Xbox Rilis Fitur Disc-to-Digital, Koleksi Game Fisik Kini Bisa Jadi Lisensi Digital
Baca dalam 60 detik
- Microsoft membuka program disc-to-digital untuk semua pengguna Xbox, memungkinkan pemilik cakram fisik mendapatkan lisensi digital tanpa biaya tambahan.
- Fitur ini hanya berlaku untuk game Xbox Series X dan Xbox One, sementara judul Xbox 360 dan Xbox original belum didukung.
- Langkah ini dinilai sebagai persiapan menyambut konsol generasi berikutnya yang kemungkinan tanpa drive optik, sekaligus menjaga pasar game bekas tetap hidup.

Microsoft resmi membuka fitur disc-to-digital untuk seluruh pemain Xbox setelah sebelumnya hanya diuji terbatas pada anggota Xbox Insiders. Program ini memungkinkan pemilik game fisik menukarkan cakram mereka menjadi lisensi digital yang terikat pada akun, sehingga judul tersebut dapat dimainkan tanpa perlu memasukkan disk ke konsol.
Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam cara Microsoft mengelola ekosistem gamenya. Perusahaan tidak serta-merta meninggalkan format fisik, tetapi menjembatani transisi menuju distribusi digital penuh. Langkah tersebut diumumkan melalui akun resmi Xbox pada akhir September 2026, disertai panduan teknis di laman dukungan Xbox.
Meski terdengar sederhana, ada sejumlah batasan yang perlu dicermati. Fitur ini hanya berlaku untuk game Xbox Series X dan Xbox One. Belum ada kejelasan berapa banyak judul dari gabungan kedua generasi tersebut yang didukung saat peluncuran. Microsoft menyatakan tidak semua game memenuhi syarat karena berbagai alasan teknis dan lisensi. Sementara itu, game dari era Xbox 360 dan Xbox original sama sekali belum masuk cakupan.
Proses klaim lisensi terbilang mudah. Pemain cukup memasukkan disk ke konsol saat sudah login ke akun Xbox. Notifikasi akan muncul begitu lisensi digital berhasil dibuat. Setelah itu, game dapat dimainkan tanpa disk. Jika tidak ada konfirmasi, kemungkinan lisensi sudah pernah dibuat sebelumnya atau judul tersebut memang tidak didukung. Game yang sudah didigitalkan akan ditandai dengan lencana khusus di pustaka, memudahkan pengguna melacak koleksi mana yang belum dikonversi.
Microsoft juga menyarankan pemain menonaktifkan opsi "play disc automatically" ketika ingin mengonversi banyak disk sekaligus. Tujuannya agar konsol tidak langsung menjalankan game setiap kali disk baru dimasukkan, sehingga proses penukaran dapat berjalan lebih lancar.
"Cakram Anda kini mendapat peningkatan digital hari ini! Sekarang, semua pemain dapat merasakan manfaat digital dengan sebagian besar disk fisik Xbox Series X dan Xbox One," tulis akun resmi Xbox.
Yang menarik, lisensi digital yang dihasilkan terikat pada disk, bukan pada akun pengguna. Artinya, jika disk dijual atau dipinjamkan, lisensi akan berpindah ke akun pemilik baru saat disk dimasukkan ke konsol mereka. Kebijakan ini memastikan pasar game bekas tetap berfungsi seperti biasa, meskipun game tersebut sudah dikonversi ke digital. Bagi gamer yang aktif memperjualbelikan judul fisik, aturan ini menjadi angin segar karena tidak menghapus nilai jual disk.
Untuk game yang tergabung dalam program Xbox Play Anywhere, lisensi digital juga memungkinkan instalasi dan permainan di PC. Microsoft menyediakan FAQ terperinci untuk kasus khusus seperti edisi Ultimate atau judul multi-disk. Pemilik Xbox Series S otomatis tidak bisa memanfaatkan fitur ini karena konsol tersebut tidak dilengkapi drive optik.
Langkah Microsoft ini dinilai sebagai persiapan menyambut konsol generasi berikutnya yang masih dalam tahap pengembangan dengan nama sandi Project Helix. Konsol tersebut diyakini tidak akan menyertakan drive optik. Dengan membiasakan pemain mengonversi koleksi fisik ke digital sekarang, Microsoft mengurangi risiko kehilangan akses terhadap pustaka game lama saat beralih ke perangkat baru.
Di sisi lain, Sony belum mengumumkan fitur serupa untuk PlayStation. Padahal, awal musim panas lalu Sony sempat menuai kontroversi setelah menyatakan akan menghentikan produksi game fisik untuk PS5 baru pada 2028. Kebijakan itu memicu kekhawatiran di kalangan kolektor dan gamer yang mengandalkan disk. Langkah Xbox ini bisa menjadi pembeda di mata konsumen yang masih ragu beralih sepenuhnya ke digital.
Bagi pasar Indonesia, fitur disc-to-digital berpotensi mengubah lanskap jual beli game fisik. Selama ini, banyak gamer Tanah Air mengandalkan disk bekas sebagai cara hemat menikmati judul AAA. Dengan adanya konversi digital, nilai tawar disk bekas tetap terjaga karena lisensi dapat dialihkan. Namun, konsumen perlu mencermati bahwa tidak semua judul didukung, sehingga pembelian disk impor atau bekas tetap memerlukan riset sebelum dikonversi. Kehadiran fitur ini juga bisa mendorong penjual game fisik untuk lebih transparan mengenai status digitalisasi suatu judul.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat Microsoft memperluas daftar game yang didukung dan apakah Sony akan mengikuti jejak serupa. Jika tren ini berlanjut, konsol tanpa drive optik bisa menjadi norma, dan disk fisik berubah menjadi sekadar kunci aktivasi. Pemain di Indonesia dan seluruh dunia perlu bersiap menghadapi era di mana kepemilikan game lebih ditentukan oleh lisensi digital ketimbang benda fisik.



