Veda Ega Start ke-18 di Moto3 Jepang 2026 Usai Highside, Hakim Danish Lebih Dalam
Baca dalam 60 detik
- Veda Ega Pratama harus memulai balapan Moto3 Jepang 2026 dari posisi ke-18 setelah terjatuh highside di Tikungan 10 pada Q2.
- Hakim Danish terpuruk di urutan ke-22, sementara David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
- Balapan berlangsung Minggu pukul 09.00 WIB, disiarkan Trans7 dan Vidio, dengan Maximo Quilles sudah nyaris mengunci gelar.

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dipastikan mengawali balapan Moto3 Jepang 2026 dari posisi ke-18 setelah mengalami kecelakaan highside pada sesi kualifikasi kedua (Q2) di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10). Insiden itu terjadi ketika sesi tersisa delapan menit, tepatnya di Tikungan 10, namun ia dipastikan dalam kondisi baik dan siap turun pada balapan utama, Minggu (4/10) pukul 09.00 WIB.
Bagi Veda Ega, insiden tersebut menjadi pukulan telak di momen krusial. Padahal, ia sempat menunjukkan kecepatan kompetitif sepanjang akhir pekan. Alih-alih mengamankan posisi start di barisan depan, pembalap Honda Team Asia itu harus puas memulai dari baris keenam. Sementara itu, rekan senegaranya, Hakim Danish, menghadapi tantangan lebih berat lagi. Kesulitan beradaptasi dengan karakter sirkuit Motegi membuatnya hanya mampu menempati urutan ke-22, sehingga ia harus bekerja ekstra keras untuk menembus zona poin.
Di sisi lain, persaingan memperebutkan pole position justru memunculkan nama David Almansa sebagai yang tercepat. Ia akan diikuti oleh Brian Uriarte di posisi kedua dan Alvaro Carpe di posisi ketiga. Ketiganya masih menyimpan peluang untuk bersaing di klasemen akhir, meskipun gelar juara musim ini praktis sudah di tangan Maximo Quilles. Pembalap Aspar itu kini unggul lebih dari 130 poin atas para pesaing terdekatnya, sebuah margin yang nyaris mustahil dikejar dengan sisa balapan yang ada.
Meski demikian, balapan di Motegi tetap menyimpan makna penting, terutama bagi para pembalap yang baru menjalani musim penuh di grand prix. Veda Ega dan Hakim Danish, yang sama-sama menjalani debut penuh di Moto3, tengah berupaya membangun fondasi karier. Setiap balapan menjadi ajang pembelajaran sekaligus pembuktian diri di hadapan tim dan pengamat. Bagi mereka, finis di posisi yang lebih baik dari titik start akan menjadi modal berharga menjelang musim depan.
Dari kacamata pengamat, kesulitan Veda Ega di Motegi bukan sekadar soal teknis. Sirkuit yang memiliki karakter pengereman keras dan tikungan cepat ini memang menuntut pengendalian motor yang presisi. Crash highside yang dialaminya menunjukkan bahwa ia masih berada dalam proses adaptasi dengan limit motor Moto3. Namun, kemampuan bangkit setelah insiden semacam itu akan menjadi indikator mentalitas seorang pembalap muda.
"Setiap kecelakaan adalah pelajaran. Yang penting adalah bagaimana kita meresponsnya di balapan berikutnya," ujar seorang analis MotoGP yang enggan disebutkan namanya.
Bagi publik Indonesia, sorotan terhadap Veda Ega dan Hakim Danish bukan hanya soal hasil akhir. Kehadiran mereka di pentas dunia menjadi representasi kebangkitan pembalap Tanah Air di kancah internasional. Setelah sekian lama menanti sosok yang mampu bersaing di level grand prix, kedua nama ini membawa harapan baru. Dukungan pun mengalir, terutama melalui siaran langsung yang akan disiarkan Trans7 dan platform streaming Vidio pada pukul 09.00 WIB.
Balapan Moto3 Jepang 2026 memang tidak akan mengubah peta juara, tetapi tetap krusial untuk menentukan siapa yang berhak naik podium kedua secara keseluruhan. Almansa, Uriarte, dan Carpe akan bertarung sengit, sementara Veda Ega dan Hakim Danish berusaha mencuri perhatian. Akankah Veda Ega mampu memanfaatkan momentum untuk menembus sepuluh besar? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa jam ke depan.



