Deadlock Tembus Tiga Besar Steam, Valve Kuasai Puncak Platform Sendiri
Baca dalam 60 detik
- Deadlock mencatat rekor 228.000 pemain bersamaan, menempatkannya di posisi ketiga game paling ramai di Steam meski masih beta terbatas.
- Pembaruan besar 'The City Never Sleeps' dan kehadiran hero Rat King menjadi pemicu lonjakan, sementara Valve untuk pertama kalinya dalam waktu lama menguasai tiga posisi teratas.
- Kesuksesan ini menegaskan strategi beta tertutup ala Dota 2 masih relevan, namun tanggal rilis resmi masih menjadi tanda tanya besar.

Deadlock, game MOBA-shooter besutan Valve yang masih berstatus beta undangan, resmi menembus jajaran tiga besar game dengan pemain terbanyak di Steam. Pencapaian ini diraih setelah pembaruan besar bertajuk "The City Never Sleeps" dan peluncuran hero anyar, Rat King, yang langsung menyedot perhatian komunitas.
Berdasarkan data SteamDB, Deadlock sempat menorehkan puncak 216.000 pemain bersamaan, lalu melonjak ke 228.000โsebuah rekor baru bagi game yang belum dirilis secara resmi. Meski kemudian tergeser oleh WARDOGS yang tengah naik daun, posisi ketiga yang sempat diraih Deadlock membuat Valve menguasai tiga peringkat teratas platformnya sendiri, sebuah fenomena yang sudah lama tidak terjadi. Dota 2 dan CS2 masing-masing menempati posisi kedua dan pertama.
Lonjakan popularitas ini tidak lepas dari strategi Valve yang agresif dalam mengelola beta tertutup. Pembaruan "The City Never Sleeps" merombak peta dengan area bertema New York, memperbarui jungle, dan membuka voting untuk enam hero baru. Rat King menjadi hero pertama yang hadir, dengan jadwal rilis hero berikutnya setiap Selasa dan Jumat. Pendekatan ini mengingatkan pada pengembangan Dota 2 pada 2011, yang juga menggunakan beta terbatas sambil terus mengumpulkan metrik permainan untuk penyempurnaan.
"Metode beta undangan yang dijalankan Valve memungkinkan mereka menguji keseimbangan game secara real-time tanpa tekanan rilis komersial," ujar seorang analis industri game yang enggan disebutkan namanya.
Bagi pasar Indonesia, fenomena Deadlock menunjukkan bagaimana game dengan model akses terbatas tetap bisa membangun basis pemain besar, terutama di kalangan gamer PC yang aktif di platform seperti Steam. Kehadiran game ini di tiga besar Steam berpotensi mendorong minat gamer Tanah Air untuk mencari akses beta, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai server Asia Tenggara atau dukungan bahasa Indonesia. Valve sendiri belum memberikan indikasi kapan game akan keluar dari fase beta.
Jika tren ini berlanjut, Deadlock bisa menjadi pesaing serius di genre MOBA dan shooter, segmen yang selama ini didominasi Dota 2 dan CS2. Namun, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan momentum hingga rilis resmi. Pertanyaannya, akankah Valve segera mengumumkan tanggal peluncuran, atau justru membiarkan Deadlock matang perlahan seperti yang terjadi pada Dota 2 lebih dari satu dekade lalu?



