Tottenham Terpuruk, Van Hecke Jadi Sorotan Media Belanda
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur berada di posisi juru kunci Premier League setelah lima pertandingan, meski belanja besar di musim panas.
- Bek Jan Paul van Hecke dikritik oleh media Belanda karena penampilan buruknya saat membela timnas, mencerminkan masalah di klub.
- Kegagalan meraih hasil positif melawan Coventry City dapat meningkatkan tekanan pada pelatih Roberto De Zerbi.

Tottenham Hotspur masih belum menemukan performa terbaiknya di awal musim Premier League 2025/2026. Setelah lima pertandingan, klub berjuluk Lilywhites itu terpuruk di dasar klasemen dengan raihan poin minim, meski telah menggelontorkan dana lebih dari ยฃ300 juta untuk mendatangkan pemain anyar. Kekalahan terbaru dari Aston Villa semakin mempertegas krisis yang melanda tim asuhan Roberto De Zerbi tersebut.
De Zerbi, yang didatangkan dengan harapan membawa perubahan besar, kini berada di bawah tekanan hebat. Manajemen Tottenham dikabarkan mulai kehilangan kesabaran, terlebih jika melihat posisi tim yang belum juga beranjak dari zona degradasi. Laga melawan Coventry City setelah jeda internasional menjadi ujian krusial bagi eks pelatih Brighton itu. Kekalahan akan memicu spekulasi pemecatan, sementara kemenangan bisa menjadi titik balik yang dinanti.
Masalah tidak hanya berkutat pada hasil tim. Performa individu pemain anyar, khususnya Jan Paul van Hecke, menjadi sorotan. Bek asal Belanda yang dibeli dengan harga ยฃ52 juta dari Brighton itu diharapkan mampu menjadi tembok kokoh di lini belakang. Namun, penampilannya jauh dari ekspektasi. Dalam lima laga Premier League, Tottenham telah kebobolan delapan gol, dan Van Hecke kerap kali terlihat kewalahan menghadapi serangan lawan.
Kritik terhadap Van Hecke tidak hanya datang dari Inggris. Setelah tampil membela timnas Belanda dalam kemenangan 2-1 atas Serbia, ia justru mendapat kecaman dari media lokal, Voetbal Primeur. Media tersebut menilai Van Hecke belum lepas dari keterpurukan yang dialaminya di Tottenham. "Ia tampak belum bisa melepaskan diri dari keterpurukan di Tottenham Hotspur saat membela Oranje. Van Hecke beberapa kali ceroboh dalam umpan ke depan dan juga tidak sepenuhnya fokus dalam bertahan," tulis Voetbal Primeur dalam ulasannya.
"Van Hecke belum bisa melepaskan diri dari keterpurukan di Tottenham Hotspur saat membela Oranje. Ia beberapa kali ceroboh dalam umpan ke depan dan juga tidak sepenuhnya fokus dalam bertahan." - Voetbal Primeur
Meski demikian, statistik menunjukkan Van Hecke sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Ia mencatatkan kontribusi pertahanan terbanyak dan jumlah umpan terbanyak di lapangan dalam laga tersebut. Namun, kegagalannya memenangkan satu pun tekel menjadi catatan merah yang sulit dibantah. Jika ia mampu mempertahankan performa seperti itu di level klub, bukan tidak mungkin ia mulai membayar mahal harga transfernya dan membantu Tottenham keluar dari keterpurukan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Tottenham ini menjadi pengingat bahwa belanja besar tidak menjamin kesuksesan instan. Klub-klub Liga 1 seperti Persija Jakarta atau Persib Bandung juga kerap menghadapi ekspektasi tinggi setelah mendatangkan pemain mahal, namun adaptasi dan chemistry tim tetap menjadi faktor penentu. Tottenham saat ini menjadi contoh nyata bagaimana tekanan publik dan media dapat memperburuk performa pemain, terutama mereka yang baru bergabung.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah De Zerbi mampu membalikkan keadaan atau justru menjadi korban berikutnya dari ketidakstabilan Tottenham. Laga melawan Coventry City akan menjadi indikator awal. Jika Van Hecke dan rekan-rekannya gagal menunjukkan perbaikan, bukan tidak mungkin manajemen akan mengambil langkah drastis. Sementara itu, para penggemar di Indonesia yang mengikuti Premier League melalui platform streaming akan terus menyoroti perkembangan ini, berharap ada kejutan dari tim yang mereka dukung.



