Vasseur Tolak Saling Tuding di Ferrari: Stabilitas Tim Lebih Penting dari Kebisingan Media
Baca dalam 60 detik
- Fred Vasseur menegaskan Ferrari harus tetap solid dan tidak terpecah oleh spekulasi eksternal yang mengganggu fokus jelang sisa musim 2026.
- Dukungan resmi dari Presiden John Elkann dan CEO Benedetto Vigna menutup rumor ketertarikan Christian Horner, tetapi Lewis Hamilton menyoroti perlunya evaluasi struktur organisasi.
- Ferrari kini dituntut mengubah ketenangan internal menjadi performa konsisten di lintasan, terutama dengan proyek mobil dan power unit 2027 yang menanti.

Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, menolak keras budaya saling menyalahkan di lingkungan Maranello menyusul gelombang spekulasi mengenai masa depannya. Ia menegaskan bahwa stabilitas dan ketenangan tim adalah prasyarat mutlak untuk mengembalikan performa kompetitif, bukan mencari kambing hitam di tengah tekanan publik.
Pernyataan itu muncul setelah pernyataan mantan bos Red Bull, Christian Horner, dalam wawancara dengan The Times yang menyebut posisi Ferrari sebagai peran impian. Meski tidak secara eksplisit melamar, komentar tersebut cukup memicu hiruk-pikuk media, terutama di Italia, hingga memaksa Ferrari mengeluarkan pernyataan resmi. Presiden John Elkann dan CEO Benedetto Vigna memberikan dukungan penuh kepada Vasseur, menegaskan bahwa kepercayaan terhadapnya tidak pernah goyah.
Dalam konferensi pers menjelang Grand Prix Bahrain yang digelar di Malaysia, Vasseur mengungkapkan bahwa kebisingan media sepanjang pekan sangat mengganggu konsentrasi tim. "Ketika Anda melihat kebisingan dan semua rumor di pers sepanjang minggu, sebagai tim kami perlu bekerja dengan tenang, dan itu sama sekali tidak terjadi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pernyataan resmi tim adalah langkah wajib untuk meredam spekulasi yang bisa berlanjut hingga akhir pekan balapan.
Vasseur menekankan bahwa masalah utama bukanlah siapa yang duduk di kursi kepemimpinan, melainkan bagaimana tim dapat menjaga fokus dan stabilitas. "Masalah besar yang kami hadapi hari ini adalah stabilitas, ketenangan dalam tim, fokus yang perlu kami miliki, dan tidak menghadapi pertanyaan semacam ini sepanjang hari," tegasnya. Ia juga menyatakan bahwa saling menunjuk kesalahan adalah kesalahan besar. "Di saat baik, kami menang sebagai tim. Di saat buruk, kami menderita sebagai tim. Saya tidak ingin membicarakan individu tertentu. Jujur, akan menjadi kesalahan besar jika kita mulai tidak bersatu."
Dukungan juga datang dari pembalap. Lewis Hamilton, juara dunia tujuh kali, memberikan dukungan terkuatnya kepada Vasseur, namun ia menyiratkan perlunya peninjauan struktur organisasi di sekitar orang Prancis itu. "Ada struktur yang sudah ada sejak lama; apakah perlu ditinjau ke depan... Ada perubahan yang akan saya lakukan, tapi saya tidak akan membicarakannya," kata Hamilton. Ia membandingkan posisi Vasseur dengan Toto Wolff di Mercedes yang memiliki struktur berbeda. Meski demikian, Vasseur tidak melihat adanya masalah organisasi di Maranello dan menegaskan bahwa peningkatan internal adalah proses berkelanjutan.
Ferrari memulai musim 2026 dengan regulasi baru dan menunjukkan awal yang positif, meski beberapa balapan terakhir kurang memuaskan. Vasseur optimistis tim dapat kembali bersaing melalui pengembangan yang sedang berjalan. "Kami ingin menang lebih banyak, kami ingin memenangkan kejuaraan. Tapi pada akhirnya, awal musim ini positif. Kami kesulitan dalam beberapa balapan terakhir, namun kami berharap segera kembali dengan pengembangan dan kembali ke performa puncak," pungkasnya.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, dinamika di Ferrari ini menjadi cermin bagaimana tekanan publik dan spekulasi media dapat memengaruhi performa tim papan atas. Stabilitas internal yang terganggu bisa berdampak pada hasil balapan, yang tentu dinanti oleh jutaan penonton tanah air. Pertanyaannya, mampukah Ferrari mengubah ketenangan menjadi podium, atau justru sebaliknya, badai rumor akan kembali menguji ketahanan mereka di sisa musim?



