As Roda Chery Omoda 5 Copot Lagi di Malaysia, Kualitas Perakitan CKD Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Video memperlihatkan as roda belakang Chery Omoda 5 terlepas saat melintas di jalan Malaysia, memicu kekhawatiran publik.
- Insiden ini bukan yang pertama: Chery sebelumnya menarik 600 unit Omoda 5 karena cacat poros belakang akibat kesalahan kalibrasi pengelasan.
- Kasus ini menekankan pentingnya pengawasan mutu pada lini perakitan CKD, termasuk di Indonesia, tempat Omoda 5 juga dipasarkan.

Sebuah rekaman yang memperlihatkan sebuah Chery Omoda 5 kehilangan as roda belakangnya saat melintas di jalan raya Malaysia menjadi viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, kendaraan itu tampak melintang dengan posisi miring setelah poros belakang dan kedua rodanya terlepas dari bodi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun perwakilan Chery mengenai penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini langsung memantik diskusi publik tentang konsistensi mutu SUV asal China itu. Pasalnya, masalah serupa pernah terjadi sebelumnya. Pada 2024, Chery Auto Malaysia mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 600 unit Omoda 5 yang diproduksi sekitar 15 Agustus 2023. Awalnya, perusahaan mengidentifikasi 60 unit yang menggunakan poros belakang bermasalah, sebelum akhirnya memperluas cakupan perbaikan.
Investigasi internal Chery mengungkap bahwa akar masalahnya adalah kesalahan kalibrasi peralatan pengelasan di salah satu pemasok. Wakil Presiden Chery Auto Malaysia, Lee Wen Hsiang, pada Mei 2024 menjelaskan bahwa penggantian ujung mesin las otomatis yang aus dengan yang baru justru memicu ketidaktepatan pengaturan. "Setelah penyelidikan menyeluruh, vendor melaporkan bahwa masalah muncul akibat peningkatan fasilitas, di mana ujung pengelasan otomatis yang usang diganti dengan yang baru, sehingga terjadi kesalahan kalibrasi," ujarnya saat itu.
Chery sendiri telah membangun fasilitas perakitan lokal completely knocked down (CKD) di Kulim, Kedah, bekerja sama dengan Inokom, untuk merakit berbagai model grup Chery, termasuk Omoda 5. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Chery di Asia Tenggara, yang juga menyasar pasar Indonesia melalui model serupa. Namun, insiden berulang ini dapat mengikis kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang dirakit secara lokal.
Bagi pasar Indonesia, kasus ini menjadi peringatan penting. Omoda 5 telah dipasarkan di Tanah Air dan menjadi salah satu model andalan Chery. Meskipun belum ada laporan serupa di Indonesia, konsumen berhak mendapatkan jaminan keselamatan dan mutu yang konsisten. Regulator otomotif di dalam negeri perlu proaktif memastikan bahwa setiap unit yang dijual, baik impor utuh maupun rakitan lokal, telah melalui uji kelayakan yang ketat. Selain itu, transparansi produsen dalam menangani potensi cacat produksi menjadi kunci menjaga reputasi merek di tengah persaingan SUV kompak yang semakin ketat.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Chery akan mengumumkan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk potensi recall lanjutan di Malaysia dan negara lain. Tanpa komunikasi yang jelas, kekhawatiran publik bisa meluas dan berdampak pada penjualan. Industri otomotif global kini menanti respons resmi Chery, sekaligus menguji seberapa serius komitmen perusahaan terhadap standar kualitas dan keselamatan pengguna.



