The Witcher 3 Remastered di Switch 2: Peningkatan Visual, tapi Ada Cacat Bloom dan Load Time
Baca dalam 60 detik
- Versi Remastered The Witcher 3 untuk Nintendo Switch 2 menghadirkan lompatan grafis signifikan dibandingkan port Switch pertama, meski masih menyisakan masalah bloom berlebihan dan waktu muat panjang.
- Perombakan tata letak skill memudahkan pendatang baru, tetapi membingungkan pemain lama yang sudah terbiasa dengan susunan sebelumnya.
- Dengan seluruh DLC disertakan, ini adalah cara paling lengkap menikmati mahakarya CD Projekt Red di platform Nintendo, namun perbaikan lebih lanjut masih dinantikan.

Nintendo Switch 2 akhirnya kedatangan The Witcher 3: Wild Hunt - Remastered, dan versi ini langsung menjadi pembicaraan di kalangan penggemar game. Setelah port Switch pertama yang secara teknis mengesankan namun secara visual penuh kompromi, kehadiran remaster di perangkat generasi baru ini menjanjikan pengalaman yang lebih layak. Namun, apakah semua janji itu terpenuhi?
Pertanyaan itu penting karena Switch 2 diposisikan sebagai konsol hybrid yang mampu menjalankan game kelas berat tanpa harus mengorbankan terlalu banyak kualitas. Bagi pemain yang belum pernah mencicipi petualangan Geralt, ini bisa jadi pintu masuk yang menggoda. Tapi bagi veteran, daya tariknya terletak pada seberapa jauh perbaikan yang ditawarkan.
Secara visual, lompatannya memang terasa. Tekstur berlumpur dan dedaunan buram yang menjadi ciri port orisinal kini nyaris hilang. Jarak pandang jauh lebih luas, model karakter lebih tegas, dan dunia tidak lagi terlihat seperti sedang berjuang menahan bentuknya sendiri. Menunggangi Roach melintasi perbukitan White Orchard atau lumpur Velen yang basah oleh hujan kini terasa lebih nyaman, bukan lagi permainan โtemukan objek yang muncul tiba-tibaโ.
Pertarungan pun lebih responsif. Tanda-tanda, dodge, dan gerakan berguling yang panik saat dikepung drowners terasa lebih mulus. Game ini bergerak dengan keyakinan yang tidak pernah dimiliki port pertama. Namun, ada satu masalah yang sulit diabaikan: efek bloom yang kadang terlalu berlebihan. Di bawah sinar matahari atau cahaya obor, rambut putih ikonik Geralt bisa tampak pirang, seolah ia mampir ke salon di Novigrad di sela kontrak.
Selain bloom, ada beberapa keluhan lain yang kembali muncul dari port Switch pertama. Kota-kota masih terasa agak sepi di beberapa titik, terutama Novigrad yang tidak sepadat versi platform lain. Kerumunan yang menipis mengurangi kesan kota metropolitan yang hidup. Ini batasan yang mungkin bisa dimaklumi di perangkat genggam, tetapi tetap terasa jika Anda pernah memainkan game ini di perangkat yang lebih kuat.
Waktu muat juga menjadi titik lemah. Fast travel antar wilayah seperti dari Novigrad ke Kepulauan Skellige bisa memakan waktu hingga 30 detik. Meskipun fast travel dalam wilayah yang sama jauh lebih cepat, di akhir permainan saat Anda perlu kembali untuk menyelesaikan kontrak Witcher dan berburu armor kelas Witcher, waktu tunggu ini akan terasa mengganggu.
โThe Witcher 3: Wild Hunt - Remastered adalah cara definitif untuk memainkan The Witcher 3 di sistem Nintendo, dan ini adalah lompatan besar dibandingkan rilis Switch orisinal.โ
Perubahan menarik lainnya adalah tata letak skill yang dirombak. Jika sebelumnya semua skill tersusun dalam satu garis, kini ada progresi yang lebih linear. Bagi pemain baru, ini peningkatan nyata: menu lebih bersih, informasi lebih mudah dicerna, dan penjelasan tentang bagaimana build Anda terbentuk tidak lagi terkubur dalam ikon-ikon kecil. Namun, bagi pemain lama yang sudah memiliki memori otot tentang posisi setiap skill, perubahan ini bisa membingungkan pada awalnya. Butuh beberapa level untuk beradaptasi.
Yang jelas, The Witcher 3: Wild Hunt - Remastered tetap menjadi The Witcher 3, salah satu game dengan penulisan terbaik yang pernah dibuat. Pencarian Geralt akan Ciri, anak angkatnya, masih menyimpan bobot emosional yang jarang disentuh game open-world. Alur cerita Bloody Baron tetap menjadi mahakarya dalam membuat pemain merasa tidak nyaman tentang pria yang mereka coba bantu. The Crones of Crookback Bog masih mengganggu dengan cara terbaik, dan perjalanan pertama ke Skellige dengan tebing-tebingnya yang diterpa angin serta krisis suksesi yang menuntut keputusan sulit tanpa jawaban benar, semuanya masih ada.
DLC yang disertakan menambah nilai jual. Hearts of Stone menampilkan Gaunter OโDimm sebagai salah satu penjahat paling menakutkan dalam seri ini, dengan misi pernikahan yang lucu sekaligus menyeramkan. Blood and Wine nyaris seperti game tersendiri, dengan pemandangan kebun anggur Toussaint yang cerah namun tetap menyajikan cerita dewasa tentang monster, baik yang literal maupun manusiawi.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Switch 2 dan game sekelas The Witcher 3 Remastered bisa menjadi pendorong adopsi konsol ini. Gamer Tanah Air yang mendambakan pengalaman bermain game AAA secara portabel mungkin tergoda, terutama karena versi ini menawarkan seluruh konten dalam satu paket. Namun, harga konsol dan game di Indonesia akan menjadi faktor penentu. Jika harga Switch 2 dan game ini terjangkau, bukan tidak mungkin ini menjadi titik balik bagi Nintendo di pasar gaming Indonesia yang selama ini didominasi PlayStation dan PC.
Ke depannya, CD Projekt Red diharapkan segera merilis patch untuk memperbaiki masalah bloom dan waktu muat. Jika itu dilakukan, versi Switch 2 ini bisa menjadi cara terbaik menikmati The Witcher 3 di perangkat genggam. Pertanyaannya, apakah Nintendo dan pengembang akan mendengarkan keluhan ini, ataukah pemain harus menerima kompromi yang ada?



