Josh Hartnett: Anak-Anak Tak Pernah Tonton Filmnya, dan Itu Sehat
Baca dalam 60 detik
- Josh Hartnett mengaku keempat anaknya belum pernah menonton satu pun film yang dibintanginya.
- Aktor 48 tahun itu menilai ketidaktertarikan anak-anak terhadap kariernya sebagai hal yang wajar dan menyehatkan.
- Ia mengembangkan teknik melepas beban peran agar tidak terbawa ke rumah, demi menjaga perannya sebagai ayah.

Josh Hartnett tidak perlu khawatir anak-anaknya akan terpapar adegan kekerasan dari film-filmnya. Aktor 48 tahun itu mengungkapkan bahwa keempat buah hatinya belum pernah menonton satu pun karya aktingnya. Baginya, kondisi ini justru mencerminkan dinamika keluarga yang sehat dan jauh dari bayang-bayang industri hiburan.
Hartnett, yang menikah dengan aktris Tamsin Egerton, memiliki empat anak berusia antara dua hingga sebelas tahun. Mereka tinggal di Inggris, jauh dari pusat industri film Hollywood. Dalam wawancara dengan E! News, ia menyatakan bahwa anak-anaknya hanya mengetahui pekerjaannya sebagai "pekerjaan ayah" tanpa rasa penasaran berlebih. "Mereka ingin menunjukkan apa yang mereka lakukan. Itu yang saya lakukan," ujarnya, menggambarkan rutinitas sebagai ayah yang lebih banyak mendengarkan cerita anak-anak daripada membanggakan karier layar lebar.
Keputusan untuk tidak memperkenalkan karya aktingnya bukan tanpa alasan. Banyak film yang dibintangi Hartnett, seperti Pearl Harbor atau Black Hawk Down, mengandung tema dewasa dan kekerasan yang tidak cocok untuk anak di bawah umur. Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat anak-anaknya akan tertarik. "Saya tahu beberapa teman mereka sudah menonton film saya, tapi mereka sendiri belum menunjukkan minat besar," tambahnya.
Yang menarik, Hartnett mengaku telah mengembangkan mekanisme psikologis untuk memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ia menyadari bahwa membawa pulang emosi dari peran yang intens dapat mengganggu interaksi dengan anak-anak. "Dulu lebih sulit. Sekarang saya bisa meninggalkan pekerjaan di lokasi syuting. Ketika punya banyak anak, Anda tidak bisa membawa pulang beban itu," jelasnya. Ia menambahkan bahwa beberapa adegan memang lebih "lengket" secara emosional, tetapi ia belajar untuk tidak membiarkannya bertahan lama.
"Anak-anak saya belum pernah melihat saya di film apa pun. Saya suka itu. Menurut saya itu sehat." โ Josh Hartnett
Di rumah, peran Hartnett sebagai orang Amerika di tengah keluarga Inggris justru menjadi bahan lelucon. Ia pernah bercerita di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon bahwa anak-anaknya kerap menggodanya karena statusnya sebagai "orang asing". Anak tengahnya bahkan sering menirukan aksen Amerika-nya dengan kalimat, "Aku Daddy, aku suka pizza, dan aku tidak mau memotong rumput." Sementara putri bungsunya dengan polos mengoreksi kosakata ayahnya, misalnya dengan mengatakan bahwa di Inggris mereka menyebut "boot" bukan "trunk" untuk bagasi mobil. "Saya sudah tinggal di sini lebih lama dari usiamu. Aku yang membuatmu," balas Hartnett, setengah bercanda.
Fenomena ini menyoroti sisi lain kehidupan selebritas yang jarang terekspos: bagaimana bintang film menjaga privasi keluarga dan membentuk identitas anak-anak di luar glamor industri. Di Indonesia, pola serupa juga mulai muncul di kalangan figur publik yang memilih tidak mengekspos anak ke sorotan media. Mereka menyadari bahwa paparan berlebihan dapat mengganggu perkembangan psikologis anak. Hartnett, dengan pendekatan santai namun tegas, menunjukkan bahwa menjadi "ayah biasa" adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Ke depan, apakah anak-anak Hartnett akan menonton film ayahnya? Ia tidak memaksakan. Yang jelas, bagi Hartnett, kesuksesan sebagai aktor tidak diukur dari pengakuan anak, melainkan dari kemampuan hadir utuh sebagai orang tua. Sebuah pelajaran tentang batas antara karya dan keluarga yang relevan bagi siapa pun, bukan hanya selebritas.



