Ethan Ampadu: 'Stuart Dallas Baru' Leeds United yang Kini Bernilai £50 Juta
Baca dalam 60 detik
- Ethan Ampadu dianggap sebagai penerus Stuart Dallas di Leeds United, dengan nilai pasar yang melonjak hingga £50 juta.
- Kapten asal Wales itu dibeli hanya £7 juta dan menjadi sosok sentral di bawah Daniel Farke.
- Kembalinya Leeds ke Premier League membuka peluang Ampadu menunjukkan kualitasnya di level tertinggi.

Leeds United kembali ke Premier League, dan di balik promosi itu, nama Ethan Ampadu mencuat sebagai sosok kunci. Gelandang asal Wales tersebut dibeli dengan harga murah, tetapi kini diperkirakan bernilai £50 juta—sebuah peningkatan drastis yang mencerminkan performa dan kepemimpinannya di Elland Road.
Sejak kedatangannya pada musim panas 2023, Ampadu langsung menjadi pilar utama. Manajer Daniel Farke bahkan menyebutnya sebagai "pemain paling penting" di skuadnya. Fakta bahwa ia adalah rekrutan pertama di era Farke menegaskan betapa besar kepercayaan yang diberikan kepadanya. Kini, ia menyandang ban kapten dan menjadi suara pemimpin di ruang ganti.
Kemampuan bermain di berbagai posisi membuat Ampadu sering dibandingkan dengan Stuart Dallas, legenda Leeds yang terpaksa pensiun pada 2024 akibat cedera kaki parah. Dallas dikenal sebagai "Mr Versatile" karena bisa bermain di hampir semua posisi kecuali kiper, bek tengah, dan penyerang. Ampadu mewarisi fleksibilitas itu; ia telah dimainkan sebagai bek kanan, bek kiri, bek tengah, gelandang, bahkan sayap.
"Dia pantas mendapatkan semua pujian. Dia adalah pemain paling penting kami," ujar Farke seperti dikutip dari sumber.
Namun, bukan hanya soal posisi. Ampadu juga menunjukkan mentalitas juara. Seperti Dallas, ia adalah pekerja keras yang tidak pernah mengecewakan. Konsistensinya di lini tengah membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang paling stabil di Premier League musim ini. Jika Elliot Anderson dihargai £116 juta dan Enzo Fernandez £125 juta, maka nilai £50 juta untuk Ampadu bukanlah angka yang berlebihan.
Bagi Leeds, keputusan merekrut Ampadu adalah bukti jeli jajaran rekrutmen. Di tengah lonjakan harga transfer, mereka berhasil mendapatkan pemain berkualitas dengan harga rendah. Ampadu adalah contoh sempurna bagaimana analisis data dan visi kepelatihan dapat menghasilkan keuntungan besar, baik di lapangan maupun secara finansial.
Ke depan, tantangan bagi Ampadu adalah membawa Leeds bertahan di Premier League dan mungkin menembus kompetisi Eropa. Jika ia terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin klub-klub besar akan menawarinya dengan harga selangit. Pertanyaannya, akankah Leeds mampu mempertahankannya, atau justru menjualnya untuk keuntungan besar?



