Dragon Ball Super: Beerus Resmi Mendarat di Netflix, tetapi Kapan Tayangnya?
Baca dalam 60 detik
- Netflix mengumumkan hak streaming internasional untuk Dragon Ball Super: Beerus, remake anime yang akan tayang di Jepang mulai 11 Oktober.
- Ketidakjelasan jadwal rilis global dan status Crunchyroll menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar.
- Premiere internasional akan digelar di New York Comic Con 2026, sementara episode dikabarkan berjumlah 19.

Netflix secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menjadi rumah streaming internasional untuk Dragon Ball Super: Beerus, remake dari anime Dragon Ball Super. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Netflix Anime pada 1 Oktober, namun tanpa menyertakan tanggal rilis yang pasti. Sementara itu, versi Jepang dijadwalkan tayang perdana pada 11 Oktober mendatang di Fuji TV, disusul Prime Video Japan 30 menit kemudian.
Kepastian distribusi global masih menjadi tanda tanya besar. Crunchyroll, platform yang sebelumnya menayangkan anime Dragon Ball Super orisinal, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait remake ini. Meski demikian, Netflix dipastikan akan menyediakan serial ini di beberapa wilayah, termasuk Amerika Serikat, tetapi jadwal pastinya belum diumumkan. Situasi ini memunculkan spekulasi di kalangan penggemar mengenai apakah Netflix akan menayangkan episode baru secepat Crunchyroll atau dengan jeda waktu.
Dragon Ball Super: Beerus merupakan penceritaan ulang modern dari tiga arc pertama anime Dragon Ball Super serta dua film pertama waralaba. Ceritanya berlatar empat tahun setelah kekalahan Majin Buu, mengisi celah waktu 10 tahun yang ditampilkan di akhir seri Dragon Ball Z. Goku dan kawan-kawan akan menghadapi ancaman baru, dimulai dari Dewa Kehancuran Beerus. Penggemar tentu berharap remake ini menghadirkan animasi yang lebih segar dan pertarungan yang lebih epik.
Bagi pasar Indonesia, kabar ini membawa angin segar. Penggemar anime Tanah Air yang memiliki langganan Netflix berpeluang besar menonton Dragon Ball Super: Beerus secara legal, meski harus menunggu konfirmasi ketersediaan di wilayah Asia Tenggara. Selama ini, akses resmi ke anime Jepang sering terkendala oleh lisensi regional. Jika Netflix menayangkannya secara global, ini bisa mengurangi pembajakan dan meningkatkan pendapatan platform di kawasan berkembang.
"Ketiadaan informasi mengenai streaming internasional masih membingungkan bagi penggemar," tulis Polygon dalam laporannya. Meski waralaba sebesar Dragon Ball tidak memerlukan promosi besar-besaran, kejelasan jadwal tayang tetap krusial untuk menjaga antusiasme.
Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah Netflix akan menyediakan subtitle Indonesia atau dubbing. Penggemar disarankan memantau aplikasi Netflix secara berkala untuk melihat ketersediaan di region masing-masing. Sementara itu, Crunchyroll masih menjadi teka-teki: apakah mereka akan ikut menayangkan atau justru kehilangan hak siar? Kita tunggu pengumuman resmi dalam waktu dekat.



