Dragon's Dogma 2: Dark Arisen Tak Tambah Vocation Baru, Ini Alasan Capcom
Baca dalam 60 detik
- Capcom memastikan ekspansi Dark Arisen untuk Dragon's Dogma 2 tidak akan menghadirkan vocation anyar, melainkan memperdalam kelas yang sudah ada.
- Keputusan ini diambil agar seluruh pemain merasakan pengalaman segar tanpa harus mempelajari mekanisme kelas baru yang mungkin tidak diminati.
- DLC yang rilis 9 Oktober mendatang tetap menawarkan wilayah baru Norgan, 12 dungeon Lost Rites, mode Hard, dan kampanye 15–20 jam.

Capcom menegaskan bahwa ekspansi besar untuk Dragon's Dogma 2, Dark Arisen, tidak akan menambah vocation atau kelas karakter baru. Keputusan ini disampaikan menjelang peluncuran DLC yang dijadwalkan pada 9 Oktober mendatang, dan disebut sebagai pilihan sadar, bukan kelalaian pengembang.
Dalam wawancara dengan Nintendo Everything pada 21 September, sutradara Kento Kinoshita menjelaskan bahwa timnya tidak pernah berencana menghadirkan vocation tambahan. "Kami tidak pernah benar-benar mempertimbangkan untuk menambah vocation baru. Pendekatan kami lebih kepada memperluas kemungkinan strategis dari vocation yang sudah ada, karena itu akan lebih bermanfaat bagi semua pemain," ujarnya. Ia menambahkan bahwa memperkaya kelas yang ada akan memberi sensasi segar, alih-alih menambahkan opsi yang belum tentu diminati.
Pernyataan ini menjawab spekulasi penggemar yang sempat berharap kehadiran kelas baru dalam ekspansi tersebut. Namun, menurut Kinoshita, fokus pada pendalaman mekanisme dinilai lebih efektif untuk menjaga keseimbangan dan memperkaya pengalaman bermain secara keseluruhan.
Meski tanpa vocation anyar, Dark Arisen menawarkan sejumlah fitur yang disebut sebagai peningkatan terbesar dalam sejarah RPG fantasi Capcom tersebut. Salah satunya adalah wilayah bersalju Norgan yang luas, lengkap dengan badai salju dan musuh-musuh baru yang menantang. Area ini bisa dijangkau relatif awal dalam kampanye utama, tetapi pemain dianjurkan untuk mempersiapkan diri hingga level 40 sebelum menjelajah.
Ekspansi ini juga menghadirkan 12 Lost Rites, dungeon tantangan yang tersebar di Norgan dan dunia lama. Dungeon-dungeon ini menawarkan tingkat kesulitan lebih tinggi dengan imbalan peralatan langka dan senjata yang dapat ditingkatkan. Bagi yang menginginkan tantangan lebih berat, tersedia mode Hard baru yang disertakan dalam paket.
"Kami berharap para pemain menantikan akhir dari alur cerita baru dan sepenuhnya memahami makna nama Dragon's Dogma 2: Dark Arisen," kata Kinoshita.
Selain itu, ada kampanye cerita baru di mana pemain bekerja sama dengan Eir untuk melacak entitas misterius bernama Fallen Dragon. Durasi penyelesaiannya diperkirakan 15–20 jam, tetapi bisa lebih lama jika pemain mengeksplorasi misi sampingan.
Keputusan untuk tidak menambah vocation bisa dilihat sebagai strategi Capcom untuk memperkuat fondasi permainan yang sudah ada. Dengan memperdalam sistem kelas, pengembang berharap pemain lama maupun baru dapat mengeksplorasi ulang gaya bermain favorit mereka tanpa harus beradaptasi dengan mekanisme yang sepenuhnya baru. Bagi industri game, langkah ini mencerminkan tren di mana kualitas dan kedalaman konten lebih diutamakan daripada sekadar kuantitas.
Di sisi lain, penggemar di Indonesia yang menantikan ekspansi ini tetap bisa menikmati berbagai konten baru yang ditawarkan. Meski tidak ada vocation tambahan, fitur-fitur seperti Norgan, Lost Rites, dan mode Hard diharapkan mampu memberikan pengalaman bermain yang lebih menantang dan memuaskan. Peluncuran Dark Arisen pada 9 Oktober akan menjadi momen penting bagi komunitas Dragon's Dogma 2 untuk kembali menyelami dunia game yang kaya.
Ke depan, apakah Capcom akan mempertimbangkan penambahan vocation melalui pembaruan pasca-rilis atau sekuel? Keputusan mereka untuk fokus pada pendalaman saat ini bisa menjadi sinyal arah pengembangan jangka panjang. Yang jelas, para pemain akan segera menilai sendiri apakah ekspansi ini memenuhi ekspektasi tanpa kehadiran kelas baru.



