Mika Hakkinen Kembali ke Kokpit F1, Mengendarai McLaren MP4/6 Milik Senna di Athena
Baca dalam 60 detik
- Mika Hakkinen akan mengendarai McLaren MP4/6 bersejarah milik Ayrton Senna dalam acara Allwyn x McLaren Racing: Live in Athens di sekitar OAKA.
- Mobil legendaris bertenaga Honda V12 itu menghasilkan 725 tenaga kuda dan menjadi kendaraan yang membawa Senna meraih gelar dunia ketiganya pada 1991.
- Acara ini juga menampilkan MCL39 yang memenangkan gelar konstruktor 2025, sekaligus menjadi ajang mendekatkan McLaren dengan basis penggemar di Yunani.

Mika Hakkinen, juara dunia Formula 1 dua kali, kembali ke kokpit F1 dalam acara Allwyn x McLaren Racing: Live in Athens yang digelar di luar Olympic Athletic Center (OAKA). Ia akan memacu McLaren MP4/6, mobil bersejarah yang pernah dikendarai Ayrton Senna saat meraih gelar juara dunia ketiganya pada 1991. Acara ini menjadi momen langka bagi penggemar di Yunani untuk menyaksikan langsung aksi pembalap legendaris dengan mobil ikonik.
MP4/6 merupakan McLaren pertama yang menggunakan mesin Honda V12. Mesin 3,5 liter itu mampu menyemburkan tenaga hingga 725 tenaga kuda pada 13.500 rpm. Pada musim 1991, mobil ini tidak hanya mengantar Senna ke gelar pembalap, tetapi juga membawa McLaren merebut gelar konstruktor. Kini, Hakkinen dipercaya untuk menghidupkan kembali warisan tersebut di lintasan khusus yang dirancang untuk pertunjukan.
Dalam sesi latihan menjelang acara, Hakkinen mengaku antusias. "Kami di sini dengan acara hebat bersama mobil-mobil McLaren, dan tentu ada simulator untuk para penggemar," ujarnya. "Kami akan melakukan show run; Anda bisa melihat mobil yang akan saya kendarai besok. Ini akan luar biasa. Tenaganya sekitar 700 tenaga kuda, bobotnya sekitar 500 kilogram. Jadi ini akan menjadi hari yang fantastis." Pernyataan itu menggambarkan betapa istimewanya kesempatan tersebut, mengingat MP4/6 adalah salah satu mobil paling sukses dalam sejarah F1.
Selain MP4/6, McLaren juga memamerkan MCL39, mobil yang mengantar Lando Norris meraih gelar juara dunia pembalap pertamanya pada 2025. Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, memenangkan 14 dari 24 balapan, sekaligus mengantarkan McLaren meraih gelar konstruktor ke-10. Kehadiran MCL39 dalam acara ini menjadi jembatan antara warisan sejarah dan prestasi terkini tim.
"Penggemar adalah jantung dari segala yang kami lakukan di McLaren Racing. Meski tidak semua orang bisa mengalami akhir pekan grand prix secara langsung, kami selalu mencari cara untuk mendekatkan tim dengan mereka," kata Louise McEwan, Chief Marketing Officer McLaren Racing. "Kami senang bermitra dengan Allwyn untuk membawa acara unik ini ke Athena dan terhubung dengan komunitas penggemar kami yang bersemangat dan terus tumbuh di Yunani."
Acara ini tidak hanya menjadi tontonan bagi penggemar di Yunani, tetapi juga bagian dari strategi McLaren memperluas jangkauan global. Dengan menghadirkan pembalap legendaris dan mobil bersejarah, McLaren berupaya memperkuat ikatan emosional dengan penggemar di wilayah yang belum memiliki grand prix tetap. Kehadiran mantan pembalap F1 lainnya serta berbagai mobil show dan zona penggemar semakin menegaskan posisi McLaren sebagai merek yang aktif berinteraksi dengan basis penggemarnya.
Bagi Indonesia, acara semacam ini menunjukkan bagaimana tim F1 memanfaatkan pasar non-tradisional untuk membangun loyalitas. Meskipun Indonesia belum memiliki grand prix, antusiasme terhadap F1 terus tumbuh, terutama setelah kesuksesan McLaren di musim 2025. Kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi promotor lokal untuk menghadirkan acara serupa, misalnya dengan mendatangkan mobil bersejarah atau pembalap legendaris ke sirkuit seperti Sentul atau Mandalika. Hal itu berpotensi meningkatkan minat masyarakat terhadap motorsport dan pariwisata olahraga.
Ke depan, apakah McLaren akan terus mengadakan acara semacam ini di berbagai negara? Jika ya, Indonesia bisa menjadi kandidat kuat mengingat besarnya basis penggemar F1 di Tanah Air. Yang jelas, kembalinya Hakkinen ke kokpit MP4/6 bukan sekadar nostalgia, melainkan strategi cerdas untuk merawat warisan sekaligus meraih hati penggemar baru.



