Apple Siapkan Delapan Produk Baru Oktober Ini, dari MacBook Layar Sentuh hingga iPhone Lipat
Baca dalam 60 detik
- Apple dijadwalkan merilis delapan perangkat anyar pada Oktober, termasuk MacBook Pro layar sentuh perdana dan iPhone Duo yang dapat dilipat.
- Peluncuran bergelombang ini menandai ekspansi agresif Apple ke kategori smart home dan mempercepat siklus pembaruan chip M6.
- Kehadiran perangkat tersebut berpotensi mengubah lanskap pasar gadget Indonesia, terutama melalui jalur distribusi resmi dan penjualan perdana.

Apple dikabarkan tengah bersiap menggelar peluncuran besar-besaran pada Oktober mendatang dengan sedikitnya delapan produk baru, mulai dari MacBook Pro layar sentuh pertama hingga iPhone lipat perdana yang diberi nama iPhone Duo. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa raksasa teknologi Cupertino tersebut tidak mengendurkan laju inovasi meski baru saja merombak jajaran eksekutifnya.
Menurut laporan yang beredar, sebagian perangkat akan meluncur pada 13 Oktober, sementara sisanya masih menunggu jadwal pasti. Informasi ini masih berbasis bocoran dan laporan belum terkonfirmasi, sehingga bisa berubah sewaktu-waktu. Namun, pola peluncuran bergelombang ini menunjukkan strategi Apple untuk menjaga momentum penjualan sepanjang kuartal keempat.
Produk yang paling dinanti adalah MacBook Pro dengan layar sentuh. Setelah bertahun-tahun spekulasi, Apple disebut akan memperkenalkan model 14 inci dan 16 inci dengan panel OLED, desain lebih tipis, serta mengganti notch dengan Dynamic Island. Laptop ini akan ditenagai chip M5 Pro atau M5 Max dan menjalankan macOS 27 yang dirancang ramah sentuhan. Peluncurannya bisa mundur ke November jika ada kendala produksi.
Selain itu, Apple akan memasuki kategori baru dengan smart home hub berlayar sentuh sekitar 6 inci. Perangkat ini mengandalkan Siri AI generasi terbaru untuk mengendalikan perangkat rumah pintar, panggilan FaceTime, musik, foto, dan pesan. Bersamaan dengan itu, HomePod mini dan Apple TV 4K versi anyar juga diprediksi hadir dengan prosesor lebih cepat guna mendukung fitur AI. Ketiganya disebut akan meluncur serentak pada 13 Oktober.
Di lini komputer, Apple bersiap memperbarui Mac mini dengan chip M6 yang menjanjikan peningkatan performa CPU, GPU, dan Neural Engine untuk beban kerja Apple Intelligence. Versi entry-level MacBook Pro 14 inci juga akan mendapat chip M6, meski desainnya tetap sama. Menariknya, Apple dikabarkan membatalkan varian M6 Pro dan M6 Max untuk model premium dan mempercepat pengembangan seri M7. iMac 24 inci juga akan naik dari M4 ke M6, kemungkinan dengan pilihan warna baru.
iPad mini menjadi perangkat berikutnya yang mendapat perombakan besar. Layar LCD 8,3 inci akan digantikan panel OLED yang menawarkan kontras lebih dalam dan warna lebih hidup. Peningkatan prosesor juga disiapkan untuk mendukung fitur Apple Intelligence, plus ketahanan air yang lebih baik.
Sementara itu, iPhone Duo yang telah diperkenalkan September lalu akan mulai dikirim ke konsumen pada Oktober. Ponsel lipat ini memiliki layar OLED fleksibel 7,6 inci saat terbuka dengan ketebalan hanya 4,3 mm, serta layar luar 5,4 inci untuk pemakaian normal. Ditenagai chip A20 Pro, bodi titanium, sistem baterai ganda, dan kamera ganda 48MP, iPhone Duo menjalankan iOS 27 yang dioptimalkan untuk perangkat dua layar. Pre-order dimulai 16 Oktober dan peluncuran resmi 23 Oktober.
"Pipeline produk kami sedang dalam kondisi luar biasa," ujar CEO Apple John Ternus dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laporan industri.
Bagi pasar Indonesia, gelombang peluncuran ini bisa menjadi katalis bagi penjualan perangkat premium di dalam negeri. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai ketersediaan dan harga lokal, biasanya produk Apple masuk ke Indonesia beberapa minggu setelah peluncuran global. Kehadiran MacBook layar sentuh dan iPhone lipat berpotensi memperkuat segmen high-end yang selama ini dikuasai Apple, sekaligus memicu persaingan dengan merek seperti Samsung dan Huawei yang lebih dulu bermain di kategori lipat.
Dengan jadwal yang masih cair, pertanyaan besarnya adalah apakah Apple mampu memenuhi ekspektasi pasar tanpa mengorbankan kualitas. Jika seluruh rumor ini terwujud, Oktober akan menjadi bulan terpadat bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir, dan menjadi ujian bagi kepemimpinan Ternus dalam menjaga tradisi inovasi perusahaan.



