Delta Reign: Set Pokémon TCG Terbaru Bisa Didapat Lebih Awal dengan Harga Lebih Murah
Baca dalam 60 detik
- Set Delta Reign akan dirilis 6 November, tetapi pre-release event menawarkan cara lebih hemat untuk mendapat kartu lebih awal.
- Event ini memberikan Build and Battle box berisi dek siap pakai, kartu promo eksklusif, dan setidaknya enam booster pack dengan harga sekitar $40.
- Kartu promo Masquerain, Magmortar, Enamorus, dan Kommo-o hanya tersedia di event ini, menjadikannya incaran kolektor.

Kolektor Pokémon Trading Card Game (TCG) di Indonesia dan seluruh dunia akan segera kedatangan set terbaru bertema Rayquaza, Delta Reign, yang dijadwalkan rilis pada 6 November mendatang. Namun, sebelum tanggal tersebut tiba, penggemar sudah bisa mendapatkan kartu-kartu dari set ini melalui pre-release event yang diselenggarakan di toko-toko mitra resmi. Acara ini tidak hanya memberi akses lebih awal, tetapi juga menawarkan harga per paket yang lebih kompetitif dibandingkan pembelian ritel konvensional.
The Pokémon Company telah mengaktifkan halaman khusus untuk Delta Reign yang memuat daftar lokasi pre-release event di berbagai negara. Di Indonesia, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai penyelenggara lokal, sejumlah komunitas TCG biasanya mengadakan acara serupa melalui distributor resmi. Pre-release event umumnya digelar satu hingga dua minggu sebelum tanggal rilis resmi, memberikan kesempatan bagi pemain dan kolektor untuk mencoba mekanik baru sebelum tersedia secara luas.
Setiap tiket pre-release event biasanya dijual dengan harga bervariasi tergantung lokasi, namun umumnya berkisar antara $30 hingga $40. Sebagai contoh, sebuah toko kartu di Amerika Serikat menetapkan harga $39,99 per tiket. Dengan tiket tersebut, peserta menerima Build and Battle box yang berisi dek siap main, satu kartu promo Delta Reign, dan tiga booster pack. Jika peserta bertahan dan memainkan beberapa pertandingan, mereka akan mendapatkan tambahan beberapa booster pack lagi. Secara total, peserta setidaknya membawa pulang enam booster pack dan 40 kartu eksklusif set, yang jika dihitung setara dengan sekitar $6,60 per paket—jauh lebih murah dibandingkan harga eceran.
Bagi kolektor, daya tarik utama pre-release event adalah kartu promo yang tidak dapat diperoleh melalui jalur lain. Pada set Delta Reign, terdapat empat kartu promo yang hanya tersedia di event ini. Selain itu, set ini memperkenalkan seniman bernama Tayu yang menyulam secara fisik kartu Nidoran, sebuah pendekatan artistik yang langka dan diminati kolektor. Kehadiran karya Tayu menambah nilai seni dan potensi kenaikan harga di pasar sekunder, terutama bagi penggemar ilustrasi seperti Yuka Morii dan Asako Ito.
Meskipun demikian, ada konsekuensi yang harus diterima: peserta pre-release event diwajibkan untuk belajar memainkan TCG. Bagi yang belum pernah bermain, format event biasanya disederhanakan dan banyak peserta juga pemula. Komunitas TCG dikenal ramah terhadap pendatang baru, dan setiap dek dilengkapi penjelasan singkat mengenai mekanisme yang digunakan. Dengan demikian, event ini juga menjadi pintu masuk untuk terjun ke komunitas permainan yang lebih luas.
"Pre-release event adalah cara paling santai untuk mendapatkan kartu sebelum rilis resmi, sekaligus belajar permainan tanpa tekanan," ujar seorang penyelenggara event TCG lokal.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini mencerminkan pertumbuhan komunitas TCG yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun harga tiket event di Indonesia mungkin lebih terjangkau, antusiasme kolektor terhadap kartu promo eksklusif tetap tinggi. Kehadiran set Delta Reign juga berpotensi menggerakkan pasar sekunder, terutama untuk kartu-kartu langka dan ilustrasi khusus. Kolektor Tanah Air perlu memantau pengumuman resmi dari distributor untuk jadwal pre-release di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Ke depan, model pre-release event semakin menjadi strategi The Pokémon Company untuk membangun hype dan loyalitas komunitas. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin akan ada lebih banyak event serupa dengan bonus eksklusif yang menggoda. Pertanyaannya, apakah kolektor Indonesia akan mendapatkan akses yang setara dengan pasar global, atau masih harus bergantung pada impor dan pasar sekunder?



