Hello Neighbor 3: Simulasi Hidup dan Ambisi Nikita Kolesnikov Setelah Sebelas Tahun
Baca dalam 60 detik
- Nikita Kolesnikov, pencipta Hello Neighbor, kembali menangani langsung seri ketiga setelah absen di sekuelnya.
- Hello Neighbor 3 mengusung sistem AI Goal-Oriented Action Planning yang membuat setiap NPC bertindak berdasarkan tujuan, bukan skrip.
- Game ini belum memiliki tanggal rilis, tetapi sudah dapat dimasukkan ke wishlist di Steam.

Hello Neighbor 3 resmi diperkenalkan di ajang gamescom 2026, dan Nikita Kolesnikov—kreator yang memulai semuanya dari nol—kembali memegang kendali penuh atas proyek ini. Setelah absen dalam pengembangan Hello Neighbor 2, ia kini mengerahkan hampir seluruh energinya untuk seri ketiga yang digadang sebagai kelanjutan langsung dari game pertama.
Perjalanan waralaba ini terbilang tidak biasa. Dimulai pada 2015 dengan tim berisi empat orang, demo yang dirilis setahun kemudian meledak di YouTube dan mengubah segalanya. Kini, Hello Neighbor telah menjelma menjadi ekosistem lintas medium: buku, komik, mainan, serial kartun, dan film yang tengah diproduksi. Tim pengembangnya pun tumbuh menjadi 16 orang—jumlah yang terbilang mungil untuk ukuran waralaba sebesar ini.
Dalam wawancara eksklusif di booth TinyBuild, Kolesnikov mengaku bahwa kesuksesan itu terasa "aneh". Ia tidak pernah membayangkan game pertamanya—yang ia kerjakan setelah keluar dari pekerjaan kantoran—bisa mendunia. "Saya pikir mungkin mendekati usia 50 saya baru bisa membuat satu game yang cukup populer," ujarnya. "Tapi empat tahun kemudian, semuanya sudah ada di YouTube."
Yang paling menarik dari Hello Neighbor 3 adalah ambisi teknologinya. Kolesnikov menjelaskan bahwa seluruh penduduk di dunia game—delapan karakter dalam sebuah kota kecil—digerakkan oleh sistem AI bernama Goal-Oriented Action Planning (GOAP). Sistem ini diadaptasi dari game legendaris F.E.A.R. dan bekerja dengan cara yang berbeda dari game kebanyakan. Alih-alih menggunakan behaviour tree yang kaku, setiap karakter diberi tujuan, lalu mereka sendiri yang menyusun rantai tindakan untuk mencapainya.
Konsekuensinya, dunia Hello Neighbor 3 menjadi hidup. Jika pemain mengubah sesuatu, efeknya menjalar ke mana-mana. Kolesnikov membandingkannya dengan Skyrim: "Di Skyrim, kamu memanah kepala seseorang, dan mereka hanya bilang, 'Suara apa itu?' lalu kembali ke rutinitas. Di sini, semuanya berujung pada kekacauan." Tidak ada kejadian acak; semua dihitung, tetapi sistemnya mudah diguncang.
Struktur permainannya mirip dengan Outer Wilds atau Breath of the Wild. Setiap sesi dimulai dari awal, tetapi pengetahuan yang dikumpulkan pemain—catatan, narasi, pemahaman mekanik—tetap terbawa. Pemain bisa langsung menuju bos akhir sejak awal, meski kemungkinan besar akan gagal. "Kebebasan adalah inti dari Hello Neighbor," tegas Kolesnikov. "Jika kamu melihat bangunan, atap, jurang—kamu bisa pergi ke sana. Tidak ada bangunan palsu."
"Saya tidak memiliki apa pun. Hello Neighbor hidup dengan caranya sendiri. Tapi game ketiga ini adalah pengalaman pribadi saya yang terisolasi." — Nikita Kolesnikov
Kolesnikov juga mengungkap bahwa ia tidak terlalu ambil pusing soal kontrol kreatif di medium lain. Untuk film dan komik, ia hanya memberi masukan visual atau atmosfer bila diminta. "Jika saya memaksa untuk terlibat dalam semuanya, saya tidak akan pernah tidur," katanya. Ia memilih fokus 99% pada Hello Neighbor 3.
Meski belum ada tanggal rilis, komunitas sudah menunjukkan antusiasme tinggi. Kolesnikov dan timnya secara terbuka membagikan prototipe awal hingga versi pre-alpha yang bisa dicoba gratis. "Tentu akan ada yang membenci, tapi secara umum orang-orang bersemangat," ujarnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa protagonis game pertama akan muncul, begitu pula versi baru dari karakter Guest.
Bagi industri game Indonesia, kisah Kolesnikov bisa menjadi cermin. Pengembang lokal sering kali terjebak pada keterbatasan sumber daya, tetapi Hello Neighbor membuktikan bahwa tim kecil dengan visi kuat mampu menembus pasar global. Pertanyaannya, akankah ada kreator Indonesia yang berani keluar dari zona nyaman dan mengejar ide gila mereka? Hello Neighbor 3 mungkin belum punya tanggal rilis, tetapi satu hal yang pasti: Kolesnikov tidak akan berhenti berkarya.



