Pemerintah AS Perpanjang Diskon Bunga Pinjaman Mahasiswa hingga Akhir Tahun, 2 Juta Peminjam Sudah Daftar
Baca dalam 60 detik
- Departemen Pendidikan AS memperpanjang tenggat pendaftaran autopay untuk diskon bunga 1 poin persentase hingga 31 Desember 2026.
- Sekitar 2 juta peminjam federal telah memanfaatkan program ini sejak diluncurkan musim panas lalu, dengan total utang mahasiswa nasional menembus US$1,7 triliun.
- Kebijakan ini hanya berlaku untuk pinjaman Direct Loan yang dicairkan setelah 1 Juli 2012 dan tidak mencakup pinjaman swasta maupun FFEL.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Pendidikan resmi memperpanjang batas waktu pendaftaran pembayaran otomatis (autopay) bagi peminjam pinjaman mahasiswa federal yang ingin menikmati potongan suku bunga 1 poin persentase. Tenggat yang semula berakhir pada Rabu pekan ini kini mundur hingga 31 Desember 2026, memberi ruang tambahan bagi jutaan peminjam yang belum sempat mengajukan.
Langkah ini menandai pergeseran kebijakan di bawah pemerintahan Trump yang sebelumnya getol menekan efisiensi anggaran pendidikan. Perpanjangan tenggat dinilai sebagai respons terhadap rendahnya partisipasi awal, meski hampir 2 juta peminjam telah mendaftar sejak program diskon dibuka pada musim panas lalu. Angka itu masih jauh dari total populasi peminjam federal yang melampaui 42 juta orang.
Menteri Pendidikan Linda McMahon berada di garis depan kebijakan ini. Departemen yang dipimpinnya menargetkan agar insentif autopay menjadi salah satu instrumen utama mendorong disiplin pembayaran sekaligus mengurangi risiko gagal bayar. Namun, sejumlah pengamat menilai perpanjangan tenggat justru memperlihatkan bahwa sosialisasi program belum menjangkau kelompok peminjam paling rentan.
Secara teknis, program ini menyasar pinjaman dari skema Direct Loan, termasuk Direct Subsidized, Direct Unsubsidized, Direct PLUS, dan Direct Consolidation. Peminjam Parent PLUS juga memenuhi syarat selama pinjaman mereka berasal dari jalur Direct Loan. Sebaliknya, Federal Family Education Loans (FFEL) dan seluruh pinjaman swasta tidak mendapat fasilitas ini. Syarat lain: pinjaman harus dicairkan pada atau setelah 1 Juli 2012 dan berada dalam status kelayakan alias tidak menunggak.
"Proses pendaftaran autopay sangat singkat, biasanya hanya perlu mengisi nomor rekening bank dan beberapa data pendukung. Cukup satu menit," ujar Scott Buchanan, Direktur Eksekutif Student Loan Servicing Alliance, asosiasi yang menaungi perusahaan penyedia layanan pinjaman federal.
Bagi peminjam, langkah pertama adalah mengunjungi situs web servicer yang mengelola pinjaman mereka. Menu bertajuk "manage payments" atau serupa biasanya menjadi pintu masuk untuk mengaktifkan autopay. Jika tidak mengetahui siapa servicer-nya, informasi tersebut bisa diakses melalui Studentaid.gov. Setelah terdaftar, potongan bunga akan berlaku hingga pertengahan 2028.
Kebijakan ini berpotensi menjadi preseden bagi negara lain yang tengah bergulat dengan beban utang pendidikan. Di Indonesia, skema pinjaman mahasiswa masih didominasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pendidikan dan beasiswa LPDP yang bersifat hibah. Wacana pinjaman pendidikan berbunga rendah sempat muncul dalam diskusi kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi, namun belum menjadi program nasional. Jika AS mampu membuktikan bahwa insentif autopay efektif menekan gagal bayar, model serupa bisa menjadi rujukan bagi Indonesia yang tengah mendorong perluasan akses pendidikan tinggi tanpa membebani APBN.
Yang perlu dicermati, perpanjangan tenggat hingga akhir tahun tidak otomatis menyelesaikan persoalan struktural. Beban bunga rata-rata 6,54% tetap lebih tinggi dibanding inflasi AS, sehingga peminjam yang hanya mengandalkan diskon 1 poin persentase masih menghadapi total biaya pinjaman yang signifikan. Pertanyaannya, apakah insentif fiskal semacam ini cukup untuk mencegah krisis gagal bayar, atau justru menunda koreksi yang lebih mendasar dalam sistem pembiayaan pendidikan tinggi?



