Lindsay Lohan Kembali ke Netflix: Produseri dan Bintangi 'Return to You' Bersama Henry Golding
Baca dalam 60 detik
- Lindsay Lohan akan memproduseri sekaligus membintangi film romantis Netflix berjudul 'Return to You' bersama aktor 'Crazy Rich Asians', Henry Golding.
- Proyek ini menyatukan kembali Lohan dengan sutradara 'Mean Girls' dan 'Freaky Friday', Mark Waters, serta produser Brad Krevoy, menandai langkah strategis Netflix dalam pasar film romantis.
- Keterlibatan Lohan di balik layar mencerminkan tren aktor senior yang mengambil kendali kreatif, sekaligus memperkuat posisi Netflix di segmen komedi romantis global.

Lindsay Lohan resmi dikonfirmasi akan memproduseri dan membintangi film romantis terbaru Netflix berjudul Return to You, beradu akting dengan Henry Golding yang dikenal lewat Crazy Rich Asians. Proyek ini menandai kembalinya Lohan ke genre yang membesarkan namanya, sekaligus mempertegas ambisinya di balik layar.
Film ini akan disutradarai oleh Mark Waters, yang sebelumnya mengarahkan Lohan dalam Mean Girls (2004) dan Freaky Friday (2003). Kolaborasi ini juga melibatkan produser Brad Krevoy, yang bekerja sama dengan Lohan di Falling for Christmas. Kombinasi ini menunjukkan upaya Netflix meracik formula nostalgia dengan bintang yang memiliki basis penggemar loyal.
Menurut laporan Deadline, Return to You berlatar tahun 2008 dan mengisahkan seorang pengacara ambisius namun kesepian (diperankan Lohan) yang secara tidak sengaja menerima DVD berisi pesan emosional dari seorang wanita sekarat untuk suaminya (Golding). Berbekal petunjuk dari DVD tersebut, sang pengacara berusaha mengantarkan paket itu kepada penerima yang sah. Premis ini menggabungkan elemen drama romantis dengan misteri ringan, sebuah ceruk yang terbukti sukses di platform streaming.
Dalam wawancara dengan Empire magazine, Lohan mengungkapkan bahwa keterlibatannya sebagai produser eksekutif di proyek-proyek Netflix sebelumnya telah mengubah pendekatannya. Ia merasa perlu terlibat penuh sejak tahap pengembangan naskah, termasuk dalam memvisualisasikan karakter dan kostum. "Saya suka terlibat penuh dalam proyek yang saya kerjakan sekarang, dari awal. Saya benar-benar menikmati berbagi pengetahuan yang saya peroleh selama bertahun-tahun di industri ini," ujarnya.
"Saya suka terlibat penuh dalam proyek yang saya kerjakan sekarang, dari awal. Saya benar-benar menikmati berbagi pengetahuan yang saya peroleh selama bertahun-tahun di industri ini." โ Lindsay Lohan
Lohan juga mengenang momen kebersamaannya dengan Jamie Lee Curtis di set Freakier Friday, sekuel yang akan datang. Ia mengaku sering mengajak Curtis melakukan latihan dinding (wall sits) di sela pengambilan gambar. Keduanya tetap dekat sejak film pertama, dan Lohan menekankan pentingnya naskah yang tepat sebelum menyetujui sekuel. "Saya langsung bilang, saya ikut, asal naskahnya benar. Itu yang utama bagi kami berdua," kenangnya.
Bagi pasar Indonesia, proyek ini berpotensi memperkuat dominasi Netflix di segmen film romantis, yang menjadi salah satu genre paling diminati pelanggan lokal. Kehadiran Henry Golding, aktor Malaysia-Inggris yang populer di Asia Tenggara, dapat menarik penonton regional. Selain itu, kolaborasi Lohan-Waters mengingatkan pada era keemasan film remaja awal 2000-an, yang mungkin menggugah nostalgia penonton milenial Indonesia.
Ke depan, Return to You akan menjadi ujian apakah formula nostalgia dan bintang senior masih mampu bersaing di tengah banjir konten streaming. Jika sukses, bukan tidak mungkin Netflix akan semakin agresif menggandeng aktor era 2000-an untuk proyek serupa. Apakah penonton Indonesia akan menyambut baik kembalinya Lindsay Lohan di layar kaca?



