Andrew Garfield Mengaku 'Membeku' saat Berhadapan dengan Woody Harrelson di Lapangan Basket
Baca dalam 60 detik
- Andrew Garfield mengaku gugup berat hingga tak bisa bergerak saat bermain basket dengan idolanya, Woody Harrelson.
- Meski penggemar berat White Men Can't Jump, Garfield justru tampil buruk dan merasa perlu meminta maaf.
- Dalam wawancara lain, Garfield juga memuji Sally Field sebagai legenda hidup dan mengaku hampir menolak memberi penghargaan SAG untuknya.

Aktor Andrew Garfield mengungkapkan pengalaman memalukan saat berkesempatan bermain basket bersama Woody Harrelson. Bintang The Amazing Spider-Man itu mengaku begitu gugup hingga tubuhnya membeku dan tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Momen tersebut terjadi dalam sebuah pertandingan basket santai yang melibatkan sejumlah pesohor, dan menjadi salah satu cerita yang ia bagikan dalam podcast Good Hang yang dipandu Amy Poehler.
Garfield, 43 tahun, mengaku sudah lama mengagumi Harrelson, terutama lewat peran ikoniknya di film White Men Can't Jump (1992). Baginya, bisa bermain basket bersama aktor 65 tahun itu adalah impian yang akhirnya terwujud. Namun, begitu menginjak lapangan, rasa percaya diri Garfield runtuh. "Saya seperti anak tujuh tahun di pesta yang hanya ingin pulang. Saya sangat takut. Saya menyerah. Benar-benar membeku dan menyerah," ujarnya menirukan perasaannya saat itu.
Meski akhirnya mampu mengumpulkan keberanian untuk ikut bermain, Garfield mengaku performanya jauh dari memuaskan. Ia bahkan secara terbuka meminta maaf kepada semua yang hadir dalam pertandingan tersebut. "Saya bermain sangat buruk. Saya ingin minta maaf kepada semua orang di pertandingan itu. Saya sangat mencintai Woody dan sudah lama ingin bermain dengannya, dan akhirnya kesempatan itu datang," tuturnya.
Di sisi lain, Harrelson yang dikenal sebagai aktor dengan kemampuan basket mumpuni tetap menunjukkan kelasnya. Garfield menyebut lawan mainnya di film The Uprising itu masih bermain sangat baik dan menjaga kondisi fisiknya dengan disiplin. "Dia masih bermain hebat. Dia merawat dirinya dengan sangat baik. Tapi dia sangat kompetitif. Dan saya menyukainya. Saya benar-benar menyukainya," kata Garfield.
"Saya seperti anak tujuh tahun di pesta yang hanya ingin pulang. Saya sangat takut. Saya menyerah. Benar-benar membeku dan menyerah." โ Andrew Garfield
Dalam sesi wawancara yang sama, Garfield juga melontarkan pujian tinggi untuk Sally Field, lawan mainnya di The Amazing Spider-Man. Ia menyebut aktris 79 tahun itu sebagai "legenda" dan salah satu manusia terhebat yang masih hidup. "Dia masih rendah hati, itu aneh. Saya akan bilang dia punya status legenda. Sally adalah seseorang yang membuat Anda merasa seperti bersama bibi sahabat terbaik yang bisa Anda impikan," ucapnya.
Garfield mengaku salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya adalah saat ia diminta memberikan penghargaan SAG Life Achievement Award kepada Sally Field pada 2023. Awalnya ia ragu dan hampir menolak karena merasa tidak sanggup menanggung beban emosional acara tersebut. "Saya merasa sangat beruntung. Saya hampir mengatakan tidak karena saya pikir tidak bisa menanganinya. Itu suatu kehormatan besar, karena dia sangat dicintai, dan memang seharusnya begitu. Dia luar biasa dan sekaligus biasa saja dengan cara yang menginspirasi," kenangnya.
Kisah Garfield ini menjadi pengingat bahwa bahkan bintang Hollywood sekalipun bisa dilanda demam panggung saat berhadapan dengan sosok yang mereka kagumi. Bagi publik Indonesia, fenomena ini relevan dengan pengalaman banyak orang yang pernah merasa canggung ketika bertemu idola atau tokoh panutan. Rasa gugup yang berlebihan dapat mengganggu performa, namun juga menunjukkan betapa besar rasa hormat yang dimiliki seseorang.
Ke depan, momen seperti ini bisa menjadi bahan refleksi tentang bagaimana tekanan sosial dan ekspektasi diri memengaruhi interaksi sehari-hari. Apakah Anda pernah mengalami hal serupa ketika berjumpa dengan orang yang Anda kagumi?



