60 Juta Anak AS Terdaftar Program Tabungan Trump, IRS Targetkan 25 Juta Terdanai Oktober
Baca dalam 60 detik
- IRS mengungkap hingga 25 juta rekening Trump Accounts bakal menerima dana pada pertengahan Oktober, sementara 60 juta anak telah terdaftar otomatis.
- Program tabungan pajak ini mendapat suntikan filantropi miliarder Michael Dell senilai $6,25 miliar untuk anak kelahiran 2016-2024.
- Peluncuran menjelang pemilu sela AS memicu perdebatan politik tentang akses dan keberlanjutan insentif fiskal jangka panjang.

Kepala Internal Revenue Service (IRS) Frank Bisignano menyatakan bahwa hingga 25 juta rekening Trump Accounts—program tabungan dan investasi bebas pajak untuk anak-anak Amerika Serikat—diperkirakan akan menerima pendanaan paling lambat pertengahan Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan CNBC, Jumat (2/10), beberapa jam setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa lebih dari 60 juta anak di bawah usia 18 tahun telah terdaftar secara otomatis dalam program tersebut.
Angka 60 juta pendaftar otomatis itu menandai perluasan masif dari program yang baru diluncurkan pada 4 Juli lalu. Setiap anak dengan nomor jaminan sosial berhak memiliki akun, dan mereka yang lahir antara 2025 hingga 2028 berpeluang mendapatkan dana awal $1.000 dari pemerintah. Namun, status terdaftar tidak otomatis berarti dana cair. Keluarga tetap harus mengklaim akun melalui aplikasi Trump Accounts untuk bisa menerima dana awal maupun setoran lain yang memenuhi syarat.
Bisignano tidak merinci apakah angka 25 juta itu merujuk pada kontribusi keluarga dan pemberi kerja atau dana hibah, termasuk program percontohan $1.000 dari Departemen Keuangan maupun hibah $250 dari Dell yang dialokasikan untuk 25 juta anak. Ketidakjelasan ini menyisakan pertanyaan tentang seberapa besar dana yang benar-benar akan mengalir ke rekening masing-masing anak dalam waktu dekat.
Yang jelas, program ini mendapat dukungan filantropi besar. Michael Dell dan istrinya, Susan, melalui Dell Foundation, berkomitmen menyuntikkan $6,25 miliar untuk membiayai akun investasi bagi sekitar 25 juta anak yang lahir antara 2016 dan 2024—kelompok yang tidak memenuhi syarat dana awal federal. Sementara itu, sekitar 72 perusahaan telah berjanji mencocokkan kontribusi untuk anak-anak karyawan mereka, dan sejumlah filantropis di berbagai negara bagian menyatakan komitmen serupa. "Kami masih memiliki banyak donor yang ingin terlibat," ujar Bisignano.
"Kami masih memiliki banyak donor yang ingin terlibat," kata Frank Bisignano, CEO IRS, dalam wawancara dengan CNBC.
Peluncuran program ini berlangsung di tengah musim pemilu sela AS, di mana Partai Demokrat memimpin dalam sejumlah jajak pendapat nasional terkini. Ekspansi akses ke akun investasi menjadi prioritas pemerintahan Trump, dan Bisignano ditugaskan memimpin upaya tersebut. Namun, skala ambisius program—60 juta pendaftar otomatis—memunculkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur administrasi dan apakah target pendanaan 25 juta rekening pada Oktober dapat terwujud tanpa hambatan teknis.
Bagi Indonesia, model Trump Accounts menawarkan cerminan bagaimana negara maju mulai mengadopsi kebijakan tabungan anak berbasis investasi sebagai instrumen pemerataan. Indonesia sendiri memiliki program serupa dalam skala terbatas, seperti Program Indonesia Pintar dan tabungan pendidikan, tetapi belum menyentuh instrumen investasi pasar modal. Jika tren ini berlanjut, tekanan bagi negara berkembang untuk menyediakan akses investasi sejak dini bagi generasi muda akan semakin besar, terutama di tengah kebutuhan literasi keuangan yang masih rendah.
Ke depan, pertanyaan krusial bukan hanya soal berapa rekening yang terdanai, melainkan bagaimana program ini akan dipertahankan secara fiskal di tengah ketidakpastian politik. Dengan pemilu sela di depan mata, Trump Accounts berpotensi menjadi komoditas politik—dan nasib 60 juta anak yang terdaftar otomatis akan bergantung pada siapa yang mengendalikan Kongres berikutnya.



