Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Media Dunia Soroti Trofi Pertama Sejak 1991
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menaklukkan Thailand via adu penalti 4-2 di SUGBK, mengakhiri puasa gelar senior selama 35 tahun.
- Media Belanda, Italia, Prancis, dan Kanada menyoroti kemenangan ini, termasuk apresiasi untuk Emil Audero dan Calvin Verdonk.
- Fabrizio Romano ikut mengabarkan momen bersejarah tersebut, memicu 29 ribu komentar di Instagram.

Timnas Indonesia resmi menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Laga berakhir 2-2 hingga 120 menit, dan kemenangan ini mengakhiri penantian 35 tahun Indonesia untuk trofi senior sejak SEA Games 1991.
Gelar tersebut tidak hanya memicu euforia nasional, tetapi juga menarik perhatian media internasional dari berbagai benua. Media Belanda seperti Voetbal Primeur dan NOS menyoroti perayaan di Jakarta serta komposisi pemain Indonesia yang banyak berkiprah di Eredivisie. Voetbal Primeur menulis, "Jakarta meledak dalam euforia, Thailand tak berdaya: Indonesia menjuarai Piala ASEAN setelah pertarungan sengit." Sementara NOS menekankan sejarah, "Indonesia Raih Gelar Pertama sejak 1991 setelah Menang Adu Penalti atas Thailand."
Dari Italia, Tutto Mercato Web menyoroti penampilan Emil Audero, kiper yang menggagalkan penalti Nattapong Sayriya. "Audero pahlawan laga final, Indonesia menjuarai edisi perdana ASEAN Cup," tulis mereka. Audero, jebolan akademi Juventus yang kini membela Rayo Vallecano, menjadi kunci kemenangan. Media Prancis, Le Petit Lillois, menyoroti Calvin Verdonk yang ditarik keluar pada menit ke-101 dan digantikan Egy Maulana Vikri, namun tetap dinilai berkontribusi besar.
Dari Kanada, Walking The Red menyoroti peran John Herdman, pelatih yang pernah menangani Timnas Kanada dan Toronto FC. "Masa bakti John Herdman di Toronto FC mungkin tidak berjalan mulus, tetapi kini ia bisa menyebut dirinya sebagai juara FIFA ASEAN Cup bersama tim nasional Indonesia," tulis mereka. Jurnalis transfer Fabrizio Romano juga mengunggah momen ini di Instagram, mendapat 29 ribu komentar.
Kemenangan ini juga menandai edisi perdana FIFA ASEAN Cup, yang menggantikan Piala AFF. Bagi Indonesia, ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas pembinaan pemain diaspora dan strategi pelatih asing. Media Belanda menyoroti banyaknya pemain Indonesia yang berkarir di Eredivisie, seperti Verdonk dan lainnya, menunjukkan kualitas liga Belanda sebagai jalur pengembangan.
"Suasana luar biasa saat Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup edisi perdana, ini momen bersejarah. Trofi pertama bagi Indonesia sejak 1991." โ Fabrizio Romano
Dampak kemenangan ini bisa memperkuat posisi Indonesia di peringkat FIFA dan menarik minat sponsor serta investor sepak bola. Pemerintah dan PSSI diharapkan memanfaatkan momentum untuk pembinaan jangka panjang. Pertanyaannya, akankah prestasi ini menjadi titik balik kebangkitan sepak bola Indonesia di kancah Asia dan dunia?



