Game Changer Season 9: Sam Reich Bocorkan Permainan 'Tak Terjelaskan' dan Arah Baru
Baca dalam 60 detik
- Sam Reich mengungkap bahwa season 9 Game Changer akan menampilkan permainan yang sebelumnya dianggap terlalu aneh untuk ditayangkan.
- Reich menegaskan komitmennya pada autentisitas, bahkan rela terbang ke Kansas demi sebuah bit komedi meski harus menghadapi tornado.
- Musim kesembilan mulai syuting Oktober dan disebut sebagai 'perjalanan asam' yang akan menguji selera keanehan penonton.

Sam Reich, CEO Dropout sekaligus host Game Changer, mengungkap bahwa season kesembilan dari acara komedi kompetisi itu akan menghadirkan sejumlah permainan yang selama ini ditahan karena dianggap terlalu aneh. Dalam wawancara dengan Polygon, Reich menyebut season 9 sebagai "perjalanan asam" yang akan mulai syuting pada Oktober mendatang.
Keputusan untuk meloloskan ide-ide yang sebelumnya dianggap terlalu ganjil menandai pergeseran penting dalam arah kreatif acara. Reich mengaku bahwa timnya telah lama menyimpan sejumlah konsep yang dianggap terlalu berisiko, namun kini merasa ruang eksperimen yang dimiliki Dropout cukup luas untuk merealisasikannya. "Beberapa di antaranya benar-benar tidak bisa dijelaskan," ujarnya. "Kami menyetujui ide-ide yang selama bertahun-tahun kami rasa terlalu aneh untuk dilakukan."
Game Changer selama ini dikenal karena pendekatannya yang unik dalam menggabungkan game design dengan performance art. Reich menjelaskan bahwa acara ini bergerak di antara dua prinsip tersebut. Episode seperti "Don't Cry" dan "Who Wants to Be Jacob Wysocki" disebutnya sebagai "karya performance art yang dibungkus seperti permainan". Memasuki season 8, Reich ingin lebih memamerkan pemahamannya tentang desain permainan, yang terlihat jelas dalam episode "Count the Rice"—di mana pemain harus kalah di setiap elemen sebelum bisa menang secara keseluruhan.
Meski dikenal sebagai seorang perfeksionis, Reich mengakui bahwa Game Changer justru membantunya melepaskan dorongan perfeksionis tersebut. "Jika saya berkarier di acara scripted, saya akan jauh lebih terikat pada ide kesempurnaan. Di sini, saya tidak bisa," katanya. "Alasan acara ini bagus untuk saya adalah karena acara ini tidak bisa sempurna."
"Saya lebih peduli pada autentisitas daripada banyak hal lain. Saya ingin menampilkan apa yang benar-benar terjadi." — Sam Reich
Salah satu momen paling berkesan dari season 8 adalah ketika Reich dan kontestan Jacob Wysocki harus benar-benar terbang ke Topeka, Kansas, untuk sebuah pertunjukan improvisasi dadakan di dalam mobil sewaan. Awalnya, tim mempertimbangkan untuk memalsukan perjalanan tersebut, namun Reich menolak. "Ada momen antara saya dan Jacob setelahnya di mana kami membicarakannya untuk berpura-pura," kenangnya. "Tapi saya lebih memilih autentisitas." Perjalanan itu pun tak mulus—mereka sempat terdampak tornado saat kembali. Meski demikian, Reich menyebutnya sebagai salah satu momen favoritnya.
Reich juga menyoroti pentingnya peran para komedian dalam kesuksesan acara. Menurutnya, begitu permainan diluncurkan ke pemain, kendali atas hasil akhirnya sangat terbatas. "Sebagian besar komedi datang dari para komedian yang menjadi diri mereka sendiri, tetapi juga dari cara mereka belajar, bermain, dan akhirnya mematahkan permainan yang kami berikan," ujarnya. Ia mengaku sangat beruntung memiliki kebebasan untuk bereksperimen, meski setiap episode harus berbeda dan itu menjadi tantangan tersendiri.
Bagi Reich, kesuksesan Game Changer tidak lepas dari keberanian untuk tampil berbeda. Ia menyebut bahwa season 9 mungkin akan kembali ke arah performance art, namun tetap berbasis permainan. "Permainannya sangat khas. Surealis, dalam satu kata," pungkasnya. Dengan jadwal syuting yang sudah di depan mata, para penggemar Dropout kini menantikan seperti apa "perjalanan asam" yang dijanjikan—dan seberapa jauh acara ini akan mendorong batas keanehan yang selama ini menjadi ciri khasnya.



