Borderless Gaming Hadirkan DLSS 5 untuk Semua GPU, Tapi Ada Harga yang Harus Dibayar
Baca dalam 60 detik
- Borderless Gaming merilis add-on yang memungkinkan DLSS 5 berjalan di berbagai GPU, termasuk RTX 3090, tanpa mod khusus.
- Pendekatan ini menuai kritik dari sebagian pengguna Steam yang menilai DLSS 5 justru menurunkan kualitas visual.
- Langkah ini memicu pertanyaan tentang reaksi Nvidia dan masa depan adopsi teknologi neural rendering di PC.

Borderless Gaming, aplikasi yang dijual di Steam untuk menjalankan game dalam mode jendela tanpa bingkai, kini menyediakan dukungan DLSS 5 melalui sebuah add-on. Fitur ini diklaim dapat mengaktifkan teknologi neural rendering Nvidia tersebut di berbagai game PC tanpa perlu mengganti DLL, memodifikasi berkas game, atau menginstal mod spesifik per judul. Bagi pengguna yang penasaran ingin mencoba DLSS 5 namun terhalang kompleksitas teknis, tawaran ini jelas memikat.
Pengembang Borderless Gaming menjelaskan bahwa DLSS 5 diimplementasikan langsung melalui pipeline BGFX miliknya, bukan dengan meneruskan permintaan ke DLL Nvidia. Artinya, ini bukan dukungan native, melainkan sebuah akal-akalan agar efek neural rendering bisa berjalan. Hasilnya pun bervariasi, tergantung game dan pengaturan grafis yang digunakan. Menurut catatan pengembang, implementasi ini dapat berjalan di berbagai GPU, tidak hanya seri RTX 5000 yang didukung resmi. Sebuah RTX 3090, misalnya, disebut mampu mencapai sekitar 30 fps dengan DLSS 5 aktif.
Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Aplikasi Borderless Gaming sendiri tidak menyertakan efek ini secara bawaan. Setelah menginstal aplikasi, pengguna masih harus mengunduh efek DLSS5-NR versi 0.2.1 dari GitHub dan mengikuti instruksi pemasangan yang tersedia. Selain itu, seperti halnya perangkat lunak pihak ketiga lainnya, risiko keamanan dan kompatibilitas sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.
Reaksi komunitas Steam pun beragam. Sebagian pengguna menyambut baik kemudahan ini, tetapi tidak sedikit yang mengecam. Seorang pengulas menulis, "Menambahkan DLSS 5 tanpa alasan selain membuat game terlihat lebih buruk... Sampah." Kritik semacam ini muncul karena DLSS 5 memang sempat kontroversial saat pertama diumumkan, meski penerimaannya membaik setelah hadir di game NBA 2K27. Namun, sentimen negatif terhadap teknologi ini masih tersisa, dan ulasan Borderless Gaming menjadi cerminannya.
"DLSS 5 Neural Rendering for Everyone." โ Pengembang Borderless Gaming
Pertanyaan besar yang kemudian muncul: akankah Nvidia mengambil tindakan terhadap proyek semacam ini? Borderless Gaming tidak menggunakan DLL resmi Nvidia, melainkan mengakali teknologi tersebut. Selama ini Nvidia dikenal cukup ketat dalam menjaga ekosistem DLSS-nya. Namun, dengan semakin banyaknya eksperimen yang justru meningkatkan eksposur DLSS 5, perusahaan yang dijuluki Team Green itu mungkin membiarkannya untuk sementara waktu.
Di Indonesia, antusiasme terhadap DLSS 5 juga terasa di komunitas PC gaming. Forum dan grup media sosial kerap membahas cara menjalankan DLSS 5 di kartu grafis generasi sebelumnya. Kehadiran add-on ini bisa menjadi angin segar bagi pemilik RTX 3090 atau seri di bawahnya yang ingin merasakan neural rendering tanpa harus membeli GPU terbaru. Namun, perlu diingat bahwa hasilnya tidak akan seideal dukungan native, dan risiko teknis tetap ada.
Ke depan, langkah Borderless Gaming ini bisa menjadi preseden bagi pengembang lain. Jika Nvidia tidak melarang, bukan tidak mungkin akan muncul lebih banyak alat serupa yang mendobrak batasan DLSS 5. Di sisi lain, Nvidia juga berhadapan dengan dilema: melarang berarti membatasi inovasi komunitas, membiarkan berarti melepas kendali atas teknologi proprietary mereka. Sementara itu, bagi gamer, pilihan ada di tangan: mencoba kemudahan ini dengan segala risikonya, atau menunggu dukungan resmi yang lebih mulus.



