Maxey Buka Suara soal Kesehatan Embiid dan Kekuatan Baru 76ers
Baca dalam 60 detik
- Tyrese Maxey menyebut Joel Embiid dalam kondisi prima dan bahagia menjelang musim baru.
- Kehadiran Jaylen Brown dan LeBron James mengubah hierarki tim, tetapi Maxey siap menjadi pemimpin vokal.
- Dengan rata-rata 28,3 poin musim lalu, Maxey kini menargetkan kesuksesan kolektif, bukan sekadar statistik individu.

Philadelphia 76ers memasuki musim 2026-27 dengan label sebagai salah satu tim terkuat di NBA. Beban ekspektasi juara pun melekat pada skuad asuhan pelatih kepala tersebut. Di tengah tekanan itu, bintang muda Tyrese Maxey memberikan sinyal positif mengenai kondisi tim, terutama kesehatan Joel Embiid yang selama ini menjadi momok.
Berbicara kepada media usai sesi latihan, Maxey mengungkapkan bahwa Embiid tampak dalam performa terbaiknya. "Dia terlihat hebat, luar biasa, dan bahagia. Itu bagus. Ketika Anda sehat, bahagia, dan damai dengan hidup serta basket, di situlah Anda berada di puncak," ujar Maxey. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi publik Philadelphia yang kerap dibuat cemas oleh riwayat cedera sang center.
Embiid memang dikenal sebagai salah satu pemain paling dominan ketika bugar. Namun, masalah cedera yang berulang telah membatasi konsistensinya dalam beberapa musim terakhir. Kesehatan Embiid akan menjadi faktor penentu seberapa jauh 76ers melaju di kompetisi mendatang. Jika ia mampu menjaga kondisi, kans tim untuk bersaing di papan atas Wilayah Timur semakin terbuka.
Selain membahas Embiid, Maxey juga memberikan penilaian menarik tentang rekrutan anyar Jaylen Brown. Menurutnya, bermain bersama Brown setiap hari memberikan perspektif berbeda dibandingkan saat menjadi lawan. "JB seperti keajaiban fisik. Dia lebih kuat, lebih tinggi lompatannya, lebih cepat, dan sangat bertalenta," kata Maxey. Ia juga menyoroti kemampuan komunikasi Brown serta kesediaannya mengambil tanggung jawab defensif sesuai instruksi pelatih.
"Yang menonjol sejauh ini adalah komunikasinya dan kemauannya mengambil bola secara defensif, melakukan apa pun yang dibutuhkan pelatih. Dia sedang mencari ritme," ujar Maxey.
Kedatangan Brown dan LeBron James memang mengubah lanskap roster 76ers secara signifikan. Kehadiran dua pemain veteran itu memunculkan pertanyaan tentang posisi Maxey dalam hierarki tim. Namun, pemain berusia 25 tahun itu menegaskan tidak masalah bermain di belakang para senior. Justru, ia ingin lebih vokal sebagai pemimpin. "Suara saya cukup didengar, ditambah karisma senyum dan suasana hati yang baik. Saya sudah di sini tujuh tahun, Process (Embiid) mungkin 13 tahun. Kami sudah lama bersama dan tahu bagaimana segala sesuatunya berjalan. Saya ingin terus menggunakan suara saya untuk membantu semua orang nyaman," tuturnya.
Maxey menyadari bahwa talenta individunya sudah terbukti. Kini, ia ingin dinilai dari kemenangan tim. "Saya ingin dinilai dari kemenangan. Itu pola pikir utama saya, tujuan utama saya, mencari cara untuk menang," tegasnya. Dengan ambisi tersebut, ia siap menjadi motor serangan bersama Brown dan V.J. Edgecombe, sementara Embiid dan James diharapkan menjadi penopang utama.
Musim depan akan menjadi ujian bagi 76ers dalam mengelola ego dan menciptakan keseimbangan antara pemain bintang. Jika Maxey mampu menerjemahkan kata-katanya menjadi aksi di lapangan, bukan tidak mungkin Philadelphia mengakhiri puasa gelar yang sudah lama dinanti. Akankah chemistry yang terbangun di training camp berbuah hasil nyata? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi optimisme mulai menyala di kota kasih persaudaraan itu.



