Lomography Rilis Lensa Petzval Métamorphose 35mm F1.8: Bokeh Bisa Diatur, dari Gelembung Sabun hingga Efek Halusinasi
Baca dalam 60 detik
- Lomography memperkenalkan lensa manual full-frame terbaru, Joseph Petzval Métamorphose 35mm F1.8 Art, yang menawarkan tujuh tingkat kontrol bokeh melalui dial khusus.
- Lensa ini kompatibel dengan Canon RF, Nikon Z, dan Sony E, serta dilengkapi pelat apertur belakang yang dapat ditukar untuk mengubah bentuk bokeh.
- Dijual dengan harga pra-pesan $649 dan pengiriman mulai Desember, lensa ini menyasar fotografer dan sinematografer yang menginginkan efek visual eksperimental.

Lomography kembali memperluas jajaran lensa manualnya dengan meluncurkan Joseph Petzval Métamorphose 35mm F1.8 Art, sebuah lensa prime full-frame yang memungkinkan pengguna mengatur intensitas bokeh berputar—dari lembut seperti gelembung sabun hingga efek distorsi dramatis yang menyerupai halusinasi. Lensa ini dirancang untuk mount Canon RF, Nikon Z, dan Sony E, menargetkan fotografer serta sinematografer yang ingin mengeksplorasi karakter optik non-konvensional.
Berbeda dari lensa modern yang umumnya menekankan ketajaman dan minim aberasi, Métamorphose justru merangkul cacat optik sebagai fitur kreatif. Melalui dial khusus di badan lensa, pengguna dapat memilih tujuh level efek bokeh. Pada setting terendah, hasilnya menyerupai lensa Petzval Art sebelumnya dengan tepi lembut dan bokeh gelembung sabun. Namun, saat level dinaikkan, area tengah tetap tajam sementara tepi gambar meregang dan tampak kabur, menciptakan efek visual yang oleh Lomography disebut sebagai "efek halusinasi kuat di sekitar subjek".
Efek tersebut semakin terasa pada jarak fokus terdekat 0,35 meter. Dalam contoh gambar yang dirilis Lomography, hanya bagian tengah frame yang tetap tajam, sementara sekelilingnya berputar dan meregang ke luar. Lensa ini juga mendukung pelat apertur belakang yang dapat ditukar, hadir dengan lima bentuk: bintang, matahari, oval, hati, dan kepingan salju, sehingga pengguna dapat memodifikasi bentuk bokeh sesuai kebutuhan artistik.
Untuk kebutuhan videografi, Métamorphose menawarkan jarak fokus 180 derajat, gearing Mod 0.8 untuk sistem follow-focus standar, dan cincin apertur tanpa klik (de-clicked) yang memungkinkan penyesuaian eksposur secara halus. Kontrol bokeh dapat diubah tanpa menggeser fokus, memberi kebebasan bagi sinematografer untuk mengubah render gambar bahkan di tengah pengambilan adegan. Lensa ini juga dilengkapi mounting point 1/4 inci untuk dipasang langsung pada rig kamera, serta ulir depan 67mm untuk filter. Desain optiknya terdiri dari enam elemen dalam lima grup.
"Dengan efek yang diturunkan, bokeh-nya mirip dengan lensa Petzval Art sebelumnya, dengan tepi yang lebih lembut dan bokeh gelembung sabun. Saat level dinaikkan, perubahan yang jauh lebih dramatis terjadi," ujar perwakilan Lomography.
Lensa ini merupakan bagian dari lini Petzval Art yang dinamai sesuai Joseph Petzval, perancang lensa potret berpengaruh pada 1840 yang dikenal karena apertur cepat, ketajaman tengah, dan tepi lembut akibat kelengkungan bidang. Lomography pertama kali menghadirkan Petzval modern pada 2013 dan sejak itu memperluas seri dengan model 27mm, 35mm, 55mm, 80.5mm, dan 135mm. Berbeda dari desain turunan Petzval yang lebih langsung, Métamorphose juga mengadopsi formula optik Gaussian awal yang dikembangkan Carl Friedrich Gauss pada 1817.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran lensa ini menambah opsi bagi komunitas fotografi dan perfilman independen yang kerap mencari karakter visual unik. Meski pasar lensa manual niche, antusiasme terhadap efek bokeh khas Petzval cukup tinggi di kalangan penggemar fotografi artistik. Dengan harga US$649, lensa ini berada di segmen menengah yang kompetitif, meski harus bersaing dengan lensa manual merek lain yang juga menawarkan kontrol kreatif.
Ke depan, apakah tren lensa dengan "cacat terkendali" seperti ini akan semakin diminati seiring makin seragamnya hasil dari lensa modern? Lomography tampaknya yakin bahwa sebagian kreator justru mencari ketidaksempurnaan sebagai bahasa visual. Peluncuran Métamorphose menjadi sinyal bahwa pasar lensa manual masih memiliki ruang untuk inovasi yang menantang konvensi.



