Cambridge Audio Melomania A100 SE: TWS Hi-Fi Pertama dalam Dua Tahun, Dijadwalkan Rilis 2026
Baca dalam 60 detik
- Cambridge Audio memperkenalkan Melomania A100 SE, earbuds nirkabel pertama mereka setelah absen sekitar dua tahun, dengan dukungan Dolby Spatial Audio.
- Perangkat ini mengusung arsitektur audio Hi-Fi, termasuk amplifier Class A/B, driver neodymium 10mm, dan DSP Qualcomm Kalimba 240 MHz.
- Peluncuran dijadwalkan Oktober 2026 dengan harga $149, menawarkan baterai hingga 39 jam dan bahan 50% plastik daur ulang.

Cambridge Audio resmi mengumumkan Melomania A100 SE, model earbuds nirkabel terbaru mereka setelah jeda sekitar dua tahun. Produk ini menandai langkah produsen audio asal Inggris tersebut dalam menghadirkan pengalaman mendengarkan berkualitas Hi-Fi ke segmen TWS (true wireless stereo) dengan tambahan Dolby Spatial Audio. Peluncuran yang baru akan tersedia pada Oktober 2026 ini menargetkan pengguna yang menginginkan suara imersif tanpa kompromi.
Berbeda dari pendahulunya, A100 SE tidak sekadar penyegaran desain. Cambridge menyematkan teknologi amplifikasi Class A/B yang biasanya ditemukan pada sistem audio CX dan EX series, dipadukan dengan driver neodymium 10mm yang disetel presisi. Hasilnya, menurut klaim Cambridge, adalah bass dalam, mid yang lebih kaya, dan treble jernih—karakter suara khas Cambridge yang hangat namun tetap akurat. Untuk meminimalkan distorsi, mereka menggunakan chip DSP Qualcomm Kalimba dual-core 240 MHz, yang memproses sinyal audio secara real-time.
Dukungan Snapdragon Sound memungkinkan transmisi hingga 24-bit/96kHz, jauh di atas codec standar. Namun, untuk menikmati bit rate tinggi tersebut, pengguna memerlukan smartphone atau pemutar musik yang kompatibel dengan Snapdragon. Selain itu, tersedia codec aptX Lossless, LDAC, AAC, dan SBC. Aplikasi Melomania Connect memudahkan pengecekan codec aktif, pengaturan EQ 7-band, serta menghidupkan atau mematikan Dolby Audio. Fitur ini menjadikan A100 SE fleksibel untuk berbagai sumber, mulai dari ponsel, laptop, tablet, TV, hingga smartwatch.
Aspek baterai menjadi salah satu keunggulan. Dengan total daya hingga 39 jam—termasuk cadangan dari case—A100 SE dapat menemani aktivitas seharian tanpa sering mengisi ulang. Pengisian daya dapat dilakukan secara nirkabel maupun melalui USB-C dengan fast charging. Untuk panggilan telepon, enam mikrofon tertanam memastikan suara tetap jernih, sementara Multipoint connectivity memungkinkan koneksi simultan ke dua perangkat, misalnya laptop dan ponsel, dengan perpindahan mulus.
Fitur peredam bising Adaptif Hybrid ANC menyesuaikan tingkat peredaman sesuai lingkungan, dan mode Transparansi memungkinkan pengguna tetap waspada terhadap sekitar. Rating IPX5 membuat earbuds ini aman digunakan saat hujan atau berolahraga. Cambridge juga menekankan aspek keberlanjutan dengan menggunakan 50% plastik daur ulang dan magnet neodymium hasil daur ulang, sejalan dengan tren industri audio yang semakin sadar lingkungan.
"Kami ingin menghadirkan suara Hi-Fi yang sesungguhnya ke format nirkabel, tanpa mengorbankan kenyamanan dan fitur modern," ujar perwakilan Cambridge Audio dalam pengumuman resminya.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran A100 SE bisa menjadi alternatif menarik di segmen TWS premium. Dengan harga sekitar Rp2,4 juta (kurs $1 = Rp16.000), produk ini akan bersaing dengan merek seperti Sony, Bose, dan Sennheiser yang lebih dulu mapan. Namun, diferensiasi Cambridge pada kualitas suara dan warisan Hi-Fi-nya mungkin menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi audiophile yang menginginkan pengalaman mendengarkan musik secara serius dari perangkat nirkabel. Distribusi resmi di Indonesia belum diumumkan, tetapi biasanya produk Cambridge Audio masuk melalui distributor lokal beberapa bulan setelah peluncuran global.
Pertanyaannya, apakah pasar siap dengan harga premium untuk earbuds yang mengedepankan kualitas suara ketimbang fitur pintar? Dengan peluncuran yang masih dua tahun lagi, Cambridge memiliki waktu untuk menyempurnakan produk dan strategi pemasaran. Jika berhasil, A100 SE bisa menjadi penentu arah bagi generasi TWS mendatang yang tidak lagi sekadar soal konektivitas, tetapi juga keunggulan akustik.



