Spurs dan 'Modric Baru': Newcastle Siap Bayar Rp1 Triliun untuk Bergvall
Baca dalam 60 detik
- Tottenham menolak tawaran sekitar £46 juta dari Newcastle untuk Lucas Bergvall, dengan banderol lebih dari £60 juta.
- Gelandang 20 tahun asal Swedia itu dibeli hanya £8 juta dari Djurgarden, berpotensi untung hingga 475%.
- Kontrak baru Bergvall memperkuat posisinya sebagai pilar masa depan Spurs di tengah start buruk Premier League.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah menolak tawaran senilai £46 juta dari Newcastle United untuk gelandang muda Swedia, Lucas Bergvall. Langkah ini menegaskan posisi Bergvall sebagai aset jangka panjang klub, sekaligus membuktikan bahwa Spurs telah mengantongi keuntungan besar dari pembeliannya dua tahun lalu.
Bergvall didatangkan dari Djurgarden pada 2024 dengan harga hanya £8 juta. Jika tawaran Newcastle diterima, Spurs akan meraup kenaikan nilai hingga 475%—sebuah margin yang jarang terjadi untuk pemain berusia 20 tahun. Manajemen klub bahkan dilaporkan memasang harga di atas £60 juta, sinyal bahwa mereka tidak berniat melepas sang pemain dalam waktu dekat.
Keputusan ini muncul di tengah tekanan performa Tottenham. Tim asuhan Roberto De Zerbi belum meraih kemenangan di awal musim Premier League dan sempat terpuruk di dasar klasemen sebelum jeda internasional. Banyak rekrutan anyar belum menyatu, sementara pemain senior kehilangan konsistensi. Dalam situasi seperti itu, mempertahankan pemain muda berbakat menjadi opsi strategis untuk menjaga fondasi tim.
Bergvall bukan tanpa alasan dibandingkan dengan Luka Modric. Menurut analis The Athletic, JJ Bull, sentuhan pertama pemain muda itu mirip dengan gelandang Kroasia tersebut. Gaya bermainnya yang luwes dan tidak terpaku pada satu posisi membuatnya mudah beradaptasi dengan berbagai peran di lini tengah. Kemampuan membaca permainan dan membawa bola ke depan menjadi nilai tambah yang membuat klub-klub besar antre mengajukan penawaran.
"Dia memiliki sentuhan pertama seperti Modric," ujar JJ Bull, mengutip analisisnya di The Athletic.
Modric sendiri menjadi tolok ukur gelandang Tottenham modern. Dibeli pada 2008 dengan harga £15 juta—saat itu memecahkan rekor klub—Modric menjelma menjadi salah satu pemain terbaik dunia, memenangi Ballon d'Or 2018 setelah membawa Kroasia ke final Piala Dunia. Kesuksesannya di Real Madrid membuat namanya selalu dikaitkan dengan standar tinggi bagi gelandang Spurs berikutnya.
Namun, perbandingan dengan Modric juga membawa ekspektasi besar. Bergvall masih harus membuktikan konsistensinya. Musim ini ia sempat ditarik keluar saat jeda melawan Brentford, meski tampil impresif di Piala Carabao melawan Liverpool. De Zerbi diyakini sebagai sosok yang tepat untuk mengasah potensinya, mengingat reputasinya dalam mengembangkan pemain muda.
Bagi Tottenham, menahan Bergvall adalah pernyataan bahwa mereka tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu. Klub pernah melepas Modric dan Gareth Bale ke Real Madrid, lalu Harry Kane ke Bayern Munich. Kini, dengan kontrak baru yang baru saja diteken, Spurs berusaha membangun tim yang lebih kompetitif dengan mempertahankan talenta terbaiknya.
Ke depan, keputusan Spurs untuk menolak tawaran Newcastle akan menjadi ujian. Jika Bergvall terus berkembang, nilai jualnya bisa melonjak lebih tinggi. Sebaliknya, jika performa tim tidak membaik, tekanan untuk menjual bisa muncul kembali. Akankah Bergvall menjadi fondasi kebangkitan Tottenham, atau justru menjadi komoditas mahal yang dilepas demi menyeimbangkan neraca keuangan klub?



