Wladimir Klitschko Ajukan Hak Asuh Sementara Kaya demi Selamatkan Aset Mendiang Hayden Panettiere
Baca dalam 60 detik
- Wladimir Klitschko mengajukan permohonan hak asuh sementara atas Kaya, putrinya dengan Hayden Panettiere, untuk mengurus warisan sang aktris.
- Dokumen pengadilan menyebut risiko kehilangan aset jika tidak ada perwakilan resmi, sementara penyelidikan kematian masih berlangsung.
- Sidang penetapan status wali dijadwalkan 7 Desember, dengan kekhawatiran terhadap pihak yang diduga mengakses properti korban.

Mantan petinju kelas berat Wladimir Klitschko resmi mengajukan permohonan hak asuh sementara atas Kaya, putri tunggalnya dengan aktris Hayden Panettiere, ke pengadilan. Langkah ini diambil untuk memastikan ia memiliki dasar hukum mengurus warisan Panettiere yang meninggal bulan lalu pada usia 36 tahun.
Permohonan yang diajukan pada 24 September itu menyebut kebutuhan mendesak agar Klitschko segera ditetapkan sebagai wali, sehingga ia bisa mewakili Kaya—satu-satunya ahli waris—dalam proses probate. Tanpa penetapan itu, dokumen pengadilan memperingatkan ada kemungkinan besar properti milik estate Panettiere rusak, hilang, atau dialihkan sebelum administrator resmi ditunjuk.
Dalam berkas yang diperoleh media hiburan Amerika Serikat, tim hukum Klitschko menekankan bahwa jika ia tidak segera diangkat, tidak ada pihak yang berwenang mengamankan dan mempertanggungjawabkan aset-aset tersebut. Mereka juga menyoroti dugaan adanya individu tertentu yang memiliki akses ke rumah Panettiere di Nashville sebelum kematiannya.
Dalam dokumen tersebut, pengacara Klitschko mengungkapkan kekhawatiran atas penanganan barang-barang pribadi Panettiere selama investigasi kematian. Mereka mencatat bahwa kunci rumah telah diganti oleh layanan keamanan setelah peristiwa itu, dan unit penyimpanan berisi pakaian serta aksesori desainer yang pernah dipakai sang aktris di acara publik telah dipindahkan sebagai tindakan pencegahan. Meski demikian, berkas itu menyebut masih ada ekspektasi bahwa pihak yang tidak bertanggung jawab akan terus berupaya menyalahgunakan properti warisan.
“Tanpa penunjukan segera, ada kemungkinan besar properti milik estate Hayden dapat hilang, rusak, atau dialihkan sebelum perwakilan resmi ditunjuk,” demikian bunyi dokumen pengadilan tersebut.
Klitschko dan Panettiere menjalin hubungan pasang surut antara 2009 dan 2018. Pada 2018, ia mendapatkan hak asuh penuh atas Kaya. Setelah kepergian Panettiere, Klitschko menyampaikan penghormatan terakhir melalui pernyataan resmi. Ia menegaskan akan selalu berbicara tentang ibu Kaya dengan penuh rasa hormat dan memastikan putrinya mengingat sosok ibunya. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada orang tua, sahabat, dan para penggemar Panettiere, seraya menyayangkan kepergian talenta muda seperti sang aktris di usia yang masih sangat produktif.
Kasus ini menyoroti kompleksitas hukum warisan ketika seorang figur publik meninggal tanpa rencana estate yang mapan, terutama bila ada anak di bawah umur. Di Indonesia, situasi serupa diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan UU Perlindungan Anak, di mana pengadilan dapat menunjuk wali untuk mewakili kepentingan anak dalam mengurus harta peninggalan. Prosesnya kerap memakan waktu, sementara aset berisiko berpindah tangan jika tidak segera diamankan. Bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan warisan dan penetapan wali sejak dini, terutama bagi keluarga dengan anak tunggal.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hayden Panettiere atau perwakilan hukum lainnya terkait permohonan Klitschko. Sidang pada 7 Desember nanti akan menentukan apakah Klitschko resmi ditetapkan sebagai wali sementara, yang akan membuka jalan bagi penyelesaian administrasi warisan. Publik menantikan apakah proses hukum ini berjalan lancar atau justru memunculkan sengketa baru di antara pihak-pihak terkait.



