Kim Kardashian: Lima Tahun Menjomlo demi Pulihkan Diri Usai Cerai Kanye West
Baca dalam 60 detik
- Kim Kardashian mengungkapkan bahwa ia memilih menjomlo selama lima tahun setelah perceraiannya dengan Kanye West untuk fokus pada penyembuhan diri dan anak-anak.
- Ia menegaskan tidak merasa hampa tanpa pasangan dan menolak terburu-buru menjalin hubungan baru, meski kini dikabarkan dekat dengan Lewis Hamilton.
- Kardashian juga menyoroti peran reality show keluarganya sebagai terapi, serta pergeseran fokus kesehatannya ke arah longevity dan cellular health.

Kim Kardashian mengaku butuh waktu lima tahun menyendiri untuk memulihkan diri setelah pernikahannya dengan Kanye West berakhir. Dalam wawancara dengan Sunday Times Style, bintang The Kardashians itu mengungkapkan bahwa ia sengaja tidak terburu-buru mencari pasangan baru demi fokus pada anak-anak dan proyek yang dijalaninya.
Kardashian dan West bercerai pada 2021 setelah hampir tujuh tahun menikah. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat anak: North, Saint, Chicago, dan Psalm. Setelah perpisahan tersebut, Kardashian sempat menjalin hubungan singkat dengan Pete Davidson, namun sebagian besar waktunya ia habiskan sendiri hingga akhirnya dikabarkan dekat dengan pembalap Formula 1, Lewis Hamilton.
Dalam wawancara itu, Kardashian menegaskan bahwa masa lajang bukanlah kekosongan yang harus segera diisi. "Saya benar-benar lajang selama lima tahun. Dan itu terasa luar biasa. Saya bisa fokus pada anak-anak dan proyek yang benar-benar ingin saya tekuni," ujarnya. Ia menambahkan tidak merasa hampa dan merasa perlu waktu untuk menyembuhkan diri sepenuhnya sebelum membuka hati lagi.
Meski kini dikaitkan dengan Lewis Hamilton, Kardashian memilih bungkam soal hubungan asmaranya. Ketika ditanya apakah ia bersedia membahasnya, ia menjawab dengan sopan bahwa ia lebih memilih untuk tidak mengomentari. Sikap ini menunjukkan keinginannya menjaga privasi di tengah sorotan publik yang terus mengintensifkan setiap gerak-geriknya.
Menariknya, Kardashian melihat pengalaman keluarganya di reality show sebagai bentuk terapi. Ia menilai bahwa kamera telah memaksa mereka menghadapi konflik secara langsung dan menyelesaikannya sebelum episode berakhir. "Itu semacam terapi bagi kami. Saya pribadi sangat positif, dan saya rasa itu membuat keluarga kami jauh lebih dekat," tuturnya.
"Saya benar-benar tidak merasa hampa. Saya merasa butuh waktu untuk diri saya sendiri. Saya ingin pulih sepenuhnya dan hanya fokus pada pengembangan diri. Saya belum siap membuka diri." โ Kim Kardashian
Memasuki usia 45 tahun, Kardashian mengaku menemukan kepercayaan diri baru. Ia merasa bahwa usia 40-an memberinya kejelasan akan jalan hidup yang dijalani. Selain itu, ia mulai mengurangi perawatan kecantikan yang bersifat instan dan beralih ke pendekatan kesehatan yang lebih holistik, seperti hyperbaric chamber dan red light therapy, yang ia yakini berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.
Pergeseran cara pandang Kardashian ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan selebritas dan masyarakat umum: dari sekadar memperbaiki penampilan luar ke arah kesehatan seluler dan umur panjang. Pendekatan ini sejalan dengan meningkatnya minat pada wellness yang berbasis sains, meski efektivitasnya masih terus diteliti.
Ke depan, publik akan terus mengamati apakah keterbukaan Kardashian soal perjalanan emosionalnya akan mempengaruhi cara ia mengelola citra publik dan bisnisnya. Yang jelas, ia telah menunjukkan bahwa memilih sendiri bukanlah kelemahan, melainkan langkah strategis untuk pemulihan yang berkelanjutan.



