Jika pola ini berlanjut, penggemar mungkin harus puas melihat 2B dan kawan-kawan tampil di game orang lain, bukan di petualangan baru mereka sendiri. Akankah kolaborasi ini menjadi batu loncatan menuju pengumuman yang lebih besar, atau justru menegaskan bahwa Nier telah beralih menjadi merek lisensi? Waktu yang akan menentukan, tetapi untuk sekarang, The Fog telah menyambut mereka.



