Jokowi Sebut Rotasi Kapolri Sudah Tepat, DPR Setujui Suyudi Ario Seto
Baca dalam 60 detik
- Jokowi menilai pergantian Kapolri dari Listyo Sigit ke Suyudi Ario Seto sebagai keputusan yang tepat setelah masa jabatan lima tahun delapan bulan.
- DPR menyetujui Suyudi dalam rapat paripurna setelah fit and proper test singkat di Komisi III, dengan penekanan pada transparansi dan pendekatan damai.
- Pelantikan Suyudi oleh Presiden Prabowo dijadwalkan siang ini, bersamaan dengan isu perombakan kabinet yang mulai terendus.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo menilai pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Komjen Suyudi Ario Seto sebagai langkah yang tepat. Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, dan masa jabatan Sigit yang telah mencapai lima tahun delapan bulan menjadi pertimbangan utama.
"Itu kewenangan hak prerogatif Bapak Presiden Prabowo," ujar Jokowi kepada wartawan di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (1/10). Ia menambahkan bahwa sudah saatnya dilakukan penyegaran di tubuh Polri. Jokowi juga menyambut positif sosok Suyudi sebagai pengganti, yang dinilainya cukup baik.
Pada hari yang sama, DPR RI resmi menyetujui Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani. Persetujuan diberikan secara aklamasi setelah Suyudi menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR pada Kamis pagi. Proses fit and proper test berlangsung relatif singkat, di mana Suyudi memaparkan visinya terkait transparansi Polri dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta pentingnya pendekatan damai dalam mengawal demonstrasi.
Pergantian ini menandai babak baru kepemimpinan Polri di bawah Presiden Prabowo. Suyudi diharapkan membawa perubahan signifikan, terutama dalam hal transparansi dan penanganan unjuk rasa. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan humanis, sebuah sinyal bahwa Polri akan mengedepankan dialog ketimbang tindakan represif.
"Dan penggantinya saya rasa cukup baik, pak Suyudi," kata Jokowi.
Selain pelantikan Kapolri, Presiden Prabowo dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet. Sejumlah menteri terlihat mendatangi Istana, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Isu reshuffle ini menambah dinamika politik nasional, terutama menjelang tahun kedua pemerintahan Prabowo.
Pengamat kepolisian menilai pergantian Kapolri adalah momen krusial untuk memperbaiki citra institusi. Tantangan ke depan tidak ringan: mulai dari penegakan hukum yang adil, pemberantasan korupsi, hingga menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya aktivisme masyarakat. Suyudi diharapkan mampu menjawab ekspektasi publik akan Polri yang lebih profesional dan akuntabel.
Dengan pelantikan yang tinggal menghitung jam, publik menanti arah kebijakan Suyudi. Apakah ia akan melanjutkan program pendahulunya atau membawa terobosan baru? Yang jelas, momentum ini menjadi ujian awal bagi kepemimpinannya di bawah bayang-bayang dinamika politik yang terus bergerak.



