Laowa 24mm f/2 Zero-D Tilt-Shift: Lensa Tilt-Shift Tercepat di Dunia, Siap Rilis 5 November
Baca dalam 60 detik
- Venus Optics memperkenalkan Laowa 24mm f/2 Zero-D Tilt-Shift, lensa tilt-shift tercepat yang pernah dibuat dengan bukaan f/2.
- Lensa ini menawarkan tilt +/-10 derajat dan shift +/-12mm, plus sudut pandang 108,8 derajat, ideal untuk fotografi arsitektur dan lanskap.
- Dijadwalkan rilis 5 November dengan harga US$1.249, tersedia untuk mount Canon RF, Nikon Z, Sony E, L-mount, serta medium format Fujifilm GFX dan Hasselblad XCD.

Venus Optics kembali menantang pakem industri optik dengan meluncurkan Laowa 24mm f/2 Zero-D Tilt-Shift, yang diklaim sebagai lensa tilt-shift tercepat di dunia. Lensa ini dijadwalkan meluncur pada 5 November mendatang dengan banderol US$1.249, dan akan tersedia untuk berbagai mount mirrorless full-frame serta beberapa kamera medium format.
Lensa tilt-shift selama ini identik dengan fotografi arsitektur karena kemampuan shift-nya mengoreksi distorsi perspektif yang membuat gedung tinggi tampak miring ke dalam. Namun, fungsi tilt menambah dimensi lain: fotografer lanskap dan kreator efek visual dapat mengatur kedalaman bidang secara independen dari panjang fokus, jarak fokus, dan bukaan. Hasilnya, mulai dari ketajaman hampir tak terbatas hingga efek 'toytown' yang mengaburkan sebagian besar frame, semuanya bisa dicapai.
Laowa 24mm f/2 Zero-D Tilt-Shift menawarkan tilt +/-10 derajat dan shift +/-12mm, plus sudut pandang lebar 108,8 derajat. Kombinasi ini menjadikannya sangat cocok untuk memotret bangunan dan lanskap kota. Berbeda dari Laowa FFII TS 100mm f/2.8 Macro 1X yang lebih condong ke makro, lensa 24mm ini mengutamakan fleksibilitas sudut lebar.
Dengan bukaan f/2, lensa ini unggul dalam kondisi cahaya rendah, seperti saat memotret pemandangan kota senja atau interior bangunan. Fungsi tilt tetap memungkinkan kedalaman bidang yang luas meski bukaan besar. Venus Optics menegaskan bahwa tidak ada lensa tilt-shift lain yang menawarkan bukaan sebesar ini.
Lensa ini kompatibel dengan mount Canon RF, Nikon Z, Sony E, dan L-mount untuk kamera mirrorless full-frame. Selain itu, tersedia juga opsi mount Fujifilm GFX dan Hasselblad XCD untuk kamera medium format, dengan kemampuan tilt-shift penuh. Namun, versi L-mount tidak kompatibel dengan beberapa body Panasonic Lumix tertentu seperti S52, S52X, S1M2, S1M2E, dan S1R2.
Seperti lensa tilt-shift pada umumnya, tidak ada fitur autofokus. Namun, kualitas optiknya diperkuat dengan lima elemen Extra-low Dispersion, dua elemen aspherical, dan empat elemen Ultra-high Refraction. Elemen-elemen ini dirancang untuk meningkatkan ketajaman, kejernihan, dan reproduksi warna sekaligus menekan aberasi seperti color fringing. Klaim 'Zero-D' juga berarti distorsi optik diminimalkan secara optis, bukan lewat koreksi perangkat lunak.
"Lensa ini menawarkan kombinasi tilt-shift dan bukaan cepat yang belum pernah ada sebelumnya, memberi fotografer arsitektur dan lanskap kontrol kreatif lebih besar," ujar perwakilan Venus Optics.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran lensa ini bisa menjadi angin segar bagi fotografer profesional dan studio arsitektur yang selama ini mengandalkan lensa tilt-shift dari merek besar seperti Canon atau Nikon. Harga US$1.249 setara sekitar Rp19 juta (kurs Rp15.200), kompetitif dibanding lensa tilt-shift sekelasnya. Namun, ketersediaan resmi di Indonesia masih menunggu pengumuman distributor.
Dengan spesifikasi yang tidak biasa, Laowa 24mm f/2 Zero-D Tilt-Shift berpotensi mengubah cara fotografer memandang lensa tilt-shift: bukan sekadar alat koreksi perspektif, melainkan instrumen kreatif serbaguna. Pertanyaannya, apakah pasar Indonesia siap menerima lensa niche dengan harga premium ini?



