Thailand Pulang dengan Hadiah Runner-up, Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Meski gagal meraih trofi, posisi runner-up memastikan Thailand membawa pulang hadiah senilai 495 juta dolar AS, sementara Indonesia sebagai juara menerima 650 juta dolar AS.
- Hasil ini menempatkan Thailand sebagai runner-up pertama dalam sejarah FIFA ASEAN Cup, sekaligus menandai dominasi Asia Tenggara di edisi perdana turnamen di bawah naungan FIFA.

Timnas Thailand harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan Indonesia melalui adu penalti 4-2 dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Meski gagal mengangkat trofi, Changsuek tetap membawa pulang hadiah sebagai runner-up, sebuah penghiburan di tengah kekecewaan.
Pertandingan berjalan dramatis. Indonesia lebih dulu unggul melalui Dean James, namun Thailand merespons cepat lewat Iklas Sanron. Peeradol Chamratsamee sempat membawa Thailand berbalik unggul di babak tambahan waktu, sebelum Elkan Baggott memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Dalam drama tersebut, dua algojo Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sariya, gagal menjalankan tugasnya. Emil Audero menjadi pahlawan Indonesia dengan menepis eksekusi Nattapong.
Bagi Thailand, kekalahan ini terasa menyakitkan karena mereka hanya selangkah lagi meraih gelar. Namun, posisi kedua tetap memberikan kompensasi finansial yang signifikan. Sebelum turnamen, FIFA telah menetapkan total hadiah yang fantastis, dengan juara menerima 650 juta dolar AS dan runner-up 495 juta dolar AS. Angka ini menjadikan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai salah satu turnamen sepak bola paling menguntungkan di kawasan Asia Tenggara.
Keberhasilan Thailand mencapai final tidak lepas dari format turnamen yang berbeda. Edisi perdana ini tidak menggelar babak semifinal; juara dari masing-masing grup langsung bertemu di partai puncak. Indonesia dan Thailand, sebagai juara grup, melaju ke final untuk memperebutkan gelar Divisi 1. Dengan demikian, Thailand tercatat sebagai runner-up pertama dalam sejarah kompetisi ini.
"Kami kecewa tidak membawa pulang trofi, tetapi kami bangga telah menjadi bagian dari sejarah. Hadiah ini akan kami gunakan untuk pengembangan sepak bola Thailand," ujar seorang pejabat federasi Thailand seusai pertandingan.
Dari kacamata Indonesia, kemenangan ini menegaskan posisi Timnas Garuda sebagai kekuatan dominan di Asia Tenggara. Gelar juara perdana FIFA ASEAN Cup menjadi modal berharga menjelang kompetisi internasional berikutnya. Sementara itu, Thailand harus puas dengan peran runner-up, meski secara finansial mereka tetap diuntungkan.
Ke depan, format turnamen ini berpotensi menjadi standar baru di kawasan. Dengan hadiah besar dan partisipasi FIFA, FIFA ASEAN Cup dapat meningkatkan daya saing sepak bola Asia Tenggara di kancah global. Pertanyaannya, akankah Thailand mampu bangkit dan menantang dominasi Indonesia pada edisi berikutnya?



