Irjen Herry Heryawan Naik Bintang Tiga, Kapolri Tunjuk sebagai Kabaharkam Polri
Baca dalam 60 detik
- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menempatkan Irjen Herry Heryawan sebagai Kepala Baharkam Polri melalui telegram 2 Oktober 2026.
- Herry menggantikan Komjen Karyoto yang memasuki masa pensiun, dan otomatis menyandang pangkat bintang tiga.
- Rotasi ini bagian dari mutasi 88 personel, menandai konsolidasi kepemimpinan Polri di bawah Kapolri baru.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menunjuk Irjen Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang sekaligus memuat mutasi terhadap 88 personel di lingkungan Polri.
Langkah ini menjadi salah satu keputusan organisasi pertama yang diteken Suyudi Ario Seto setelah menjabat Kapolri. Herry, yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolda Riau, mengisi pos yang ditinggalkan Komjen Karyoto. Karyoto dialihkan ke status Pati Baharkam Polri seiring proses pensiunnya. Konsekuensi dari penempatan ini, Herry akan menyandang pangkat bintang tiga atau Komjen.
Jejak karier Herry menunjukkan pengalaman panjang di bidang operasi dan penindakan. Lulusan Akpol 1996 itu pernah menjabat Wakapolresta Tanjung Pinang pada 2009 dan Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror di Polda Kepulauan Riau. Ia kemudian bertugas di Polda Metro Jaya sebagai Kasubdit Jatanras dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum, sebelum dipercaya menjadi Kapolres Depok pada 2016.
Pada 2017, Herry kembali ke Densus 88 sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan. Dua tahun berselang, ia ditunjuk sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Kariernya menanjak ketika menjabat Direktur Sidik Densus 88 pada 2020, momen di mana ia menerima kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal. Pengalaman lintas institusi juga dimilikinya saat dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Hukum pada 2023 hingga 2025, sebelum akhirnya memimpin Polda Riau pada Maret 2025.
Penunjukan Herry ke Baharkam Polri memperlihatkan pola karier yang konsisten di ranah keamanan dan penegakan hukum. Baharkam sendiri memiliki mandat strategis dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk pengamanan objek vital dan operasi kepolisian. Pengalaman Herry di Densus 88 dan Polda Metro Jaya dinilai relevan untuk mengemban tugas tersebut, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan kontemporer seperti terorisme dan kejahatan lintas negara.
Dalam konteks lebih luas, mutasi 88 personel ini menandai fase konsolidasi di tubuh Polri. Kapolri baru biasanya melakukan penyegaran organisasi untuk memastikan keselarasan visi dan mempercepat respons terhadap dinamika keamanan domestik. Penempatan Herry di posisi kunci dapat dibaca sebagai upaya memperkuat koordinasi antara satuan kewilayahan dan fungsi pemeliharaan keamanan, terutama di daerah-daerah rawan konflik dan bencana.
Ke depan, publik akan mencermati bagaimana Herry menerjemahkan pengalaman operasionalnya ke dalam kebijakan Baharkam. Tantangan seperti pengamanan Pilkada serentak, penanganan kelompok bersenjata, dan penguatan deteksi dini menjadi ujian awal. Apakah pola karier yang kuat di penindakan akan berbanding lurus dengan keberhasilan menjaga stabilitas keamanan nasional? Waktu yang akan membuktikan, tetapi arah kebijakan Kapolri sudah mulai terbaca dari susunan telegram ini.



