Ben Affleck Tolak Dunia Politik: "Saya Lebih Memilih Bikin Film"
Baca dalam 60 detik
- Ben Affleck menegaskan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan umum meski didorong rekan-rekan mainnya di film Animals.
- Aktor peraih Oscar itu menilai politik AS telah berubah menjadi sirkus yang didominasi uang dan serangan personal, bukan pelayanan publik.
- Keputusan ini diambil saat ia mempromosikan film thriller politik Netflix yang ia sutradarai dan bintangi, yang tayang 9 Oktober.

Aktor dan sutradara peraih Oscar, Ben Affleck, secara tegas menolak kemungkinan terjun ke dunia politik praktis. Pernyataan ini muncul setelah dua bintang pendukung film terbarunya, Animals, Kerry Washington dan Luis Gerardo Méndez, mendorongnya untuk mencalonkan diri. Affleck menyatakan lebih memilih menyoroti politik lewat karya sinematik daripada menjadi bagian dari apa yang ia sebut sebagai "sirkus" politik Amerika Serikat.
Dalam film thriller politik Netflix tersebut, pria berusia 54 tahun itu berperan sebagai Mark Kimball, seorang kandidat wali kota Los Angeles. Ia juga bertindak sebagai sutradara dan salah satu penulis skenario. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop terpilih dan platform Netflix pada 9 Oktober mendatang. Alih-alih berkampanye, Affleck justru menyoroti betapa melelahkannya proses politik modern.
Kerry Washington, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Olivia Pope dalam serial Scandal, mengungkapkan bahwa ia dan para pemain lain sempat mendesak Affleck untuk serius mencalonkan diri. Menurut Washington, saat ini segala hal mungkin terjadi dalam politik, tetapi ia berharap mereka yang mencalonkan diri benar-benar memiliki keinginan untuk mengabdi. Ia menegaskan Affleck sudah sangat jelas menolak gagasan tersebut.
Senada dengan Washington, Luis Gerardo Méndez yang memerankan Ramon, seorang imigran Meksiko tanpa dokumen, menyatakan dukungannya. Ia bahkan berkelakar akan memilih Affleck jika benar-benar mencalonkan diri, menyebut aktor itu cerdas dan menarik. Namun, Affleck tetap pada pendiriannya. Meski memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung kandidat presiden dari Partai Demokrat seperti Barack Obama, Hillary Clinton, Joe Biden, dan Kamala Harris, ia tidak berniat mengikuti jejak mereka.
Affleck mengkritik tajam lanskap politik AS saat ini. Ia menilai pertanyaan tentang kualifikasi untuk menduduki jabatan publik sudah tidak lagi relevan. Sebaliknya, yang muncul adalah pertanyaan siapa yang paling cocok bergabung dalam sirkus dan siapa yang paling lihai bersandiwara. Menurutnya, ada satu hal yang bisa disepakati oleh semua pihak, terlepas dari afiliasi politik: kekecewaan kolektif terhadap arah politik Amerika.
"Tidak ada orang hidup saat ini yang berpikir, hey, kita benar-benar melakukannya dengan benar dan semuanya berjalan baik dan saya mencintai sistem politik ini. Itu masalah," ujar Affleck.
Lebih lanjut, Affleck menyoroti bahwa kehidupan politik kini lebih banyak dihabiskan untuk menggalang dana dan menyerang lawan daripada melayani publik. Ia menggambarkan politik sebagai permainan remaja yang mempertandingkan siapa yang paling bisa mengolok-olok atau bersikap paling reduktif dan bodoh, bukan diskusi substantif tentang isu-isu. Baginya, hal yang hilang dari politik adalah kemampuan untuk memimpin dan menginspirasi, bukan sekadar menakut-nakuti atau menggurui.
Keputusan Affleck untuk tidak terjun ke politik juga didasari pertimbangan pribadi. Ia mengakui bahwa menjadi pejabat publik adalah pekerjaan yang sangat berat dan melelahkan. Baginya, lebih baik membuat film tentang politik daripada menjalaninya sendiri. Film Animals sendiri menceritakan tentang pasangan politikus yang hidupnya mulai berantakan setelah anak mereka diculik, memaksa mereka mencari uang tebusan.
Sepanjang kariernya, Affleck telah menyutradarai film-film seperti The Town dan Argo, yang terakhir memenangkan Oscar untuk Film Terbaik. Sebagai aktor, ia membintangi Good Will Hunting yang ia tulis bersama Matt Damon, Gone Girl, dan perannya sebagai Batman dalam waralaba DC. Kini, melalui Animals, ia kembali menyoroti sisi gelap politik tanpa harus terjun ke dalamnya.
Pertanyaannya, apakah penolakan Affleck ini mencerminkan sikap mayoritas selebritas yang enggan masuk politik praktis, atau justru sebaliknya? Yang jelas, ia telah memilih jalur yang ia yakini: menyuarakan kritik melalui layar lebar, bukan melalui kampanye.



