Dilarang di Australia, 'Penyembuh Alami' Barbara O'Neill Tetap Berkeliling Inggris dan Irlandia
Baca dalam 60 detik
- Barbara O'Neill, yang dilarang permanen memberikan layanan kesehatan di Australia, dijadwalkan menggelar seminar di Inggris dan Irlandia dengan tiket mencapai £700.
- Puluhan akademisi dan organisasi kesehatan mengirim surat terbuka ke venue, menyoroti klaim medis tanpa dasar yang berpotensi membahayakan pasien.
- Otoritas Australia menegaskan larangan hanya berlaku domestik, sementara penyelenggara acara berdalih tidak mencampuri konten pihak ketiga.

Barbara O'Neill, seorang naturopath berusia 73 tahun yang telah dilarang permanen memberikan layanan kesehatan di Australia, tetap dijadwalkan tampil dalam sejumlah seminar di Inggris dan Irlandia. Padahal, klaim-klaimnya—mulai dari kanker sebagai jamur yang bisa diobati dengan soda kue hingga vaksin memicu autisme—telah lama dibantah komunitas medis internasional.
Larangan terhadap O'Neill dikeluarkan pada 2019 oleh Health Care Complaints Commission (HCCC) New South Wales. Lembaga itu menilai O'Neill tidak menyadari telah menyesatkan kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan penderita kanker, dengan informasi medis yang sangat selektif. Ia juga dinyatakan mendorong pasien meninggalkan pengobatan kanker konvensional, antibiotik, dan vaksinasi. Keputusan tersebut berlaku di seluruh wilayah Australia, namun tidak memiliki yurisdiksi di luar negeri.
Kondisi itu dimanfaatkan O'Neill dan suaminya, Michael, untuk menggelar acara di berbagai negara. Salah satu jadwal terdekat adalah retret lima hari bertajuk A Taste of Misty Mountain di Cranage Estate, Cheshire, awal Oktober. Tiket acara yang mencakup makan malam dansa itu dibanderol £700. Materi ceramahnya antara lain What Really Does Cause Disease, The Science of Breath, dan The Immune System. Sementara Michael akan membawakan topik Barbara Under Attack. Agenda lain digelar di City North Hotel, Gormanston, Irlandia, pertengahan Oktober, serta festival Founders and Future di Glasgow University Union.
Kekhawatiran datang dari kalangan akademisi. Dr David Robert Grimes, pakar biostatistika Trinity College Dublin, mengorganisasi surat terbuka yang dialamatkan ke venue-venue acara. Surat itu menyebut O'Neill sebagai "vektor utama misinformasi medis" yang berulang kali melontarkan klaim medis menyesatkan dan menawarkan nasihat tanpa kualifikasi. "Misinformasi medis membunuh. Kami menulis surat ini karena kami telah menyaksikan langsung dampak tragis yang ditimbulkan fiksi kesehatan terhadap pasien rentan," ujar Grimes, seperti dikutip The Guardian.
Surat tersebut ditandatangani sejumlah tokoh, termasuk Orla Dolan dari Breakthrough Cancer Research, Prof Colin Doherty dari Trinity College Dublin School of Medicine, Prof David Colquhoun dari Royal Society, serta Sander van der Linden dari University of Cambridge. Mereka menilai O'Neill memanfaatkan legitimasi yang diberikan oleh venue bergengsi untuk menyebarkan klaim berbahaya.
"Jika orang mengikuti sarannya dan mengabaikan nasihat berbasis bukti, ini akan berbahaya dan mengakibatkan kematian pada sebagian orang," tegas Prof David Elliman, konsultan di Great Ormond Street Hospital.
Prof Liam Smeeth, Direktur London School of Hygiene & Tropical Medicine, tidak mendukung pelarangan pembicara karena dianggap kontraproduktif. Namun ia menegaskan klaim O'Neill tidak ilmiah dan berpotensi merugikan. "Dia mencoba meraup keuntungan dari ketakutan dan kebingungan orang terhadap masalah kesehatan serius. Itu hal yang mengerikan untuk dijadikan sumber penghasilan," ujarnya.
Pihak venue berdalih tidak mencampuri konten acara. De Vere Cranage Estate menyatakan sebagai hotel dan pusat konferensi, mereka melayani berbagai acara klien swasta dan tidak terlibat dalam opini yang disampaikan. Cameron MacKenzie, Presiden Glasgow University Union, menegaskan acara yang digelar organisasi eksternal tidak berafiliasi dengan pihaknya, sepanjang mematuhi syarat dan hukum yang berlaku.
Michael O'Neill membantah larangan HCCC. Ia menyebut keputusan itu memiliki "cacat hukum serius" dan sedang diselidiki, serta menuduh ada manuver politik untuk menginvestigasi HCCC karena dianggap bias terhadap praktisi kesehatan alami. "Barbara tidak pernah menerima satu pun keluhan cedera dari pasien. Semua keluhan murni ideologi, berdasarkan dugaan, bukan fakta," klaimnya.
Juru bicara HCCC menegaskan larangan tetap berlaku dan mengimbau masyarakat yang menghadiri acara O'Neill untuk waspada terhadap misinformasi kesehatan serta memverifikasi setiap nasihat dengan tenaga kesehatan terdaftar. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia melalui platform Kemenkes dan BPOM berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya klaim pengobatan tanpa bukti ilmiah, terutama yang menyesatkan penderita penyakit serius. Fenomena O'Neill menjadi cermin bagaimana misinformasi kesehatan lintas negara dapat menyusup melalui acara berbayar yang dikemas sebagai "penyembuhan alami".
Ke depan, otoritas kesehatan di berbagai negara menghadapi dilema antara kebebasan berbicara dan perlindungan publik. Regulasi yang mengikat pembicara kesehatan berbayar untuk mengungkap kualifikasi, seperti diusulkan Prof Elliman, bisa menjadi jalan tengah. Tanpa itu, venue-venue bergengsi berisiko terus menjadi panggung bagi klaim yang mengancam nyawa.



