Naughty Dog Rayakan The Last of Us Day dengan DLC di Ghost of Yōtei, Bukan Part 3
Baca dalam 60 detik
- Naughty Dog mengumumkan kolaborasi dengan Sucker Punch untuk set armor bertema clicker di Ghost of Yōtei, bukan sekuel The Last of Us.
- Pengumuman ini menegaskan fokus studio pada proyek Intergalactic: The Heretic Prophet, sementara masa depan waralaba The Last of Us dan Uncharted masih belum jelas.
- Penggemar di Indonesia dapat memanfaatkan diskon di Steam dan Epic, serta meramaikan charity stream untuk AbleGamers yang dimulai Senin pukul 17.00 EDT.

Naughty Dog kembali merayakan The Last of Us Day pada 26 September 2026, tetapi sorotan utamanya bukanlah pengumuman sekuel yang dinanti. Sebaliknya, studio asal California itu mengungkap kolaborasi lintas waralaba dengan Sucker Punch Productions untuk menghadirkan set armor bertema clicker dalam game Ghost of Yōtei. DLC tersebut dijadwalkan rilis pada Kamis (1/10/2026), bertepatan dengan peluncuran Ghost of Yōtei: Complete Edition dan ekspansi Echoes of Sekigahara.
Langkah ini menandai pergeseran strategi Naughty Dog yang selama ini identik dengan waralaba The Last of Us dan Uncharted. Alih-alih memberi kejutan soal Part 3, studio justru memperkuat ekosistem PlayStation melalui sinergi antar-IP. Kolaborasi semacam ini berpotensi memperluas basis pemain kedua waralaba, sekaligus menguji seberapa kuat daya tarik The Last of Us di luar konteks naratif aslinya.
Dalam blog resminya, Naughty Dog juga mengumumkan pembukaan akun media sosial resmi untuk waralaba The Last of Us, peluncuran figur Bloody Clicker hasil kerja sama dengan Youtooz, serta serangkaian konten pendukung seperti video ambience bertema subway, avatar Steam untuk Part 1 dan Part 2, latar belakang PlayStation bertema The Last of Us, dan avatar PlayStation tambahan. Diskon di Steam dan Epic Games Store turut meramaikan perayaan tahunan ini.
Meski demikian, Naughty Dog sama sekali tidak menyinggung kelanjutan seri utama. Studio kini tengah fokus menggarap Intergalactic: The Heretic Prophet, proyek baru yang belum memiliki tanggal rilis. Setelah itu, belum ada informasi resmi mengenai apakah The Last of Us atau Uncharted akan kembali. Uncharted sendiri terakhir kali merilis game baru pada 2017, sementara The Last of Us belum mendapat sekuel sejak 2020.
"Kami belum selesai dengan The Last of Us," ujar Neil Druckmann, salah satu kreator seri, dalam sebuah kesempatan, memberi harapan bagi penggemar setelah adaptasi HBO berakhir.
Pernyataan Druckmann itu menjadi satu-satunya sinyal bahwa waralaba ini masih memiliki masa depan, meski wujudnya belum jelas. Serial televisi The Last of Us di HBO dijadwalkan tamat pada 2027 melalui musim ketiga, yang bisa menjadi penutup sementara sebelum Naughty Dog memutuskan langkah berikutnya.
Bagi penggemar di Indonesia, perayaan ini tetap menawarkan sejumlah hal yang bisa dinikmati. Diskon di Steam dan Epic Games Store memungkinkan pemain mendapatkan The Last of Us Part I dan Part II dengan harga lebih rendah, sementara avatar dan latar belakang PlayStation dapat diunduh gratis. Charity stream untuk AbleGamers juga terbuka untuk donasi internasional, memberi kesempatan bagi komunitas game Tanah Air untuk berkontribusi pada organisasi yang memperjuangkan aksesibilitas gaming.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah The Last of Us akan kembali, melainkan kapan dan dalam bentuk apa. Apakah Naughty Dog akan menghadirkan Part 3 sebagai penutup trilogi, atau justru memperluas semesta melalui perspektif baru? Sementara itu, kolaborasi dengan Ghost of Yōtei menunjukkan bahwa studio tidak ragu menjelajahi wilayah kreatif di luar zona nyamannya.



