Waldemar Anton, Pilar Pertahanan Dortmund yang Kini Menjadi Andalan Jerman di Era Klopp
Baca dalam 60 detik
- Waldemar Anton menjelma tembok kokoh Borussia Dortmund dengan mencatatkan tiga clean sheet dalam empat laga awal Bundesliga meski tanpa dua kapten.
- Konsistensi dan kepemimpinan Anton di level klub mengantarkannya masuk skuad Jerman asuhan Jürgen Klopp untuk ajang UEFA Nations League.
- Peluang Anton memperkuat Die Mannschaft terbuka lebar, terlebih ia telah dipercaya oleh pelatih sebelumnya, Julian Nagelsmann.

Borussia Dortmund memulai musim Bundesliga 2025/26 dengan catatan pertahanan impresif. Tiga clean sheet dari empat pertandingan menjadi bukti ketangguhan lini belakang yang diasuh Niko Kovač, dan nama Waldemar Anton muncul sebagai tokoh sentral di baliknya. Bek tengah berusia 30 tahun itu kini tak hanya menjadi pilar klub, tetapi juga mendapat panggilan tim nasional Jerman untuk menghadapi Serbia dan Yunani dalam lanjutan UEFA Nations League.
Kehilangan Nico Schlotterbeck dan Emre Can sejak awal musim seharusnya menjadi pukulan telak. Schlotterbeck mengalami cedera pergelangan kaki saat memperkuat Jerman di Piala Dunia 2026, sementara Can harus menepi karena alasan yang tidak diungkap. Namun, Anton tampil sebagai pengganti yang tak terduga. Sejak bergabung dari VfB Stuttgart pada musim panas 2024, ia memang sempat kesulitan beradaptasi, tetapi musim ini ia menjelma menjadi sosok yang paling diandalkan.
Bersama bek muda seperti Joane Gadou dan Filippo Mane, Anton membentuk benteng yang sulit ditembus. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Dortmund dalam empat laga terjadi saat kemenangan dramatis 3-2 atas Hoffenheim. Kemenangan 1-0 atas Stuttgart—klub yang ia bela sebelum hijrah ke Dortmund—menjadi momen manis tersendiri, di mana Anton kembali berduet dengan Schlotterbeck yang baru pulih.
Kepemimpinan Anton mendapat pujian langsung dari pelatih Niko Kovač. “Waldi adalah seorang pemimpin! Tetapi yang lebih penting bagi saya, dia adalah sosok yang memimpin dengan contoh,” ujar Kovač sebelum laga perdana Liga Champions melawan Villarreal. Pernyataan itu menegaskan betapa berharganya kehadiran Anton di ruang ganti Dortmund.
“Dia adalah perekat mutlak bagi tim dan seorang pemimpin yang tenang.” — Julian Nagelsmann, mantan pelatih Timnas Jerman.
Panggilan ke tim nasional Jerman bukanlah hal baru bagi Anton. Pelatih sebelumnya, Julian Nagelsmann, sudah lebih dulu mengakui kualitasnya. Kini, di bawah asuhan Jürgen Klopp, Anton berpeluang memperkuat posisinya di jantung pertahanan Die Mannschaft. Klopp sendiri tengah mencari kombinasi bek tengah ideal untuk membangun fondasi timnya menuju turnamen-turnamen besar mendatang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Anton bisa menjadi cermin betapa pentingnya kedalaman skuad. Timnas Indonesia yang kerap kehilangan pemain kunci karena cedera atau akumulasi kartu sering kali goyah. Dortmund membuktikan bahwa kehadiran pemain seperti Anton—yang tak selalu menjadi bintang utama, tetapi konsisten dan rendah hati—mampu menjaga stabilitas performa tim. Klub-klub Liga 1 bisa belajar dari manajemen krisis yang dilakukan Dortmund: memberikan kepercayaan kepada pemain pelapis dan membangun mentalitas kepemimpinan sejak dini.
Ke depan, posisi Anton di timnas Jerman akan diuji dalam laga melawan Serbia dan Yunani. Jika ia mampu tampil solid, bukan tidak mungkin ia menjadi pilihan utama Klopp di kualifikasi Piala Eropa 2028. Sementara di level klub, Dortmund berharap duet Anton-Schlotterbeck kembali utuh untuk mengarungi jadwal padat Bundesliga dan Liga Champions. Mampukah Anton membuktikan bahwa dirinya layak menjadi tembok pertahanan Jerman di era baru? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: ia telah menunjukkan bahwa kerja keras dan ketenangan adalah senjata yang tak ternilai.



