Insiden Flydubai: Netanyahu Minta Tak Buru-buru Simpulkan, Maskapai Setop Rute Israel
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum bisa memastikan dalang di balik upaya pembajakan pesawat Flydubai tujuan Tel Aviv.
- Maskapai Flydubai menghentikan sementara seluruh penerbangan ke dan dari Israel selama investigasi, sementara sejumlah pejabat Israel menyebut insiden itu sebagai serangan teror.
- Kapten Smit Machchhar, pilot asal India yang ditikam, disebut berjasa membuka pintu kokpit sehingga penumpang bisa melumpuhkan penyerang; ia kini dirawat di Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta semua pihak menahan diri untuk tidak menyimpulkan dalang di balik insiden yang nyaris menewaskan lebih dari 170 orang di pesawat Flydubai rute Dubai–Tel Aviv. Pernyataan itu disampaikan setelah Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut kejadian tersebut sebagai “serangan teror” tanpa menunjuk aktor tertentu.
Insiden bermula ketika seorang pilot menikam pilot lain di dek kokpit dalam upaya mengambil alih kendali pesawat. Sejumlah penumpang dilaporkan menerobos masuk ke kokpit, merebut kendali dari penyerang, dan menstabilkan pesawat yang sempat menukik tajam sebelum melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi. Flydubai menyatakan penerbangan ke dan dari Israel dihentikan sementara selama penyelidikan berlangsung, seraya mendesak semua pihak “menghindari spekulasi dini” hingga otoritas mengumpulkan fakta.
Netanyahu, dalam wawancara dengan Fox News, mengatakan pihaknya akan “mencari akar penyerang ini, apakah ia punya kaki tangan”, namun menegaskan masih “terlalu dini” untuk mengatakan ada indikasi keterlibatan Iran. Ia juga menyebut tersangka sedang diperiksa otoritas Arab Saudi dan diperkirakan segera dibawa ke UEA, tempat penerbangan itu berangkat. Sebelumnya, Netanyahu mengaku telah berbicara dengan Presiden UEA yang menyetujui Israel bergabung dalam pemeriksaan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel dalam briefing kepada para diplomatnya menyebut insiden ini sebagai “upaya serangan teror terhadap warga Israel, Uni Emirat Arab, dan Perjanjian Abraham” — kesepakatan normalisasi hubungan kedua negara pada 2020. Namun, Presiden AS Donald Trump, setelah berbicara dengan Netanyahu, menyatakan duduk perkara masih belum jelas. “Sepertinya kopilot mungkin seorang teroris atau mungkin orang yang sakit jiwa, dan dia menikam pilot,” ujar Trump di Ruang Oval.
“Saya cengkeram penyerang, saya kunci lehernya, dan saya seret keluar lebih dulu,” kata Yaniv Hayoun, penumpang yang bertemu Netanyahu setelah pesawat mendarat dengan selamat.
Hayoun, seorang tukang pipa, menuturkan bagaimana ia dan penumpang lain mendengar teriakan dan merasakan tekanan udara berubah saat pesawat menukik. Setelah menerobos kokpit, mereka menemukan penyerang di panel instrumen. Hayoun mengaku mengambil kendali dan menarik tuas seperti yang pernah dilihatnya di televisi, sebelum kru lain mengambil alih. Pilot yang ditikam, Kapten Smit Machchhar, disebut sebagai sosok yang menghubungi menara kontrol dan membuka pintu kokpit sehingga penumpang bisa masuk melumpuhkan penyerang.
Perdana Menteri India Narendra Modi melalui unggahan di X memuji Machchhar sebagai “pahlawan”. “Di tengah bahaya terbesar dan meski terluka parah, ia menunjukkan keberanian luar biasa dan tekad tak tergoyahkan untuk melindungi nyawa orang lain. Keberaniannya menyelamatkan ratusan nyawa dan mencegah tragedi besar,” kata Modi. Machchhar, warga India asal Mumbai, kini dirawat di rumah sakit di Tabuk, Arab Saudi.
Insiden ini mencuatkan kembali kerentanan keamanan penerbangan komersial di kawasan Timur Tengah, terutama pada rute yang melintasi wilayah dengan tensi geopolitik tinggi. Bagi Indonesia, yang memiliki jalur penerbangan haji dan umrah ke Arab Saudi serta hubungan dagang dengan UEA, stabilitas rute ini menjadi perhatian. Maskapai nasional dan otoritas bandara perlu mencermati perkembangan investigasi, terutama terkait prosedur keamanan kokpit dan protokol darurat.
Pertanyaannya kini: akankah penyelidikan mengungkap motif tunggal atau jaringan yang lebih luas, dan sejauh mana insiden ini mengubah peta keamanan penerbangan di kawasan? Sementara itu, penumpang dan kru yang selamat layak mendapat apresiasi atas keberanian mereka — sebuah pengingat bahwa dalam situasi paling genting, tindakan cepat individu bisa menentukan nasib ratusan orang.



