Newcastle Diminta Tiru Pola Woltemade untuk Ramsey: Jual demi Ambisi Baru
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Newcastle United disarankan mengulang strategi pemutusan kontrak Nick Woltemade dengan menjual Jacob Ramsey pada bursa transfer mendatang.
- Ramsey dinilai gagal memenuhi ekspektasi setelah dibeli seharga 43 juta poundsterling dari Aston Villa, dengan menit bermain minim dan kontribusi serangan yang konservatif.
- Langkah ini dianggap krusial untuk memberi ruang bagi gelandang baru yang lebih sesuai dengan visi Matthias Jaissle dan ambisi jangka panjang klub.

Newcastle United tengah berada di persimpangan setelah pergantian pelatih dari Eddie Howe ke Matthias Jaissle. Keputusan untuk melepas Nick Woltemade ke Juventus dengan status pinjaman—hanya setahun setelah dibeli seharga 69 juta poundsterling dari Stuttgart—menjadi sinyal bahwa era kesabaran terhadap pemain mahal yang kurang produktif telah berakhir. Kini, sorotan beralih ke Jacob Ramsey, yang diyakini perlu mengalami perlakuan serupa agar skuad The Magpies bisa bergerak lebih lincah di bursa transfer.
Ramsey didatangkan dari Aston Villa pada musim panas lalu dalam paket senilai 43 juta poundsterling, sebuah transaksi yang juga bertujuan membantu Villa mematuhi aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR) Liga Primer. Namun, gelandang berusia 25 tahun itu belum mampu menembus starting eleven secara reguler. Musim ini, ia baru tampil tiga kali di Liga Primer, semuanya sebagai pengganti, dengan rata-rata hanya 23 menit per pertandingan. Posisinya di urutan gelandang pun kian terpuruk seiring kedatangan pemain-pemain baru.
Data musim lalu memperkuat keraguan tersebut. Dari 28 penampilan di Liga Primer, Ramsey hanya 15 kali menjadi starter, mencetak dua gol dan tiga assist, serta memenangkan 55% duel. Namun, catatan tembakan tepat sasaran per pertandingan hanya 0,1, dan ia hanya menciptakan dua peluang besar. Konservatisme dalam penguasaan bola membuatnya sulit bersaing di lini tengah yang menuntut agresivitas dan kreativitas tinggi.
Keputusan Newcastle melepas Woltemade secara instan memang sempat menuai pro dan kontra. Penyerang Jerman itu hanya melepaskan 32 tembakan sepanjang musim, dengan 13 di antaranya tepat sasaran. Meski memiliki tingkat konversi yang menjanjikan, ia dianggap terlalu selektif dalam mengambil peluang. Kedatangan Fernandez-Pardo—penyerang yang lebih cepat dan lapar gol—menegaskan bahwa Jaissle menginginkan tipe pemain yang berbeda. Pola ini, menurut pengamat, seharusnya diterapkan juga pada Ramsey.
"Ramsey bukan pemain buruk, dan ia bisa saja pindah ke klub Liga Primer lain dan menjadi bagian penting. Namun, seperti Woltemade, transfer mahalnya tidak berjalan sesuai rencana, dan peningkatan kualitas di lini tengah menjadi keharusan untuk mencapai ambisi tinggi Jaissle," tulis analis Football FanCast, Angus, dalam laporannya.
Bagi Newcastle, menjual Ramsey bukan semata soal melepas beban gaji. Langkah ini akan memberikan ruang finansial dan taktis untuk merekrut gelandang yang lebih cocok dengan sistem Jaissle. Klub yang dimiliki dana investasi Arab Saudi (PIF) itu tengah membangun fondasi jangka panjang dengan mendatangkan pemain-pemain muda. Ramsey, yang pernah dipuja Steven Gerrard di Villa Park, kini berada di titik di mana ia perlu mencari menit bermain reguler di tempat lain untuk menghidupkan kembali kariernya.
Jika Newcastle ingin bersaing di papan atas dan kompetisi Eropa, mereka tidak bisa menampung pemain yang hanya menjadi opsi pelapis dengan harga selangit. Menjual Ramsey bisa menjadi langkah pragmatis, sekaligus memberi kesempatan bagi sang pemain untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Pertanyaannya, akankah manajemen The Magpies bertindak cepat sebelum jendela transfer ditutup, atau justru memberi Ramsey satu musim penuh untuk membuktikan diri di bawah Jaissle?



