Alan Cumming Tak Paham Plot Avengers: Doomsday, Hanya Diminta 'Berlari-lari' di Set
Baca dalam 60 detik
- Alan Cumming mengaku tidak mengerti alur cerita Avengers: Doomsday karena tidak diizinkan membaca naskah lengkap.
- Aktor 61 tahun itu kembali memerankan Nightcrawler setelah 23 tahun, dengan proses makeup yang jauh lebih efisien.
- Pengakuan Cumming menyoroti tren produksi film superhero yang makin bergantung pada CGI dan efek visual.

Aktor Alan Cumming secara terbuka mengakui bahwa ia tidak memahami jalan cerita film superhero terbarunya, Avengers: Doomsday. Pria berusia 61 tahun itu kembali memerankan mutan X-Men, Nightcrawler, namun ia mengaku tidak diberi akses ke naskah lengkap sebelum syuting dimulai. Akibatnya, banyak adegan yang ia lakoni terasa membingungkan karena sebagian besar visual akan dihasilkan melalui CGI.
Dalam wawancara dengan SiriusXM, Cumming mengungkapkan bahwa ia hanya mengikuti arahan sutradara tanpa perlu tahu detail plot. "Sejujurnya, saya tidak sepenuhnya mengerti alurnya," ujarnya. Ia menceritakan pengalaman saat syuting di lokasi outdoor, di mana seorang kru mendekatinya dan mulai menjelaskan tentang robot-robot raksasa. Cumming langsung memotong, "Tolong katakan saja ke mana saya harus mengarahkan tangan atau apa pun. Saya hanya tahu saya di sini untuk berlari-lari."
Pengakuan ini menyoroti bagaimana produksi film superhero modern kian mengandalkan teknologi digital. Banyak adegan yang melibatkan interaksi dengan elemen virtual, sehingga aktor sering kali harus berakting tanpa konteks penuh. Cumming bahkan belum pernah bertemu dengan lawan mainnya, Florence Pugh, meskipun mereka memiliki adegan bersama. Mereka baru bertemu di acara Emmy Awards belum lama ini. "Saya bilang padanya, 'Aneh ya, saya belum pernah bertemu kamu, tapi kamu menindih saya, atau setidaknya body double kamu,'" kenang Cumming. Pugh membalas bahwa body double-nya juga yang menindih Cumming.
Meski demikian, Cumming antusias dengan perannya. Ia mengaku senang bisa kembali menjadi superhero di usia 60-an. Kemajuan teknologi makeup membuat prosesnya jauh lebih nyaman. "Dulu butuh empat setengah jam untuk mengaplikasikan makeup, sekarang hanya 90 menit. Tato-tato ditempel, bukan digambar tangan lagi. Ini perubahan besar," jelasnya dalam acara Today With Jenna and Friends.
"Saya kembali menjadi superhero di usia 60 tahun, dan semua orang tampak sangat ramah," kata Cumming.
Kembalinya Cumming ke Marvel Cinematic Universe (MCU) menandai tren aktor senior yang kembali ke waralaba superhero. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Hollywood, tetapi juga mulai terasa di Indonesia. Industri film Tanah Air semakin sering menghadirkan aktor legendaris dalam proyek-proyek besar, misalnya dalam film laga atau adaptasi komik lokal. Namun, tantangan terbesarnya adalah kesiapan infrastruktur produksi, terutama penggunaan CGI yang masih terbatas.
Bagi penonton Indonesia, Avengers: Doomsday diprediksi menjadi salah satu film paling dinanti. Marvel Studios belum merilis trailer resmi, tetapi spekulasi tentang plot dan daftar pemain terus memanas. Kehadiran Nightcrawler versi Cumming menambah daya tarik bagi penggemar setia X-Men. Di sisi lain, pengakuan Cumming tentang ketidakpahaman plot bisa menjadi cermin bahwa film ini akan sangat bergantung pada efek visual dan aksi, bukan cerita yang rumit.
Ke depan, apakah pendekatan produksi seperti ini akan menjadi standar baru di Hollywood? Atau justru sebaliknya, penonton mulai jenuh dengan film superhero yang terasa dangkal? Yang jelas, Avengers: Doomsday masih menyimpan banyak misteri, dan pengakuan Cumming justru menambah rasa penasaran.



