One UI 9 Resmi Menggulir ke Galaxy S26: Enam Fitur yang Layak Dicoba
Baca dalam 60 detik
- Samsung mulai mendistribusikan One UI 9 ke Galaxy S26 secara global setelah melewati fase beta panjang.
- Pembaruan berbasis Android 17 ini membawa My FanCam, kustomisasi Quick Settings lebih dalam, dan indikator privasi lokasi yang informatif.
- Pengguna Galaxy di Indonesia dapat segera memanfaatkan fitur-fitur tersebut begitu update tersedia di perangkat masing-masing.

Samsung resmi merilis One UI 9 untuk jajaran Galaxy S26 di seluruh dunia, menandai langkah besar setelah seri Galaxy Z Fold 8 lebih dulu mencicipinya pada pertengahan tahun. Pembaruan yang berbasis Android 17 ini tidak sekadar menambal celah keamanan, melainkan membawa sejumlah kemampuan baru yang mengubah cara pengguna berinteraksi dengan ponsel.
Bagi pengguna Galaxy S26, kehadiran One UI 9 menjadi momen yang ditunggu. Pasalnya, peningkatan perangkat keras pada seri ini—terutama sektor kamera—membuat fitur-fitur baru semakin relevan. Samsung tampaknya ingin memastikan bahwa pengalaman perangkat lunak sepadan dengan spesifikasi yang diusung.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah My FanCam. Fitur ini memungkinkan Galaxy AI mendeteksi dan mengunci subjek dalam video, lalu secara otomatis memotong footage horizontal menjadi vertikal tanpa perlu repot mengatur bingkai. Misalnya, saat merekam anak bermain sepak bola, pengguna dapat memilih anak sebagai subjek, dan AI akan mengikutinya sepanjang video. Hasilnya bisa langsung dibagikan ke media sosial dalam format vertikal.
Kustomisasi Quick Settings juga mendapat perombakan. Jika sebelumnya pengguna hanya bisa mengatur ulang tombol, kini ukuran slider volume dan kecerahan dapat diperkecil bahkan diatur vertikal. Tombol seperti mode gelap dan senyap pun bisa dipindahkan sesuai preferensi. Perubahan ini terasa sepele, tetapi memberikan kontrol lebih besar bagi pengguna yang gemar menata antarmuka.
Indikator privasi yang selama ini hanya berupa titik warna kini lebih komunikatif. Ketika aplikasi mengakses lokasi, indikator berubah biru. Mengetuknya akan membuka panel yang menunjukkan aplikasi mana yang sedang mengakses lokasi, termasuk opsi "Lihat akses terbaru" untuk melacak riwayat beberapa hari ke belakang. Langkah ini menjawab kekhawatiran pengguna terhadap aplikasi yang diam-diam memantau posisi.
"Peningkatan pada indikator privasi menunjukkan bahwa Samsung merespons kebutuhan pengguna akan transparansi data," ujar seorang analis teknologi yang enggan disebutkan namanya.
Fitur lain yang tak kalah berguna adalah integrasi Finder di bilah pencarian layar utama. Kini pengguna dapat mengakses Finder—alat pencarian internal Samsung—berdampingan dengan Google Search. Cukup mencubit layar utama, masuk ke Pengaturan, dan mengaktifkan opsi Finder. Bilah pencarian akan terbagi dua: sisi Google untuk web, sisi Finder untuk menjelajahi konten di dalam ponsel.
Untuk kenyamanan berkendara, Motion Assist hadir meski bukan bagian dari One UI 9. Fitur ini menampilkan gelembung bergerak di tepi layar yang membantu mengurangi mabuk perjalanan. Google mengklaim isyarat visual ini menyelaraskan apa yang dilihat mata dengan yang dirasakan tubuh. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui Pengaturan > Layanan Google > Semua layanan > Keamanan pribadi & perangkat.
Dukungan PDF native di aplikasi My Files juga menjadi tambahan praktis. Tidak perlu lagi mengunduh penampil PDF pihak ketiga atau membuka Google Drive. Cukup pilih file PDF di My Files, dan dokumen akan terbuka di penampil bawaan. Anotasi pun bisa dilakukan langsung di Samsung Notes, memperkuat ekosistem produktivitas Samsung.
Selain itu, ada pembaruan pada Now Brief dan Now Nudge yang memungkinkan pembuatan kartu dasbor terjadwal sesuai keinginan. Keamanan diperketat dengan kunci permanen setelah 13 kali gagal memasukkan kredensial—ponsel akan terkunci dan memerlukan reset pabrik. Fitur kecil seperti Tap-to-Answer untuk panggilan dan peningkatan Bixby melengkapi daftar panjang pembaruan ini.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran One UI 9 patut dinantikan. Samsung memiliki basis pengguna besar di Tanah Air, dan fitur-fitur seperti My FanCam serta PDF native akan sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja kreatif dan profesional muda. Namun, perlu dicatat bahwa rollout biasanya bertahap dan bergantung pada operator serta wilayah.
Pertanyaannya, seberapa cepat Samsung mendistribusikan update ini ke seluruh perangkat Galaxy S26 di Indonesia? Dan apakah fitur-fitur canggih ini akan tersedia merata atau hanya untuk model tertentu? Yang jelas, One UI 9 membawa angin segar bagi ekosistem Android, dan pengguna berhak menantikan pengalaman yang lebih mulus.



